Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 77


__ADS_3

Benar saja, keesokan paginya berita tentang skandal pewaris QL Group memenuhi timeline yang dengan cepat menjadi tranding topik.


"Aku baru sadar, ternyata aku seterkenal itu." kata Albert menyeringai.


"Dasar kau ini, anak nakal." saut Jesica.


"Hah, sudahlah. Apa yang harusnya terjadi biarlah terjadi. Oh iya, kapan kau akan mengajak Sena pergi honeymoon?" tanya Jeremy.


"Lusa, aku akan mengajak Sena dan Alnorld ke Paris." jawab Albert.


"Kenapa kau bawa Alnorld?" tanya Jesica.


"Ya kan dia putraku." jawab Albert santai.


"Bukan begitu, kalian harus memiliki waktu berdua agar Alnorld bisa segera memiliki adik." kata Jesica menghadap Albert.


Bbrrruuuff


Albert secara refleks menyemburkan air yang diminumnya.


"Hiaaa, kau ini jorok sekali." teriak Jesica.


"Ah, aku lupa tidak memikirkan itu. Tapi bagaimana lagi, mom. Alnorld akan sedih kalau tinggalkan dia." kata Albert memasang wajah panik.


"Soal itu, serahkan pada mom. Mom dan dad akan berlibur ke Bali jadi kami juga bisa membawa Alnorld sekalian." kata Jesica memberi solusi.


"Ah, itu ide yang bagus. Tapi bagaimana caraku mengatakannya pada Sena dan Alnorld?" tanya Albert menyandarkan punggungnya pada kepala sofa untuk berfikir.


"Kau bicaralah pada Sena. Soal Alnorld serahkan saja pada mom." kata Jesica lagi.


"Oke. Aku akan mencari Sena sekarang." kata Albert.


Albert berjalan setengah berlari menuju dapur dimana Sena berada.


"Sayang, Sena?" panggil Albert setengah berteriak.


"Ya, aku disini." jawab Sena.


"Ada yang ingin kubicarakan." kata Albert kemudian.


"Bisakah nanti saja? Aku sedang sibuk." kata Sena.


"Emm, baiklah."


"Sekarang, ayo panggil Arnold, mom dan dad untuk makan." ajak Sena.


"Siap, Nyonya." kata Albert meniru gara seorang pelayan.


Setelah itu segeralah seluruh anggota keluarga Nero menyantap makan malam bersama. Beberapa obrolan kecil menceriakan suasana di meja makan bersamaan dengan suara denting sendok dan garpu yang bertabrakan.


Seusai makan malam, Sena memohon ijin lebih dulu untuk menemani Alnorld belajar.

__ADS_1


"Haruskah aku belajar?" tanya Alnorld malas.


"Hmm, kenapa?"


"Aku bosan mommy, kenapa aku harus belajar sesuatu yang sudah ku pahami." kata Alnorld menempatkan kepalanya di atas meja.


"Tidak ada salahnya untuk mengulang, sayang." kata Sena lembut.


"Hah, baiklah. Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mommy."


"Sudah ayo mulai belajarnya. Mommy akan menemanimu."


Sementara itu di ruang keluarga Albert, Jeremy dan Jesica mengobrol santai. Hingga tiba-tiba seseorang datang mengalihkan fokus mereka.


"Selamat malam."


"Will."


"Hai, paman bibi dan pengantin baru. Apa kabar? Oh iya, paman bibi orang tuaku menitip salam untuk kalian."


"Apa-apaan orangtuamu itu. Baru juga kemarin bertemu, sekarang sudah titip salam saja. hahaha. Ya, sampaikan saja salam kami kembali." kata Jesica.


"Tentu, bibi."


"Haaaah, sepertinya dad sudah butuh istirahat. Will, paman tinggal dulu ya. Kalian berbincanglah." pamit Jeremy kemudian meninggalkan ruang keluarga.


"Mom juga mau istirahat, nanti akan mom minta maid untuk menyiapkan minum dan beberapa camilan untuk kalian." kata Jesica kemudian menyusul sang suami.


"Terima kasih bibi. Selamat istirahat." kata William yang di balas anggukan serta senyuman dari Jesica.


"Santai saja. Oh iya, bagaimana Keyla?" tanya Albert.


"Keyla? Kau kenal dia?" tanya William kaget.


"Emm, ya. Kalau tidak salah minggu depan dia sudah mulai magang di QL Group." kata Albert santai.


"Apa?" tanya William lebih kaget lagi.


"Hee? Kau tidak tahukah kalau Keyla secara pribadi memohon kepadaku untuk magang di QL? Katanya dia mengidolakanku." kata Albert narsis, berniat menggoda William.


"Gadis itu benar-benar tidak terduga." kata William masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kau, sudah membuang perasaanmu untuk istriku kan?" tanya Albert menyelidik.


"Oh iya, dimana Sena?" tanya William tidak menggubris pertanyaan Albert membuat Albert mendengus kesal.


"Al, ada tamukah?" tanya Sena berjalan ke arah mereka.


"Sena?" sapa William tersenyum kemudian berdiri dari duduknya.


"Will? Ya Tuhan, bagaimana kabarmu? Kenapa kau baru menampakkan diri?" tanya Sena berjalan cepat ke arah William dan memeluknya

__ADS_1


"Ehhem." Albert memberikan interupsi.


"Eh, maaf." kata Sena melirik takut ke arah Albert.


"Kau ini pelit sekali. Sekarang Sena kan sepupuku, tidak apa kan memberi sebuah pelukan saja." kata William protes namun Albert masih memasang wajah garangnya menatap William.


"Al..." panggil Sena memberi isyarat kepada Albert agar tidak marah kemudian duduk di samping Albert.


"Hmm, baiklah. Aku tidak akan marah." kata Albert seolah paham dengan kode sang istri kemudian memeluk pinggang Sena dengan posesif, seolah ingin menunjukkan pada William bahwa Sena adalah miliknya.


William menatap pemandangan di depannya dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Oh iya, Sena. Harusnya aku yang bertanya tentang kabarmu? Aku dengar dari ibuku kalau kau mengalami kecelakaan bahkan harus melakukan treatment di America agar bisa pulih." tanya William cemas.


"Seperti yang kau lihat, aku sudah baik-baik saja. Lukamu, apakah sudah pulih sepenuhnya?" tanya Sena balik.


"Sama sepertimu, sekarang aku juga baik-baik saja. Oh iya, dimana si jagoan kecil?" tanya William antusias mengingat keberadaan Alnorld.


"Dia tidur. Katanya dia bosan belajar, jadi dia memilih untuk tidur lebih cepat." jawab Sena.


Albert terus menatap William dengan tajam membuat William menjadi tidak nyaman.


"Emm, sepertinya ini sudah malam. Sudah waktunya aku pamit." kata William ingin menyudahi suasana horor di depannya.


"Kenapa buru-buru?" tanya Sena tidak menyadari suasana horor tersebut.


"Hah, aku juga sebenarnya ingin tinggal lebih lama. Tapi aku tidak ingin membuat seseorang marah karena menghalanginya untuk melakukan sesuatu." kata William melirik Albert, membuat Albert mendengus kesal.


"Aku tidak mengerti maksudmu. Tapi ya sudah kalau kau mau pulang sekarang. Hati-hati ya. Salam untuk paman dan bibi." kata Sena tersenyum.


"Oke. Hei sepupu, senyumlah. Sekarang aku akan pergi. Bye." kata William kemudian berbalik pergi meninggalkan Albert dan Sena.


.


.


.


.


.


###########


Yarobun,


Novel ini belum tamat ya.


Yang kemarin itu cuma prank. Oke.


Jadi ikuti terus kisah mereka, yaa...

__ADS_1


Happy reading and Happy holiday, semuanya.


NB : Author minta VOTE dan ucapan Selamat Tahun Baru, boleh?


__ADS_2