
Keyla berjalan pelan menuju balkon, dengan sangat hati-hati ia mengumpulkan keberaniannya untuk memeluk William dari belakang. William sempat tersentak sedikit menerima perlakuan itu secara tiba-tiba. Tapi karena tidak ingin menciptakan kecanggungan, ia pun menerimanya begitu saja. Tangan yang semula memegang pagar balkon, kini sudah beralih memegang lembut tangan Keyla yang melingkar sempurna di pinggangnya.
"Sudah malam, tidurlah. Kau pasti lelah." kata William.
"Kakak juga pasti lelah, tapi kenapa tidak tidur dan malah mencari angin disini?" tanya Keyla tanpa melepaskan pelukannya.
"Aku hanya sedang ingin menghirup udara malam."
"Kalau begitu, biar aku temani."
Malam itu menjadi awal bagi William dan Keyla untuk saling menerima dan mengisi. Disaksikan sinar terang sang bulan sepasang pengantin baru itupun larut dalam keromantisan.
William membalikkan tubuhnya, menatap intens wajah natural Keyla yang terlihat sangat manis. Lalu dengan sangat lembut William mendaratkan ciuman di kening sang istri membuat Keyla dengan refleks menutup matanya.
"Mau sekarang?" bisik William ditelinga Keyla seketika itupun wajah Keyla memerah bak kepiting rebus karena menyadari apa yang dimaksud suaminya.
William menyadari sikap malu-malu Keyla, lalu dengan sigap ia bopong istrinya itu ke dalam kamar dan merebahkannya di ranjang yang dipenuhi kelopak bunga mawar dengan pelan.
William mulai mendaratkan ciumannya di kening, lanjut di kedua pipi, hidung dan berakhir dengan kecupan yang cukup lama di bibir mungil Keyla. Ia memperlakukan Keyla dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Tekadnya sudah sangat bulat, ia akan menerima Keyla sepenuhnya menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya kelak. Ia akan berusaha memupuk cinta dan kasih di rumah tangga mereka dan membuat Keyla menjadi salah satu wanita paling bahagia di dunia kecil yang disebut rumah tangga.
Malam itu menjadi malam yang panjang bagi sepasang pengantin baru. Keikhlasan hati William yang dengan rela menerima Keyla sebagai istrinya membuat semuanya berjalan lancar dan indah. Bulan dan bintang di luar pasti pun malu dengan kemesraan dan desahan dari keduanya yang terdengar bagai melodi indah dari penyatuan mereka. Hingga William dan Keyla berhasil melepas hasratnya secara bersamaan dan berakhir tidur dengan saling memeluk satu sama lain.
***
Keesokan paginya di mansion keluarga Nero, kembali dihebohkan oleh Sena yang tampak khawatir dengan Albert yang kembali mual dan muntah tanpa sebab. Mual muntah itu semakin parah hingga tanpa permisi keringat dingin mengucur di dahi dan leher seorang Albert.
"Bagaimana ini? Haruskah kita ke rumah sakit lagi? Aku tak percaya kalau hasil pemeriksaanmu baik-baik saja. Karena pagi ini pun kau sudah seperti orang yang kesakitan." kata Sena cemas sembari memijat tengkuk Albert.
Setelah cukup memuntahkan isi perutnya, dengan lemas Albert mendudukkan diri di atas closet yang tertutup dan meraih tangan Sena berusaha untuk menenangkan wanita yang menjadi istrinya itu.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, sayang. Mungkin benar kata Dave, haruskah kau saja yang memeriksakan dirimu? Mungkin saja di dalam sini ada baby hingga membuatku seperti ini hampir tiap pagi." kata Albert menunjuk perut rata Sena sembari tersenyum lemas.
"Dave mengatakan itu padamu?" tanya Sena sedikit kaget.
"Emm, cobalah periksa. Aku akan menemanimu."
"Tapi aku tidak yakin kalau aku ha......"
"Tidak apa-apa. Kalaupun memang tidak, kita bisa berusaha lagi kan." kata Albert cengengesan membuat Sena sedikit tersenyum.
Ceklek,
"Mommy, apa Daddy baik-baik saja? Aku mendengar keributan dari luar."
"Son?"
"Daddy sakit?" tanya Alnorld dengan wajah khawatir.
"Daddy jangan bercanda. Mom, ayo bawa daddy ke Rumah sakit."
"Ayo, kau harus diperiksa." ajak Albert.
"Kenapa mommy yang diperiksa?" tanya Alnorld bingung.
"Kau akan tahu nanti, aku bersiap." kata Albert tersenyum penuh arti kemudian berdiri dari duduknya untuk bersiap.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya hampir revisi total karena tidak lolos review sebelumnya.
Adegan malam pertamanya di skip aja ya teman-teman. Lagian jg masih siang.
Puasa kan yaaa.
😄
Happy reading
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote yaa...
Biar author jadi rajin UP.