Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 189 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Setelah semua menu yang di masak matang, Aurelie juga ikut membantu untuk menyusun makanan di meja makan. Ia begitu senang melakukan banyak hal dengan para maid. Begitu juga para maid yang awalnya merasa canggung dengan Aurelie, dengan cepat mereka bisa menjadi sangat akrab.


Mendengar langkah kaki, Aurelie segera meninggalkan makanan yang sudah tersusun di meja makan. Dan menghampiri pemilik langkah kaki tersebut.


"Anda sudah pulang, pak Presdir?"


"Kenapa kau masih memanggilku pak Presdir?" tanya Tn. Lefrand heran.


"Ah, maaf. Apakah papa ingin langsung makan malam? Semuanya sudah siap di meja makan."


"Aku akan ke atas untuk ganti baju terlebih dahulu,"


"Baik, pa."


Baru beberapa langkah, Tn. Lefrand pun berhenti dan berbalik menatap gadis yang baru beberapa hari menjadi menantunya itu,


"Aurelie,"


"Ya, pa?"


"Jangan terlalu kaku, karena sekarang aku ini papamu juga."


"Iya, pa." kata Aurelie tersenyum.


Aurelie menatap punggung Tn. Lefrand yang semakin menjauh dengan tatapan hangat. Ia begitu merasa bahagia karena diterima sebagai menantu oleh atasan tertinggi di tempatnya bekerja.


Setelah Tn. Lefrand hilang dari pandangannya, Aurelie pun kembali ke kamar untuk membangunkan Antonio.


ceklek,


"Ku kira kau tidur?" tanya Aurelie begitu melihat Antonio duduk bersandar di ranjang dengan laptop di pangkuannya.


"Emm, tiba-tiba ada dokumen yang perlu ku periksa. Apakah makan malamnya sudah siap?"


"Iya, ayo kita turun. Papa juga sudah pulang dan akan segera makan bersama kita."

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar. Biar ku tutup laptopku dulu."


Antonio dan Aurelie sampai meja makan lebih dulu dari pada Tn. Lefrand. Sembari menunggu, Aurelie memotong kan buah untuk Antonio.


"Kalian ini jangan sengaja membuatku iri." kata Tn. Lefrand yang tiba-tiba sudah berada di dekat meja makan.


"Maklumi kami yang masih pengantin baru, pa." kata Antonio melucu sedangkan Aurelie hanya tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu.


"Mari makan, pa." ajak Aurelie yang langsung beranjak untuk meladeni dua pria dewasa di meja makan.


"Sayang, kami bisa melakukannya sendiri." kata Antonio saat melihat Aurelie yang mulai mengambilkan nasi dan bermacam lauk di piringnya dan piring papanya.


"Antonio benar, nak."


"Tidak apa-apa, pa. Aku senang melakukannya."


Mereka bertiga makan dengan suasana yang hangat, di selingi obrolan ringan yang membuat makan malam menjadi terasa lebih nikmat.


Seusai makan, Tn. Lefrand meminta Antonio untuk datang ke ruang kerjanya. Karena ada hal penting yang ingin Tn. Lefrand diskusikan.


"Siap, pak." Aurelie memberikan hormat kepada Antonio atas perintahnya untuk bercanda.


"Kau ini," kata Antonio sambil mencubit hidung Aurelie karena gemas dengan tingkah istrinya itu kemudian segera menyusul Tn. Lefrand ke ruang kerja.


ceklek,


"Pa?" sapa Antonio pada Tn. Lefrand yang terlihat sudah menunggunya.


"Duduklah," Tn. Lefrand menyuruh Antonio untuk duduk di depannya.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang serius?"


"Ini, bacalah."


Antonio mengambil dan mulai membaca dokumen yang berikan papanya.

__ADS_1


"Pa, kenapa hal ini tidak bicarakan dulu denganku?" tanya Antonio dengan sebal setelah mengetahui isi dari dokumen yang ia terima.


"Nak, kau tahu sendiri. Papa sudah sering mencoba untuk berbicara padamu tentang masalah ini. Papa sudah lelah dan semakin menua. Papa ingin pensiun dan menyusul mamamu di Paris."


"Kapan papa menyiapkan semua ini?" tanya Antonio, menunjuk dokumen pengalihan jabatan Presdir yang di berikan oleh Tn. Lefrand.


"Belum lama ini. Saat kau sedang asyik berbulan madu." jawab Tn. Lefrand santai.


"Waaah, aku merasa telah di jebak sekarang. Ternyata papa dan mama bersekongkol ya. Menyuruhku segera pergi berbulan madu untuk menyiapkan ini semua."


"Sudahlah, terima saja. Toh cepat atau lambat hal ini akan terjadi."


"Hah, baiklah. Aku pun sudah tidak bisa menolak."


"Bagus kalau kau memahami itu. Papa akan kembali ke kamar dan menelpon mamamu. Papa harus memberinya kabar bahagia ini. Papa akan segera menyusul mamamu dan menikmati hidup di masa tua kami." kata Tn. Lefrand yang bahagia bak anak kecil yang baru saja di beri permen. Kemudian beranjak dan meninggalkan Antonio begitu saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih buat kalian yang masih setia.


Semoga besok Author udah bisa UP lagi tiap hari.

__ADS_1


See you.


__ADS_2