Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 160 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


___________________


"Terima kasih atas makan malamnya Ny. Daneila. Saya yang sudah lama di luar negeri bisa merasakan lagi makanan seperti ini sungguh sangat luar biasa. Lain kali, saya akan mengundang anda dan Aurelie untuk makan bersama lagi."


"Hanya makanan sederhana, saya jadi malu jika anda memuji seperti itu Nyonya."


"Tante, terima kasih. Kami pamit pulang dulu kalau begitu."


"Aurelie, mama pulang dulu. Kita akan segera bertemu lagi."


"MA!!!"


"I iya, nyonya."


Aurelie mengantar Antonio dan Nyonya Stevanie sampai depan pagar. Pikirannya terbang kemana-mana. Tentang alasan Ny. Stevanie yang tiba-tiba datang menemui ibunya dan juga tentang Ny. Stevanie yang menyebut dirinya MAMA kepadanya.


Setelah memastikan mobil Antonio pergi, Aurelie pun kembali ke dalam rumah. Dan setelah menutup pintu, ternyata Ny. Daneila sedang duduk menunggunya sambil menatap banyak barang yang di bawa oleh Ny. Stevanie.


"Ibu,"


"Aurelie, ibu tidak mengerti. Kenapa Ny. Stevanie bersikap seperti itu?"


"Aurelie juga tidak tahu. Bu, barang-barang ini biar Aurelie kembalikan saja ya pada pak Antonio. Aurelie merasa tidak enak menerimanya. Tidak apa-apa kan?"


"Iya, begitu juga bagus. Tapi ingat, bicaralah baik-baik saat mengembalikannya. Jangan sampai Tuan Antonio tersinggung."


"Baik, Bu."


***


Ny. Stevanie kini duduk di kursi penumpang mobil Antonio. Karena sebelumnya ia sudah menyuruh Fano untuk pulang terlebih dahulu setelah mengetahui bahwa Antonio datang ke rumah Aurelie. Wajah Ny. Stevanie terlihat sangat bahagia membuat Antonio yang sedang mengemudi di sampingnya menjadi heran.


"Ma!"


"Hmmm,"


"Jelaskan padaku. Apa yang mama lakukan di rumah Aurelie?"


"Berkenalan dengan calon mertuamu."


"Ma, aku sudah bilang berapa kali. Aku dan Aurelie itu......."


"Mama tahu! Tapi mama ingin kau bisa bersama Aurelie. Kau ini anak mama, mama sangat memahami karaktermu yang tidak bisa denganudah menunjukkan perasaanmu pada lawan jenis. Dan kali ini mama bertekad untuk membantumu."


"Tapi ma........."

__ADS_1


"Mama capek, bangunkan mama kalau sudah sampai." kata Ny. Stevanie membuat Antonio menghela nafas dalam-dalam.


***


Pagi ini Aurelie berangkat dengan menggunakan taksi karena harus membawa banyak barang dari Ny. Stevanie untuk di kembalikan pada Antonio.


Aurelie membawa barang-barang itu ke ruang sekretaris dan meletakkannya di atas meja. Renee yang juga baru tiba pun terheran dengan banyaknya barang yang di bawa Aurelie.


"Apa ini semua Aurelie? Kau mau berjualan?"


"Bukan, kak. Ini semua milik pak Antonio."


"Antonio?" Renee mendekati Aurelie dan membuka beberapa paper bag. Sebenarnya dari merk yang terpampang dari beberapa paper bag itu pun Renee sudah tahu jika barang yang di bawa Aurelie adalah barang-barang wanita. Makanya ia bingung setelah Aurelie berkata jika barang-barang itu milik Antonio.


"Kau yakin ini milik Antonio?"


"Iya, memang kenapa kak?"


"Kenapa dia membeli barang wanita?" tanya Renee mengambil salah satu dress dari paper bag.


"Mungkin semua ini untuk Nyonya Stevanie." kata Aurelie bohong.


"Kau gila? Ini pakaian anak muda. Mana mungkin Ny. Stevanie memakai ini."


"Eng.... ntahlah. Biar ku letakkan semuanya di bawah, kak." Aurelie mengambil paksa dress yang di pegang Renee dan memasukkannya kembali ke dalam paper bag.


Hari ini di lalui seperti biasa, tak ada yang spesial. Antonio sibuk dengan beberapa dokumen di dalam ruangannya, sedangkan Aurelie sibuk membantu Renee untuk mengetik laporan.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Renee pulang terlebih dahulu. Meninggalkan Aurelie sendiri di ruang sekretaris. Karena ia tahu, jika Aurelie masih ada urusan dengan Antonio.


"Aku pulang dulu, Aurelie."


"Iya kak. Kau sudah bekerja keras hari ini. Hati-hati di jalan."


Seperginya Renee, Aurelie beranjak dari duduknya dan mengambil barang-barang yang hendak ia kembalikan pada Antonio dari bawah mejanya.


"Semoga dia tidak tersinggung aku mengembalikan ini." kata Aurelie sebelum melangkah ke kantor Antonio.


Baru saja hendak mengetuk , Antonio terlebih dahulu membuka pintu kantornya. Membuat Aurelie kaget dan canggung.


"Ada apa?"


"Ini pak."


Antonio menatap beberapa paperbag di tangan mungil Aurelie.


"Saya mau mengembalikan ini, saya tidak enak menerimanya."

__ADS_1


"Kembalikan sendiri pada mamaku. Karena dia yang memberikannya."


"Tapi, pak."


"Kau tidak pulang?"


"Oh, anda sudah mau pulang. Saya akan membawakan ini ke mobil anda."


"Bawa tasmu sekalian."


"Ah, iya."


Aurelie kembali ke dalam ruang sekretaris mengambil tasnya dan berjalan mengikuti Antonio. Langkah lebar Antonio membuat Aurelie tergopoh-gopoh mengikutinya. Di tambah banyaknya barang yang ia bawa, semakin mempersulit dirinya untuk berjalan cepat.


Antonio menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Aurelie. Dan mengambil beberapa paper bag dari tangan Aurelie.


"Jika kesulitan membawanya, bilang!"


"Terima kasih." kata Aurelie tersenyum.


Antonio membuka bagasi mobilnya, meletakkan paperbag yang ia dan Aurelie bawa.


"Terima kasih, pak. Tolong sampaikan maaf saya pada Ny. Stevanie. Kalau begitu saya pamit, anda hati-hati di jalan."


Saat hendak berbalik, tiba-tiba tangan Antonio mencekal lengannya.


"Ada apa pak?"


"Masuklah, biar ku antar."


"Tidak usah, pak. Saya akan bisa pulang dengan kendaraan umum." Aurelie menolak dengan sopan.


"Masuklah," Antonio mengulangi lagi perkataannya.


"Tapi,...... Engh, ya sudah. Maaf merepotkan Anda lagi."


.


.


.


.


.


Sorry All,

__ADS_1


Malam ini UP nya cuma 1 ini aja yaa. Tapi Author nulisnya udah banyak kok. Gak seperti 1 chapter biasanya. 🤗


See you,


__ADS_2