
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, hari ini Sena akan berangkat ke Amerika untuk memulai treatmentnya.
"Ku harap mommy lekas sehat, agar bisa cepat pulang." kata Alnorld memeluk erat Sena.
"Tentu, sayang. Mommy akan berusaha keras untuk lekas sehat." kata Sena mengecup sayang kening Alnorld.
"Son, ingat jangan nakal dan membuat pusing oma dan opa. Oke?"
"Hei, kau itu bicara apa? Tidak mungkin cucu tampanku ini nakal." kata Jesica membela.
"Sudah cukup ributnya. Masuklah, son. Sebentar lagi waktu keberangkatanmu. Lekas sehat, sayang." kata Jeremy mengelus sayang surai hitam Sena.
"Terima kasih, dad. Mom, Sena titip Alnorld ya. Maaf merepotkan." kata Sena.
Sesuai permintaan Jeremy dan Jesica, setelah resmi menerima pinangan Albert kedua orangtua itu memintanya untuk memanggil dengan sebutan Dad dan Mom. seperti Albert. Bukan tanpa alasan, bagi Jeremy dan Jesica Sena sudah menjadi bagian dari keluarga besarnya. Terlebih lagi, kini wanita itu sudah bertitle calon Nyonya Albert Nero.
"Aku pamit dulu, dad. Kalau ada apa-apa dengan perusahaan jangan sungkan untuk menghubungiku." pamit Albert.
"Tenanglah, aku dan Evan sudah cukup untuk mengurus QL selama kau cuti. Kau fokus saja dengan pengobatan calon menantuku." kata Jeremy membuat Albert tersenyum.
di dalam pesawat,
"Kau tidak apa-apa? Apakah ada yang tidak nyaman?" tanya Albert khawatir karena Sena tidak bersuara semenjak memulai penerbangan.
"Emm, tidak. Semuanya baik-baik saja. Aku hanya memikirkan berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk bisa pulih." kata Sena tersenyum.
"Aku yakin, kau akan segera pulih. Ada aku yang akan selalu menemanimu. Jadi, semangatlah." kata Albert menggenggam erat tangan Sena membuat Sena tersenyum.
-------------------"------------------
__ADS_1
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih selama 7 jam. Kini Albert dan Sena sudah sampai Bandar Udara Internasional John F. Kennedy New York City.
Albert menggendong Sena ala bridal style dan mendudukkannya di kursi roda yang sudah ia siapkan.
"Tunggu sebentar." kata Albert yang di angguki oleh Sena.
Sreeettt
"Eehh," kata Sena kaget begitu sebuah selimut mengkir di kaki polosnya.
"Kau harus memakai selimut. Aku tidak suka kakimu terekspos dan di perhatikan banyak pria. Kakimu terlalu indah." kata Albert datar.
"Cih, bilang saja kau malu kan kalau orang-orang menatap kasian padaku?" tanya Sena bercanda, namun candaan itu membuat garis wajah Albert tiba-tiba mengeras.
Albert mengambil posisi berjongkok di depan Sena dan menggenggam kedua tangannya.
"Dengarkan aku, aku tidak pernah sekalipun merasa malu mengakuimu sebagai istriku dan ibu dari anakku. Masa bodoh dengan penilaian mereka yang menatapmu. Aku hanya tidak suka berbagi keindahan yang ada pada dirimu yang seharusnya hanya aku yang boleh menikmatinya." kata Albert lembut.
"Kau haus?" tanya Albert dan diangguki oleh Sena.
"Aku akan mencari minum dulu. Ingat, kau jangan kemana-mana." kata Albert.
Sepeninggal Albert Sena meraih ponsel di tas kecil yang dibawanya. Dan mulai melakukan video call.
"MOMMY!!!!!" sapa Alnorld.
"Hei, sayang." sapa Sena tersenyum menatap putranya dari layar handphone.
"Mommy dan daddy sudah sampai?"
__ADS_1
"Yaa, mommy dan daddy sudah sampai. Sayang, ingat pesan mommy ya. Jangan merepotkan oma dan opa. Jadilah anak yang baik, OKE?"
"Oke mommy. Oh iya, dimana daddy?"
"Daddy sedang membelikan mommy minum."
"Emm, mommy."
"Ya?"
"I love you, aku akan merindukanmu."
"I love you too, baby. Mommy juga akan merindukanmu. Selamat tidur."
Panggilan video pun berakhir setelah Alnorld melambaikan tangannya pada Sena. Sena menghela nafasnya pelan karena meski belum juga sehari ia meninggalkan Alnorld, ia sudah begitu merindukan putranya itu.
#########
Morning, readers...
Maafkeun karena baru bisa UP. Karena dari hari Senin HP author meriang dan baru pulih.
Hehe
Hari ini crazy up yaa... 3 chapter.
Ingat untuk menekan LIKE di setiap chapternya.
Happy reading, All.
__ADS_1
😘😘😘