Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 155 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


____________________


"CALON MENANTU?" Antonio terbelalak kaget, bagaimana bisa mamanya menganggap Aurelie sebagai calon menantu hanya karena selembar foto itu saja.


"Iya, calon menantu mama. Kau tahu, selama ini mama selalu mengira bahwa kau itu gay. Karena kau tidak pernah berhubungan dengan wanita, sampai mama pasrah. Dan sekarang mama sangat bahagia kau punya kekasih. Jadi, dimana dia? Mama dengar dia asisten pribadimu. Mama tidak melihatnya saat ke ruang sekretaris tadi." kata Ny. Stevanie panjang lebar dengan wajah sumringah dan mata berbinar.


Antonio menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya.


"Mama,"


"Ya, sayang?"


"Dia itu bukan........" perkataan Antonio terputus sebab pintu kantornya terbuka.


ceklek,


Aurelie memasuki kantor Antonio. Ia membawa minuman untuk Antonio dan Ny. Stevanie karena setelah dari toilet tadi Renee menyuruhnya mengantarkan minuman untuk keduanya.


"Maaf, pak. Saya kemari membawakan minuman."


Aurelie meletakkan cangkir di depan Antonio dan Ny. Stevanie dengan hati-hati. Aurelie tidak sadar bila kehadirannya di kantor Antonio saat ini akan memperumit keadaan.


"Ah, sial. Kenapa dia harus kemari di saat seperti ini." kata Antonio dalam hati.


Ny. Stevanie memperhatikan wajah Aurelie yang berada di depannya. Ia pun berdiri dan langsung memeluk Aurelie, dan tentu saja hal itu membuat Aurelie sangat kaget.


"Nak, akhirnya kita bertemu. Siapa namamu, cantik?" tanya Ny. Stevanie.


"Aurelie Daneliya, nyonya."


"Ah, jangan panggil nyonya. Panggil aku mama, seperti Antonio. Namamu cantik sekali, seperti wajahmu." Ny. Stevanie memuji Aurelie dan menariknya untuk duduk.


"Maksud nyonya?"


"Antonio, kekasihmu ini cantik dan imut. Mama menyukainya."


"Kekasih?" Aurelie yang semakin kebingungan dengan keadaan itu melirik ke arah Antonio.


"Ma, bukan begitu. Kami tidak ........"


Antonio berusaha menjelaskan kesalah pahaman itu, namun lagi-lagi perkataannya terpotong begitu saja.


kling, (suara pesan masuk)


"Sebentar, sayang. Ada pesan masuk."

__ADS_1


"Papa sudah kembali, mama harus menemuinya. Bye sayang, lain kali kita harus makan malam bersama." pamit Ny. Stevanie pada Aurelie.


Ny. Stevanie mendekati Antonio dan berbisik,


"Jaga dia baik-baik. Jangan sampai lepas."


Dan setelah itu, Ny. Stevanie pun langsung meninggalkan kantor Antonio.


"Ada apa ini, pak?" tanya Aurelie yang masih kebingungan.


"Haaah, semua karena ini." Antonio menunjuk selembar foto yang terbalik di atas meja.


Aurelie mengambil foto itu dan melihatnya,


"Ya Tuhan, siapa yang memotretnya?"


"Sekarang bukan itu masalahnya. Karena foto itu, mamaku menganggap kita berpacaran. Bahkan dia menganggapmu sebagai calon menantunya."


"APA???"


"Jangan berteriak!"


"Oh, maaf."


"Keluarlah, kembali bekerja."


"PAPA!!!" Ny. Stevanie masuk ke dalam kantor suaminya dan langsung memeluknya.


"Hai, sayang. Kau tampak bahagia sekali." kata Tn. Lefrand.


Ny. Stevanie melepaskan pelukannya dan menyampaikan kabar yang membuatnya bahagia.


"Tentu saja, aku bahagia. Putra kita ternyata bukan gay. Dia punya kekasih."


"Antonio?"


"Iya, memangnya siapa lagi putramu?"


Raut wajah Tn. Lefrand berubah datar dan bertanya,


"Siapa kekasihnya?"


"Pegawai kantor ini. Dia asisten pribadi Antonio." jawab Ny. Stevanie dengan wajah yang masih sumringah.


"Tidak bisa, ma. Antonio tidak boleh berhubungan dengan wanita sembarangan."


"Apa maksud papa?"

__ADS_1


"Dia itu putra kita satu-satunya. Penerus perusahaan kita. Dia harus menikah dengan anak perempuan dari perusahaan lain agar kita bisa menjalin aliansi. Papa sudah berbicara dengan Tuan Tyo Presdir Delta Group untuk menjodohkan Antonio dengan putri keduanya. Dan dia setuju."


Ny. Stevanie terdiam sejenak,


"Kenapa?"


"Kenapa apanya, ma? Bukankah yang kukatakan sudah jelas?"


"Kenapa kau bahkan mau menyetir kisah cinta putramu. Kau tidak boleh membuat putraku menderita lagi. Aku tidak butuh menantu dari keluarga kaya. Aku hanya mau putraku bahagia. Awas kalau kau berani membuatnya terluka lagi."


"Ma, tapi ......"


"APA KAU LUPA, SIAPA KAU SEBELUM MENIKAH DENGANKU? PERUSAHAAN, KEKAYAAN DAN KEHORMATAN INI. SEMUA MILIK KELUARGAKU. KITA MENIKAH KARENA SALING MENCINTAI, DAN SAAT ITU KAU BUKANLAH SIAPA-SIAPA. TAPI AKU DAN KELUARGAKU BISA MENERIMAMU. JADI KAU JANGAN PERNAH BERFIKIR UNTUK MENGGADAIKAN KEBAHAGIAAN PUTRAKU HANYA KARENA AMBISI BODOHMU ITU!!!!"


BBRRRAAAAAAAKKK!!!!


Ny. Stevanie keluar dan membanting pintu dengan keras setelah beradu argumen dengan suaminya. Kemudian Ny. Stevanie memilih untuk kembali ke kantor Antonio.


ceklek,


"Mama? Kenapa mama kemari lagi?"


"Mama lapar,"


"Ajaklah papa untuk menemani mama makan, aku masih banyak pekerjaan sekarang."


"Ya sudah, kalau begitu mama akan membawa kekasihmu untuk menemani mama."


"Ma???"


.


.


.


.


.


.


.


All,


chapter kali ini sudah lebih panjang dari biasanya lhoh. Jadi, jangan minta nambah ya.

__ADS_1


😁🤣


__ADS_2