Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 84 William & Keyla


__ADS_3

"Hei, temanku. Kau sudah terlihat semakin tua saja." sapa Tuan Dyger yang tak lain adalah ayah William sembari memeluk sahabat karibnya.


"Kau juga sudah tua, kalau kau ingat." kata Tuan Wilbert membalas pelukan Tuan Dyger.


"Hahahaha." semua orang tertawa mendengar salam candaan kedua pria paruh baya tersebut.


"Duduklah." Tuan Wilbert mempersilakan.


"Apakah kau menunggu lama?" tanya ayah William.


"Tidak-tidak. Kami juga baru saja sampai. Ini, apakah Kamila?" tanya Tuan Wilbert menunjuk ibu William memastikan.


"Tentu saja ini Kamila, istriku." kata ayah William bangga.


"Hah, kita ternyata sama-sama beruntung memiliki istri yang begitu cantik dan awet muda. Lihatlah, istri kita terlihat sangat muda. Sedangkan kita sudah terlihat seperti kakek-kakek." kata Wilbert yang membuat kedua wanita paruh baya itu tersenyum bahagia.


"Ya, kita memang beruntung memiliki istri seperti mereka. Oh iya, apakah ini Keyla?" tanya ayah William menebak.


"Selamat malam, paman tante." sapa Keyla lembut.


"Keyla sangat cantik dan anggun." puji ibu William.


"Terima kasih, tente." kata Keyla tersenyum.


"Dan siapa pria muda nan tampan yang kau bawa? Tidakkah kau mengenalkannya pada kami?" kata Tuan Wilbert menggoda.


"Oh, perkenalkan ini William, putra bungsuku." kata ayah William memperkenalkan.


"Selamat malam. Apa kabar paman dan bibi?" kata William menyapa.

__ADS_1


"Baik, kabar kami sungguh baik." jawab Tuan Wilbert antusias.


Di ujung meja Keyla dengan malu-malu mencuri pandang ke arah William. Ia ingin menghentikan hal memalukan itu, tapi ketampanan dan pembawaan William yang hangat telah menyita perhatiannya.


"Keyla, kenapa mencuri-curi pandang. Berkenalanlah kalau ingin." goda Ny. Wilbert mami Keyla.


"Mami." kata Keyla merengek karena merasa dipermalukan oleh sang mami.


"William." kata William memperkenalkan dirinya dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"K keyla." ucap Keyla grogi meraih tangan William dan menyalaminya.


"Sudah perkenalannya. Sekarang ayo kita makan dulu. Sebelum makanan lezat di depan kita menjadi dingin." ajak Tuan Wilbert.


Akhirnya semua yang berada di meja makan pun mulai untuk menikmati hidangan.


Sesampainya di hotel.


"Ikut ke kamar ayah dan ibu dulu." perintah ayah William.


Sebagai anak yang baik tentu saja William hanya menurut saja, berjalan mengikuti sang ayah yang sudah berjalan di depannya.


"Ayo, nak." ajak ibu William seraya menggandeng lengan sang putra.


Sesampainya di kamar, sang ayah meminta William untuk duduk di depannya.


"Bagaimana menurutmu, nak?" tanya ayah William tanpa basa basi.


"Maksud ayah?" tanya William santai.

__ADS_1


"Heh, kau jangan berpura-pura bodoh di depan ayah. Kau pasti sudah tahu dan paham tentang tujuan utama makan malam tadi." kata ayah William menegakkan duduknya.


"Hah, tidak bolehkah kalau aku pura-pura tidak tahu saja?" kata William.


"Sudah, cepat jawab." kata ayah William tegas.


"Sepertinya dia gadis yang baik." jawab William seadanya.


"Yang ibu lihat, sepertinya Keyla langsung menyukaimu nak. Ibu yakin, anak ibu memang sangat tampan dan berkharisma, tak heran jika Keyla langsung bisa menaruh hati denganmu." puji ibu William sembari memeluk gemas sang putra


"Ibu, hentikan. Aku sudah besar." kata William memberontak.


"Baiklah, anak besar." kata ibu William lalu terpaksa melepaskan pelukannya.


"Jadi bagaimana, kau mau kan dijodohkan dengan Keyla? Cobalah membuka hati untuknya, nak. Hidupmu juga harus berlanjut." kata ayah William dengan serius.


"Terserah ayah dan ibu saja. Aku akan menuruti mau kalian." jawab William yang terkesan pasrah membuat sang ibu memandang William khawatir.


"Baguslah kalau begitu." kata ayah William tersenyum senang.


"Aku sangat lelah, aku kembali ke kamar dulu. Ayah dan ibu juga segeralah istirahat." pamit William kemudian melangkahkan kaki keluar kamar orangtuanya.


"Iya, sayang. Selamat istirahat." jawab ibu William dengan sedikit mengeraskan suaranya karena William berjalan dengan cepat.


William memasuki kamarnya dengan malas. Tanpa mengganti baju dan melepaskan sepatu William merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Mungkin aku benar-benar harus melupakannya, sekarang." gumam William sembari menutup matanya.


Sementara itu di kediaman Tuan Wilbert, Keyla yang langsung memasuki kamar begitu sampai tidak memberi kesempatan bagi orangtuanya untuk menanyakan perihal William. Sejak awal Keyla sudah tahu tentang rencana perjodohan ini. Awalnya ia merasa terpaksa menerimanya. Namun setelah bertemu dan bertatap muka langsung dengan William, pria yang dijodohkan dengannya. Kemungkinan terbesar adalah Keyla menjadi sangat amat rela dijodohkan. Keyla, si cantik yang sedikit polos sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria pemilik nama William Dyger.

__ADS_1


__ADS_2