Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
EXTRA PART 4


__ADS_3

HAPPY READING


__________________


Antonio tengah memimpin rapat direksi siang ini. Dia begitu fokus mendengarkan laporan yang dipresentasikan oleh salah satu peserta rapat.


Namun tiba-tiba suara dering telepon membuncah segalanya. Ia sangat tahu jika handphone yang berdering adalah miliknya, maka ia segera merogoh saku dan mengambil handphonenya.


"Tuan, nyonya Tuan!"


"Sepertinya Nyonya mau melahirkan,"


"Hah? Bukankah jadwalnya itu Minggu depan? Ya sudah, tolong antar istriku ke rumah sakit sekarang. Aku akan langsung menyusul."


Di rumah, Aurelie mengeluh sakit karena guncangan di perutnya yang semakin menjadi. Seorang maid yang sudah senior terlihat sigap membantu Aurelie untuk berjalan menuju mobil. Sedangkan maid yang lain membawakan tas yang perlu di bawa oleh Aurelie. Di depan supir pun sudah siap mengantar, dan segeralah mereka berangkat menuju rumah sakit.


Tak lama setelah Aurelie sampai di rumah sakit, Antonio pun juga sampai disana. Ia segera menghampiri istrinya yang sudah siap di ruang persalinan. Antonio menemani Aurelie di dalam sana yang tampak kesakitan menahan kontraksi yang semakin lama menjadi semakin intens.


"Sayang, kau kuat. Kau pasti baik-baik saja."


"Tapi ini sakit," rintih Aurelie.


Di luar ruangan Ny. Daneila yang sudah sampai pun merasa khawatir dengan keadaan Aurelie. Ia duduk di kursi tunggu dengan perasaan tidak tenang.


Sedangkan Tn. Lefrand dan Ny. Stefanie sendiri tidak bisa menunggu di rumah sakit karena keberadaan mereka yang jauh di Paris. Namun begitu mendapat kabar Aurelie akan melahirkan, dua orang tua itu segera mencari penerbangan paling awal untuk kembali ke Singapura.


"Sayang, ssaaakiiiiittt." rintih Aurelie sambil meremas tangan Antonio. Dengan setia Antonio berada di samping Aurelie untuk menguatkannya. Bahkan dia pun rela membiarkan tangannya menjadi sarana bagi Aurelie menyalurkan rasa sakitnya. Bekas cakaran serta cengkraman di tangan Antonio menjadi bukti bagaimana rasa sakit yang di rasakan Aurekie demi melahirkan sang buah hati.


Antonio semakin tidak tega melihat wajah pucat Aurelie yang disertai linangan air mata yang lolos begitu saja. Hingga akhirnya seorang perawat mengatakan bahwa Aurelie sudah memasuki pembukaan kesepuluh dan bayinya pun sudah siap di lahirkan.

__ADS_1


Tubuh Antonio menegang, ia merasa ragu untuk tetap berdiri disana. Karena mungkin saja ia tidak sanggup menyaksikan dengan kedua matanya sendiri proses persalinan yang diwarnai oleh rintihan serta jeritan kesakitan sang istri. Bahkan tanpa sadar air mata yang sudah lama menggenang di sudut mata Antonio pun lolos begitu saja saat suara tangis bayi mulai terdengar.


Begitupun dengan Aurelie, di sisa-sisa tenaganya. Ia menangis haru mendengar tangis nyaring bayi yang ia lahirkan. Hingga rasa sakit yang sebelumnya hampir membuatnya ingin mati tidak terasa lagi.


"Putranya tampan sekali, seperti papanya." puji dokter yang kemudian menyerahkan bayi Aurelie kepada perawat untuk di bersihkan.


"Terima kasih, sayang. Terima kasih sudah berjuang melahirkan putra kita. Kau hebat sekali, aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu. Terima kasih sudah bertahan di sisiku dan ikut berjuang bersama."


Antonio hanya tersenyum dan langsung menghujani Aurelie dengan ciuman di seluruh wajahnya dan terus mengucapkan terima kasih. Aurelie pun tampak sangat bahagia, karena rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan berganti dengan sebuah kebahagiaan setelah mendengar tangis nyaring putra mereka. Yang ia rasa seperti sebuah keajaiban.


Antonio diminta untuk keluar ruangan karena dokter akan melakukan proses jahit di bagian ****** Aurelie yang robek.


Di luar, ia langsung memeluk mertuanya yang sudah menunggu dengan erat.


"Aku sudah resmi menjadi ayah, Bu." ucap Antonio penuh haru.


"Iya, sekarang kalian sudah menjadi orangtua. Selamat ya, nak."


Antonio meregangkan pelukannya dan menatap Ny. Daneila.


"Bu, terima kasih karena sudah melahirkan Aurelie sehingga dia bisa menjadi istriku."


"Terima kasih juga, karena kau sudah menjadi suami terbaik untuk putri ibu."


Dan mereka pun berpelukan kembali.


Seorang perawat berjalan menghampiri Antonio dan Ny. Daneila, ia terlihat tengah menggendong bayi yang sudah dipastikan adalah bayi yang baru saja di lahirkan oleh Aurelie.

__ADS_1


"Ini putra anda, Tuan. Sangat cantik dan sehat." perawat itu mengulurkan bayi di tangannya yang baru beberapa menit dilahirkan pada Antonio. Antonio merasa takjub dengan bayi itu dan menatapnya tak percaya.


"Antonio, ambil putramu." kata Ny. Daneila menyadarkan lamunan Antonio.


"Ah, i iya." Dengan hati-hati Antonio mengambil alih putrinya dalam buaiannya. Matanya tampak berkaca-kaca menatap bayi mungil yang kini berada di dekapannya.


"Bu, ini putraku." ucap Antonio penuh haru.


"Iya, itu putramu." Ny. Daneila mengusap-usap punggung Antonio dengan terus tersenyum menatap cucu pertamanya.


.


.


.


.


.


.


.


EXTRA PART TINGGAL 1 CHAPTER LAGI.


🤗🤗🤗


TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG YANG MASIH SETIA DENGAN BDMIN.

__ADS_1


BORAHAE 💜


__ADS_2