
Hari berikutnya,
Sena tidak menemukan Albert di ruang rawatnya sejak bangun pagi tadi. Dia menjadi sedikit sedih karena pria itu pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya. Baru kemarin mereka bisa saling mencurahkan rasa, dan hari ini Albert sudah mulai membuat Sena sebal kembali.
ceklek
"Selamat pagi, nona Sena."
"Selamat pagi, suster."
"Hari ini nona akan menjalani rontgen ulang untuk persiapan transfer perawatan ke amerika, ya. Nanti sore akan ada petugas yang membantu nona untuk bersiap ke ruang radiologi." kata suster sembari memeriksa tekanan darah Sena.
"Hah?"
"Kenapa nona kaget? Bukankah hal ini di atur oleh calon suami nona?"
"Oh, bukan apa-apa suster." jawab Sena tersenyum kikuk.
"Nona sangat beruntung memiliki calon suami seperti Tuan Albert yang mau mengusahakan yang terbaik untuk nona." kata suster membuat hati Sena menghangat.
"Baiklah, saya sudah selesai memeriksa tekanan darah hari ini. Saya permisi, nona."
"Terima kasih, sus."
----------------"---------------
"Jadi, daddy sudah menemukan mommy?"
"Yap."
"Kapan kita bisa bertemu mommy? Aku sangat merindukannya."
"Nanti sepulang kau sekolah, daddy akan membawamu menemui mommy. Mommy juga pasti akan sangat senang bertemu denganmu."
"Benar ya, daddy. Sepulang sekolah nanti daddy akan membawaku untuk bertemu mommy."
"Tentu saja, son. Sekarang masuklah dan belajar dengan baik."
__ADS_1
"Oke, sampai jumpa siang nanti daddy. I love you."
"Love you too, son."
Alnorld berlari masuk ke dalam sekolah, senyum Alnorld begitu merekah semenjak Albert mengatakan bahwa ia sudah menemukan Sena. Tentu saja hal itu membuat hati Albert menjadi lebih tenang. Karena semenjak hilangnya Sena yang tanpa kabar Alnorld tak henti-hentinya diam termenung bahkan sering kali menolak untuk makan.
Setelah Alnorld tidak lagi terlihat, Albert melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan sekolah Alnorld menuju ke perusahaan keluarganya yang sudah beberapa hari ini ia abaikan.
Sesampainya di perusahaan,
"Selamat pagi, bos." sapa Evan.
"Pagi. Van, temui aku di ruangan sekarang."
"Baik, bos."
Tanpa menunggu teguran dari Albert, Evan segera mengekor di belakang Albert memasuki ruangan bosnya itu.
"Kosongkan jadwalku untuk empat bulan ke depan."
"Hah? empat bulan, bos?"
"Emm, maaf bos. Kalau boleh tahu, kenapa bos mengajukan cuti selama itu?"
"Aku akan menemani Sena untuk melakukan treatment di Amerika. Aku sudah berkonsultasi dengan salah satu dokter spesialis orthopedi dan spesialis saraf terbaik di Amerika. Dan dengan kondisi Sena yang seperti sekarang ini, kemungkinan untuk pulih memerlukan setidaknya empat bulan bahkan bisa lebih untuk treatment."
"Baiklah, bos. Saya akan ikut membantu dan menghandle jadwal bos selama cuti."
"Terima kasih, van. Kau memang bisa di andalkan." kata Albert sembari menepuk bahu Evan.
---------------"--------------
Siang hari,
"Aku bosan sekali." gumam Sena yang hanya bisa merebahkan tubuhnya di atas bed pesakitan.
ceklek
__ADS_1
"MOMMY!!!!" panggil Alnorld yang langsung berlari memeluk Sena.
"Sayang, kau kemari?"
"Aku merindukan, mommy."
"Mommy juga merindukanmu, sayang."
"Apakah kau merindukanku juga?" tanya Albert yang tiba-tiba mendekat setelah meletakkan barang bawaan di atas meja.
"Tidak, untuk apa aku merindukanmu."
"Wah, son. Mommymu ternyata tidak merindukan daddy. Padahal sore nanti daddy berencana membawa mommymu berjalan-jalan ke taman. Huh, daddy akan kembali ke kantor sajalah kalau begitu." kata Albert berpura-pura ngambek, membalikkan badan dan siap melangkah pergi.
"Tunggu, a aku ingin jalan-jalan. Disini sangat membosankan." rengek Sena.
"Aku akan membawamu jalan-jalan kalau kau mau mengatakan I LOVE YOU padaku sekarang." kata Albert membuat Sena terbelalak.
"Daddy, berhentilah menggoda mommy. Mommy adalah seorang pasien sekarang."
Sena tersenyum dan mengelus kepala Alnorld setelah mendengar celotehan putranya itu yang memarahi Albert.
"Baiklah-baiklah, aku akan berhenti sekarang. Demi permaisuriku yang cantik dan pangeranku yang tampan aku bersedia untuk mengalah." kata Albert mengehela nafas panjang dan melirik keduanya.
Dan setelah itu mereka bertiga pun tertawa bersama.
#############
Readersku sayang, kenapa kalau author up lebih dari satu selalu hanya chapter terakhir yang banyak di like? Sedangkan chapter yang di UP lebih dulu lebih sedikit.
Apakah readers kelewatan untuk like, sebab tidak sabar membaca chapter selanjutnya?
hehehe.
Usahakan untuk tidak melewatkan like pada setiap chapter ya, readersku tersayang.
I love you,
__ADS_1
Salam dari author yang banyak maunya.
😆😆😆