
HAPPY READING, ALL!!!
___________________________
Sinar matahari mengintip dari celah jendela yang tidak tertutup tirai. Membuat mata Antonio terasa silau. Antonio mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping, namun bukan ia kembali tidur. Malah kaget dengan Aurelie yang tiba-tiba memeluk pinggangnya.
"Gadis ini, berani sekali tidur seranjang denganku. Apa dia tidak takut kalau hal buruk terjadi." gumam Antonio dalam hati.
Antonio memperhatikan wajah sayu Aurelie, tergurat rasa lelah di mimik wajahnya. Tangan Antonio terangkat, menyingkap rambut yang sedikit menutupi wajah cantik asistennya itu. Mata Antonio beralih memandangi bibir Aurelie, bibir yang dengan berani mencium bibirnya untuk yang kedua kali. Namun anehnya, Antonio justru menyukai itu. Antonio tersenyum bahagia, sampai tidak sadar mengeluarkan kikikan kecil. Dan hal itu membuat Aurelie terbangun.
satu detik
dua detik
tiga detik
Hingga beberapa detik kemudian, kesadaran Aurelie pun terkumpul. Ia terperanjat dan mendudukkan dirinya.
"Kenapa aku bisa tidur disini?" tanya Aurelie polos kebingungan. Aurelie lupa jika semalam, ia merangkak naik ke ranjang Antonio karena pria itu tidak mau di tinggalkan.
Antonio tidak berkata apa-apa tapi justru menikmati wajah kebingungan Aurelie.
"Ah, kau sudah bangun? Apa demamnya sudah turun?" tanya Aurelie cepat sambil berdiri dengan kedua lututnya dan memeriksa dahi Antonio.
Aurelie bernafas lega saat ia tahu jika demam Antonio sudah turun. Suasana menjadi hening seketika sampai tiba-tiba suara perut Aurelie merubah segalanya.
"Hhhhhhhfffffttt," Antonio berusaha menahan tawanya.
"JANGAN TERTAWA!!!" teriak Aurelie cemberut.
"Kau lapar?"
__ADS_1
"Sudah tahu, tanya." gerutu Aurelie.
"Bersiaplah, aku akan mengajakmu makan-makanan enak."
"Hari ini tidak ke lokasi proyek?"
"Besok saja, aku juga butuh istirahat dan refreshing."
"Oke, kalau begitu aku yang akan mandi terlebih dahulu." Aurelie turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi sambil berteriak kegirangan.
Beberapa menit kemudian Aurelie keluar dari kamar mandi. Setelah Aurelie selesai dengan ritualnya, lantas kini giliran Antonio yang harus membersihkan diri dan bersiap.
Antonio keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan rapi dan bersih. Ia memilih untuk mengenakan pakaian kasual berupa celana jeans dan kaos ketat yang mencetak tubuh berototnya.
"Ayo kita pergi." kata Aurelie tiba-tiba.
Antonio memandangi Aurelie dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gadis mungil itu berdandan sangat sederhana, namun terlihat sangat pantas untuknya. Aurelie menguncir bagian atas rambutnya, ia mengenakan blouse selutut dan juga cardigan rajut untuk menutupi lengannya. Sepatu kets murah dan tas selempang kecil pun menjadi satu-satunya aksesoris penunjang di tubuhnya.
"Oh, iya. Ayo,"
Aurelie berjalan terlebih dahulu dan Antonio mengikutinya dari belakang.
"Imut sekali," kata Antonio pelan.
***
Antonio membawa Aurelie ke salah satu restoran yang terkenal di Bangkok, ia memesan banyak sekali hidangan tradisional yang mungkin tidak pernah Aurelie cicipi rasanya.
Aurelie makan dengan lahap hingga tak memperdulikan imejnya di depan seorang pria tampan seperti Antonio. Malihat Aurelie yang makan dengan begitu semangat hingga membuat mulutnya belepotan, Antonio dengan lembut membersihkannya dengan tissue.
"Makanlah pelan-pelan, tidak akan ada yang berebut denganmu. Dan pesanlah lagi jika kurang."
__ADS_1
"Emm, terima kasih." kata Aurelie pelan sambil menundukkan wajahnya karena malu.
***
Puas dengan makanan yang disajikan, kini Antonio mengajak Aurelie untuk berwisata di tempat-tempat terdekat. Aurelie begitu senang, sampai membuatnya lupa tentang tujuannya pergi ke Bangkok.
Selain itu, seharian ini hubungan Antonio dan Aurelie terjalin semakin dekat sampai tidak ada jarak diantara mereka.
Keberuntungan bagi keduanya, ternyata di hari itu ada sebuah parade yang berlangsung. Banyak sekali turis dari manca negara maupun warga domestik yang ikut memeriahkannya. Tubuh mungil Aurelie membuatnya sulit untuk ikut menikmati parade itu bahkan ia hampir hilang di telan kerumunan orang bila Antonio tidak dengan tiba-tiba menarik lengannya.
"Jangan sampai terpisah. Dengan tubuh kecilmu, mungkin kau bisa hilang disini. Pegang terus tanganku." kata Antonio sambil berteriak karena kebisingan yang ada disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
AURELIE IMUT KAN, ANTONIO!!! SEKARANG AUTHOR AKAN MEMBUATMU JATUH PADA PESONA SI MUNGIL AURELIE YANG SEBELUMNYA PERNAH KAU SEBUT CEBOL.
😏😏😏
__ADS_1