Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 61 (posesif)


__ADS_3

"Mana, katanya kau mau memberiku kejutan?" tagih Sena begitu selesai waktu treatment.


"Sabarlah sayang. Kejutan untukmu sudah ku siapkan di kamar." jawab Albert dengan tetap mendorong kursi roda Sena.


"Benarkah? Kalau begitu ayo cepat kita kembali ke kamar." pinta Sena tak sabar membuat Albert tersenyum.


Sesampainya di depan kamar, Sena menghentikan Albert yang akan membuka pintunya.


"Stop, apakah kejutannya benar-benar ada di dalam sini?" tanya Sena.


"Iya," jawab Albert singkat.


"Kau yakin kejutan ini akan membuatku senang?" tanya Sena memastikan.


"Tentu." jawab Albert mantap.


"Baiklah. Ayo cepat buka." pinta Sena tak sabar.


ceklek,


"SUPRIIIIIIIIIISSSSEEE!!!!"


DOOORRR


Teriak Alnorld yang kemudian meletuskan satu balon di tangannya.


"Ya Tuhan, kenapa musti meletuskan balon? Mommy jadi kaget." kata Sena menangkupkan kedua tangannya ke dada.


"Hehehe, bagaimana? Apakah mommy senang aku disini?" tanya Alnorld sembari memeluk Sena dengan erat.


"Tentu saja, sayang." jawab Sena kemudian menciumi seluruh wajah sang putra.


"Evan, terima kasih kau sudah mengantar Alnorld kesini." kata Albert pada Evan yang sudah berdiri tak jauh dari Albert dan Sena.

__ADS_1


"Sama-sama, bos." jawab Evan tersenyum.


"Terima kasih, evan." kata Sena tersenyum senang.


"Sama-sama, nyonya." balas Evan.


"Oh iya, aku sudah membokingkan kamar untukmu istirahat di hotel W. Kau bisa kesana dengan mobil yang kupakai selama disini dan beristirahat, sekarang." kata Albert menyerahkan kunci mobil pada Evan.


"Terima kasih, bos. Kalau begitu, bos, nyonya dan tuan kecil, saya pamit dulu. Bos bisa segera menghubungi saya bila memerlukan sesuatu." kata Evan.


"Ya, santai saja van. Sekarang pergilah istirahat." kata Albert memerintah.


"Saya permisi." pamit Evan.


"Dadaaa Om Evan." kata Alnorld melambaikan tangannya dan di balas oleh Evan.


Evan pun berlalu meninggalkan keluarga kecil itu untuk saling mengobati rindu kepada pangeran kecilnya.


"Selama mommy tinggal, apakah kau baik-baik saja sayang?" tanya Sena.


"Syukurlah. Berapa lama kau akan disini menemani mommy?" tanya Sena lagi.


"Emmmmmmmm..." jawab Alnorld yang terpotong.


"Dua minggu, Alnorld akan disini selama dua minggu." kata Albert memotong jawaban Alnorld.


"Kenapa sebentar sekali, daddy?" tanya Alnorld dengan wajah cemberut.


"Karena libur sekolahmu hanya 2 minggu, son." jawab Albert.


"Tapi aku ingin lebih lama disini." pinta Alnorld.


"Sayang, kau tidak boleh membolos sekolah. Lagi pula, mommy akan segera pulih dan pulang kembali ke negara X. Kita akan kembali berkumpul, oke?" kata Sena memberikan pengertian.

__ADS_1


"Daddy janji, selama disini kita akan menghabiskan waktu bersama dengan baik. Kau juga boleh ikut melihat dan membantu mommy untuk treatment." kata Albert.


"Benarkah?" tanya Alnorld memastikan.


"Ya, tentu saja." jawab Albert tersenyum.


"Yeeeyyy. Aku sayang daddy." teriak Alnorld kemudian memeluk erat Albert.


"Tidak sayang mommy?" tanya Sena dengan wajah sedih yang dibuat-buat.


"Sayang mommy juga." jawab Alnorld yang beralih memeluk Sena.


"Aku menyayangi kalian." kata Albert kemudian memeluk keduanya.


----------"---------


Treatment di hari berikutnya dimana untuk pertama kali Alnorld hadir dan ikut membantu menjadi sedikit kacau. Karena kehebohan Alnorld yang sangat posesif ketika Sena terjatuh atau bahkan terjerembab ke lantai. Tidak sekali dua kali juga Alnorld meminta Sena untuk berhenti berlatih dengan memohon-mohon karena tidak tega dengan mommynya yang sudah terlihat lelah dengan peluh di keningnya.


"Cukup, mommy. Daddy kumohon, suruh mommy berhenti berlatih sekarang. Mommy pasti kelelahan dan kesakitan." kata Alnorld memelas untuk kesekian kalinya.


"Ya Tuhan, son." kata Albert sembari memijat pelipisnya yang mulai menegang.


"Mommy tidak apa-apa sayang, memang seperti ini treatmentnya. Mommy tidak bisa berhenti sekarang. Karena kalau mommy berhenti sekarang, maka mommy akan semakin lama untuk pulih." kata Sena memberi Alnorld pengertian.


Di tempat yang sama dr. Raphael dan seorang suster hanya bisa tersenyum melihat keposesifan Alnorld pada sang mommy.


"Tapi mommy terlihat sangat kelelahan dan kesakitan." kata Alnorld dengan mata berbinar.


"Mommy tidak apa-apa sayang. Sungguh. Mommy ingin berusaha untuk pulih lebih cepat agar bisa lekas pulang. Alnorld tidak ingin mommy cepat bisa berjalan?" Tanya Sena.


"Bukan begitu, mommy." jawab Alnorld menunduk dengan wajah sedih.


"Alnorld anak baik, Alnorld harus menyemangati mommy." kata Albert mengelus kepala sang putra.

__ADS_1


"Baiklah daddy. Mommy, ayo lanjutkan lagi latihannya. Alnorld akan menyemangati mommy." kata Alnorld sungguh-sungguh.


__ADS_2