
HAPPY READING,
______________________
Satu bulan kemudian,
Suara pintu terbuka menampakkan wanita bertubuh mungil dengan pakaian khas seorang sekretaris. Wanita itu berjalan mendekat tanpa menyapa si pemilik ruangan itu.
"Ada apa, pak?" tanya Aurelie begitu sampai di depan sang pemilik ruangan terbesar di perusahaan itu.
"Kemarilah," seorang pria dewasa menepuk pahanya, mengisyaratkan agar Aurelie duduk di pangkuannya.
Dan dengan cepat Aurelie menggelengkan kepalanya, menolak perintah pria dengan jabatan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja itu.
"Hah, kenapa sulit sekali mengajakmu bermesraan disini."
"Karena disini adalah kantor, pak. Tempat untuk bekerja, bukan bermesraan. Bapak bisa bermesraan dengan istri bapak di rumah sepulang kerja." jawab Aurelie dengan tetap berusaha bersikap profesional.
"Sayang, kau tahu kan alasan kenapa aku tidak membiarkanmu resign seperti permintaan mama? Itu karena aku ingin bisa terus bermesraan denganmu. Bahkan kalau mungkin, aku ingin memakanmu juga disini."
Aurelie memutar bola matanya jengah, kemudian mencubit pipi atasannya yang tak lain adalah Antonio Lefrand, suaminya sendiri. Yang baru satu Minggu dilantik menjadi Presdir menggantikan Tn. Lefrand, ayah mertuanya.
"Sudah ku katakan, jaga ucapanmu saat di kantor. Kau harus memberi contoh yang baik untuk para karyawan."
"Tapi kan disini hanya ada kita berdua."
"Tetap saja, tidak boleh. Karena hal itu bisa menjadi kebiasaan."
__ADS_1
"Hah, sebenarnya aku memanggilmu kemari agar bisa menghibur dan mengisi ulang semangatku. Tapi kau malah memarahiku. Aku sudah sangat lelah bekerja, kenapa kau tidak memberiku ciuman saja sebagai hadiah."
"Oke oke, satu kali saja. Tutup matamu." kata Aurelie yang kemudian berjalan ke samping mendekati Antonio.
Aurelie bersiap untuk memberikan satu kecupan di bibir Antonio, dan dengan singkat kecupan itu pun di daratkannya. Saat Aurelie berniat menegakkan kembali kepalanya, dengan cepat tangan besar Antonio menahan tengkuk leher Aurelie, memaksa untuk menciumnya lebih dalam lagi.
Aurelie terhentak sesaat, namun rasa nyaman yang diberikan Antonio membuatnya jatuh terlena. Ia pun mulai mengikuti ritme permainan bibir yang dimulai oleh suaminya itu.
Satu tangan Antonio, mulai tak bisa diam menganggur. Dengan gesit, tangannya membuka tiga kancing teratas baju Aurelie, dan menelusupkan tangannya ke dalam. Meremas kedua gundukan istrinya secara bergantian. Yang membuat desahan Aurelie keluar di sela-sela ciuman mereka.
Hingga nafas keduanya mulai tersengal, ciuman itupun berhenti.
Antonio menyandarkan kepalanya di pundak Aurelie dengan nafas yang belum kembali normal.
"Haruskah kita pulang atau mencari hotel terdekat?" tanya Antonio dengan suara beratnya.
Antonio menghela nafasnya kasar,
"Hah, jamuan makan sialan itu. Bolehkah jika kita tidak usah hadir?"
"Mana mungkin? jamuan itu kan di adakan untuk merayakan kenaikan jabatanmu." kata Aurelie sambil membelai rambut suaminya.
***
Tamu undangan bertepuk tangan dengan sangat meriah setelah Antonio menutup kata sambutannya. Tatapan kagum dan bangga dari banyak orang tertuju pada bintang acara pada malam ini yang tak lain adalah Antonio Lefrand. Yang baru saja menerima jabatan baru sebagai Presiden direktur salah satu perusahaan properti terbesar di Singapura.
Sudah dua jam acara di mulai. Semua tamu undangan tampak sangat menikmati berbagai makanan yang di hidangkan begitu juga dengan musik hiburan yang menambah meriah acara malam ini.
__ADS_1
Di sisi lain, Antonio dan Aurelie sibuk menyapa para tamu undangan yang terdiri dari berbagai kalangan. Banyak yang memuji keberhasilan Antonio dalam menjalankan perusahaan di usianya yang terbilang masih muda. Membuat Aurelie yang selalu berada di samping Antonio menjadi sangat bangga pada suaminya itu.
Di bantu dengan kehadiran Tn. Lefrand dan Ny. Stevanie, setidaknya Antonio dan Aurelie tidak terlalu kuwalahan dengan banyaknya tamu.
Setelah memiliki waktu yang sedikit longgar, Antonio mengajak Aurelie untuk menghirup udara segar di balkon.
"Akhir pekan ini, kita ke rumah ibu ya." kata Antonio begitu mereka tinggal berdua saja.
"Wah, apakah sekarang suamiku bisa membaca pikiranku? sebenarnya, beberapa saat yang lalu aku juga memikirkan hal itu." kata Aurelie tersenyum manis.
"Tentu saja aku tahu, karena kita sudah saling terhubung. Oh iya, walau mungkin sedikit terlambat. Aku ingin mengatakan padamu, kalau kau sangat cantik malam ini." puji Antonio seraya mengecup singkat pipi Aurelie.
Dari kejauhan, Tn. Lefrand dan Ny. Stevanie menatap anak dan menantunya itu dengan bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BORAHAE YAROBUN 💜