
tok
tok
tok
"Sena, bangunlah. Makanannya sudah siap." kata Albert dari luar kamar Sena.
"Emm, apakah dia masih tidur." gumam Albert.
ceklek,
"Manisnya, saat tidur seperti ini dia seperti kucing kecil." kata Albert pelan sembari menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah Sena.
Seketika pandangan Albert terfokus pada bibir pink alami milik Sena, membayangkan betapa manisnya bibir itu bila berada di dalam mulutnya.
glek
Albert menelan ludah, gairah lelakinya menginginkan bibir itu. Tapi sisi malaikatnya berkata untuk jangan mengambil keuntungan saat Sena tengah tertidur.
"Eeeenghh"
Sena menggeliat, mengerjapkan matanya.
"Makanannya sudah sampai?" tanya Sena dengan suara khas bangun tidur.
"Ah, iya. Makanannya sudah sampai. Aku kemari ingin membangunkanmu." jawab Albert salah tingkah.
"Emm, ayo. Aku juga sudah mulai lapar." ajak Sena berdiri meninggalkan ranjangnya.
"Se sebentar." cegah Albert dengan memegang lengan Sena dan menarik Sena ke hadapannya.
cup
Albert mengecup bibir Sena lalu dengan sekejap melumatnya dengan lembut. Awalnya Sena merasa kaget dengan serangan Albert yang tiba-tiba. Sena tersenyum, memejamkan matanya dan membalas ciuman Albert dengan sama lembutnya. Merasa mendapatkan sinyal dari Sena, Albert menarik Sena dalam dekapannya tanpa melepaskan tautan mereka. Suara decapan mereka berdua terdengar bagai melodi indah yang menggema di kamar itu.
Perlahan Albert merebahkan tubuh Sena di atas ranjang dan mengurungnya di bawah dekapan. Saat tangan Albert berusaha membebaskan kancing baju yang ia kenakan, tiba-tiba Sena mendorong keras Albert sehingga Albert melepaskan ciumannya.
"Ja jangan, kita tidak boleh melakukan ini." kata Sena lirih dengan nafas tersengal.
Albert tersadar dan,
Cup
__ADS_1
Albert mengecup kening Sena kemudian merapikan kembali baju Sena yang sebelumnya telah sedikit berantakan dibuatnya.
Sena bangun dan mendudukkan dirinya di pinggir ranjang.
"Maafkan aku, karena kelewatan." kata Albert sembari mengelus pipi Sena membuat Sena tersenyum dan menggangguk.
"Ayo, kita ke ruang makan." ajak Albert.
Sesampainya di ruang makan,
"Kenapa daddy lama sekali membangunkan mommy? Aku kelaparan jadi makan terlebih dahulu." kata Alnorld.
"Mommymu ini tidur seperti ****, sulit sekali dibangunkan son." kata Albert bohong membuat Sena melirik tajam ke arahnya.
"Ayo makan." ajak Albert mengalihkan tatapan tajam dari Sena.
Akhirnya mereka bertiga pun makan dalam diam.
"Aku sudah selesai, aku akan kembali ke kamar. Makanlah yang banyak sayang." kata Sena mengelus kepala Alnorld.
Sena mengerjapkan matanya, gelap.
"Sudah gelap ternyata, aku tidur lama sekali." gumam Sena mendudukkan dirinya.
Sena bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena badannya sudah terasa lengket. Setelah selesai dan mengganti bajunya, Sena keluar kamar untuk melihat Alnorld.
"Daddy juga menyayangimu, son."
Sena mengerutkan dahinya, mendengar obrolan Alnorld dan Albert dari depan kamarnya.
"Albert masih disini?" tanya Sena pada dirinya sendiri.
Sena berjalan mendekat ke ruang tamu, tempat dimana suara Alnorld dan Albert terdengar.
deg
deg
deg
Jantung Sena berdebar, hatinya menghangat melihat kedekatan Alnorld dan Albert. Sena pun bergegas mengabadikan moment indah itu diam-diam.
cekrek
__ADS_1
Sena tersenyum menatap foto yang baru saja diabadikannya.
"Mommy?" panggil Alnorld menyadarkan Sena.
"Eh, hai sayang."
"Mommy menguping ya?" tanya Alnorld curiga.
"Hah? NO. Mommy tidak menguping." jawab Sena kaget dengan tuduhan Alnorld.
"Tapi kenapa tadi mommy senyum-senyum sendiri disana?" tanya Alnorld tak percaya.
"Hei, sudahlah. Mommymu tidak mendengar apa yang barusan kita bicarakan." kata Albert membela Sena.
"Memangnya tadi kalian membicarakan apa?" tanya Sena penasaran.
"Mommy tidak perlu tau. Ini urusan laki-laki." kata Alnorld ketus.
"Ya Tuhan, putraku kenapa sangat ketus padaku." batin Sena.
"Kalian sudah makan?" tanya Sena mencairkan suasana.
"Belum, aku lapar sekali. Karena nyonya rumah tidur terlalu lama." kata Albert menyindir.
"Baiklah, aku akan memasakkan makan malam untuk kalian. Bagaimana dengan spagetti dengan potongan ayam, baso dan beberapa sayuran?" tanya Sena.
Albert dan Alnorld dengan kompak memberikan jempolnya tanda setuju. Lagi-lagi Sena tersenyum melihat kekompakan antara ayah dan anak itu. Like father, like son. Right?
#################
Selamat malam minggu, all...
Malmingan kemana, nih?
Kalau author barusan dinner berdua bareng cuamik di luar, buat ngerayain 2nd wedding anniversary.
Kok berdua, thor?
Iya, soalnya anggota keluarganya masih baru dua. Belum nambah. hehehe. Do'anya ya, semoga Anniversary selanjutnya sudah nambah anggota di KK. 😁😇
Happy reading, all...
__ADS_1
Author minta do'anya yang baik-baik ya...
Do'a kalian sangat berarti bagi author dan cuamik. Thank you very much 😘