Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 82 William & Keyla


__ADS_3

"Sayang, kenapa kau harus tinggal sendiri? Kenapa tidak tinggal disini saja bersama kami. Lagi pula disini masih banyak kamar kosong." kata ibu William menawarkan.


"T tidak, ibu. Aku ingin belajar mandiri." kata Keyla berusaha menolak dengan halus.


"Tapi......" kata ibu William kemudian terpotong.


"Ibu, biarkan saja. Kalau tidak mau tidak usah dipaksa." kata William datar.


"William, harusnya kau membantu ibu untuk membujuk Keyla." kata ibu William dengan wajah sedikit jengkel menatap putranya itu.


"Ibu, ini sudah malam. Aku akan pulang dulu, lain kali aku akan mengunjungi ibu lagi." pamit Keyla.


"Baiklah sayang, biarkan William mengantarmu ya." kata ibu William.


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi." tolak Keyla lagi.


"Jangan begitu, nak. Kau ini seorang gadis, bahaya bila pulang sendiri malam-malam." kata ayah William menasehati.


"Tidak apa-apa, ayah. Aku pasti baik-baik saja." kata Keyla bersikukuh menolak.


"Sudah, ayo ku antar." kata William kemudian berjalan keluar.


"Nah, sudah sana. Biarkan William mengantarmu." kata ibu William tersenyum menepuk pundak Keyla.


"Baiklah, ibu ayah Keyla pulang dulu." pamit Keyla kemudian mengikuti William dari belakang.


Keyla mengambil tempat duduk di samping William. Dan tanpa membuang waktu William pun segera mengemudikan mobilnya.


"Dimana tempat tinggalmu?" tanya William.


"Di apartemen daerah W." jawab Keyla.


Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka berdua. William fokus dengan setirnya sedangkan Keyla sudah beberapa kali menguap karena menahan kantuk.


Sesaat kemudian William menghentikan mobilnya tepat di pelataran apartemen.


"Sudah sampai." kata William.

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan tanggapan dari Keyla, William pun menoleh ke arah Keyla.


"Hah, dia malah tidur." gumam William kemudian memilih untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang disediakan apartemen.


Karena tidak tahu di lantai berapa apartemen Keyla berada, William pun memilih untuk menunggu Keyla hingga bangun dan turun dari mobilnya sendiri. Sebenarnya bisa saja William memaksa Keyla untuk bangun, namun jiwa gentlemannya merasa tidak tega karena melihat wajah lelah Keyla yang tertidur pulas di sebelahnya. Lama William menunggu Keyla untuk bangun hingga tanpa sadar ia pun tertidur menyusul Keyla.


Merasa pegal ditubuhnya, Keyla pun mengerjapkan mata. Dan apa yang dilihatnya sungguh membuatnya terkejut.


"Hah, sejak kapan aku tertidur? Aku, masih di dalam mobil." gumam Keyla kemudian mengarahkan pandangannya ke kursi kemudi.


"Ya Tuhan, kenapa kak Willy tidur disini? Ya ampun." kata Keyla merasa bersalah. Namun perasaan bersalah itu berubah menjadi bahagia seketika, saat Keyla menyadari jika Willy masih ada di sampingnya.


"Kakak pasti lelah, ya. Maafkan aku, karena aku ketiduran kau jadi ikut tidur di dalam mobil seperti ini." kata Keyla pelan kemudian menjulurkan tangannya hendak menyentuh wajah William.


Belum sampai tangan kecil Keyla menyentuh wajah William, si pemilik tiba-tiba mengerjap. William menegakkan tubuhnya dan menatap Keyla dengan menyipitkan matanya karena pandangannya yang buram sebab ketiduran.


"Kau sudah bangun?" tanya William dengan suara serak khas bangun tidur.


"Emm, maafkan aku. Karena aku kakak jadi ikut tertidur di dalam mobil. Kalau begitu aku akan masuk sekarang. Selamat tinggal." kata Keyla kemudian hendak membuka pintu mobil namun dicegah oleh William.


"Tunggu, aku ikut." kata William tiba-tiba.


"Aku mau menumpang kamar mandi, aku sungguh sudah tak tahan." kata William yang kemudian buru-buru turun dari mobil yang langsung disusul oleh Keyla.


Sesampainya di dalam apartemen, William buru-buru menuju kamar mandi yang sebelumnya sudah di tunjukkan oleh Keyla. Sedangkan Keyla, dia meletakkan tasnya di atas sofa kemudian bergegas menuju dapur untuk mengambilkan segelas air untuk William.


ceklek,


William keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega setelah melaksanakan hajatnya untuk buang air.


"Kak, minum dulu." kata Keyla menawarkan.


William hanya diam kemudian berjalan menghampiri Keyla yang tengah duduk di sofa. Tanpa basa basi William menegak minuman yang disiapkan Keyla dengan sekali teguk.


"Terima kasih." kata William.


"Sama-sama."

__ADS_1


"Kau tinggal disini?" tanya William sembari mengamati setiap sudut apartemen.


"Hmm, ya."


"Apakah tidak apa-apa tinggal sendiri?" tanya William khawatir.


"Kalau kau khawatir, kau bisa menikahiku segera." gumam Keyla dengan mengalihkan wajahnya.


"Kau bilang apa?"


"Ah, bukan apa-apa. Ini sudah sangat larut, kakak harus segera pulang sebelum ibu mencari-cari kakak." kata Keyla mengalihkan pembicaraan.


"Ya sudah, aku akan pulang sekarang. Kalau ada apa-apa atau kau membutuhkan sesuatu katakanlah padaku atau pada ibu. Jangan sungkan, karena sudah tugas kami menjagamu selama berada disini." kata William.


"Emm, baiklah."


"Aku pergi. Jangan lupa kunci pintunya." kata William mengingatkan.


"Iya, hati-hati kak."


Setelah William menjauh dan masuk ke dalam Lift, Keyla mengunci pintunya.


ceklek,


Keyla menyandarkan tubuhnya pada daun pintu kemudian tersenyum membayangkan bagaimana perhatiannya William pada dirinya.


##########


Yarobun,


maaf ya karena lama gk update.


Karena ada sesuatu hal penting yang perlu author kerjakan. Jadi baru malam ini bisa update lagi.


Kalau tidak berhalangan, besok akan update seperti biasa ya. Sehari sekali.


See you

__ADS_1


😘


Happy reading.


__ADS_2