
SELAMAT MEMBACA,
MAAF KARENA SEMPAT MENGHILANG BEBERAPA HARI 😁
______________________________________
"Apakah aku akan jadi kejam kalau membiarkannya tidur di sofa?" gumam Antonio menatap Aurelie yang tidur begitu pulas di sofa.
Kendati hanya di sebuah sofa, Aurelie cukup nyaman untuk tidur. Karena ukuran sofa yang besar, membuat tubuh mungil Aurelie leluasa untuk bergerak disana.
Antonio menuju tempat tidur mengambil selimut, kemudian menyelimuti Aurelie dengan pelan. Dan setelah itu ia pun kembali ke tempatnya untuk tidur juga.
***
Hari berikutnya, menjadi hari yang benar-benar sibuk. Sejak pagi hingga sore, Antonio berada di lokasi proyek untuk peninjauan langsung serta melakukan negosiasi dengan para pekerja proyek. Aurelie selalu setia di samping Antonio, kemana pun Antonio berada Aurelie akan selalu mengekorinya.
"Pak,"
"Iya, ada apa?"
"Apakah Anda baik-baik saja? Anda terlihat agak pucat. Sebenarnya sejak tadi saya ingin menanyakan ini, tapi karena anda terlihat sangat sibuk saya pun mengurungkannya. Ini sudah sore, dan anda belum makan siang. Dan tadi pagi anda hanya makan sedikit hidangan dari hotel."
Antonio tidak menjawab perkataan Aurelie dan melihat jam tangannya. Dan benar saja, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore lebih. Karena terlalu sibuk dan fokus dengan permasalahan disini ia sampai lupa dengan jam makannya.
"Ayo kita cari tempat makan terdekat." ajak Antonio.
Setelah berjalan sebentar, akhirnya mereka menemukan sebuah restoran kecil yang tampak sederhana dari luar. Tanpa banyak berfikir, Antonio pun masuk terlebih dahulu dan di ikuti oleh Aurelie.
Mereka memesan beberapa menu pada pelayan, dan saat pelayan baru saja beranjak pergi Aurelie memanggilnya kembali.
"Apakah buatkan secangkir mint tea?"
"Baik, nona."
Aurelie memperhatikan Antonio yang sedari tadi terus mengalami batuk-batuk kecil. Hingga ia berfikir jika bosnya mungkin mengalami radang tenggorokan karena berjemur di bawa terik matahari karena memantau proyek dan juga kurangnya minum.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya apa yang mereka pesan pun datang. Antonio bersiap untuk makan saat dimana tiba-tiba Aurelie menyodorkan cangkir berisi mint tea padanya.
"Minum ini dulu, pak."
"Aku kan tidak pesan itu."
__ADS_1
"Saya yang berinisiatif memesan ini, karena saya lihat tenggorokan Anda sedang tidak enak. Cobalah, saya jamin setelah meminumnya tenggorokan Anda akan terasa lebih baik.
Antonio mengambil cangkir teh itu dan meminumnya sampai habis. Dan ternyata benar apa yang dikatakan Aurelie, hangatnya teh di tambah sensasi mint yang di dalam mulutnya dan membuat tenggorokannya menjadi lebih baik.
"Terima kasih," ucap Antonio tulus dengan sebuah senyuman.
Dan setelah itu mereka berdua pun segera menikmati makan siang yang tertunda.
***
Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat Antonio dan Aurelie kembali ke hotel. Karena kelelahan, ia bahkan tidak lagi mempermasalahkan soal sekamar dengan Antonio. Ia sudah malas berbicara, dan juga sofa di kamar itu cukup nyaman untuk ia tempati.
Aurelie langsung merebahkan dirinya di sofa begitu sampai di dalam kamar.
"Cobalah tanya pada resepsionis, apakah sudah ada kamar kosong."
"Tidak perlu, pak. Saya cukup nyaman tidur disini." tolak Aurelie yang sudah memejamkan matanya.
Antonio tak menanggapi jawaban Aurelie dan memilih untuk beristirahat juga.
Saat dinihari Aurelie terbangun, dan lagi-lagi ia menemukan selimut yang menutupi tubuhnya. Ia beranjak hendak mengambil minum karena tenggorokannya terasa kering. Namun, suara rintihan Antonio menghentikannya.
Dengan khawatir Aurelie mendekati Antonio, ia terkejut melihat wajah Antonio yang menjadi lebih pucat dari pada sore tadi. Bahkan keringat dingin terlihat membanjiri badan Antonio yang tidak tertutup selimut sama sekali.
"Pak, apa anda baik-baik saja?" Aurelie menyentuh dahi Antonio dan Aurelie semakin menjadi khawatir. Karena demam Antonio sangat tinggi.
Aurelie hendak beranjak mencari sesuatu untuk menurunkan demam Antonio, namun tiba-tiba saja tangan Antonio mencekalnya.
"Jangan kemana-mana, tolong disini saja."
"Saya tidak akan kemana-mana, pak. Saya hanya ingin mencari obat demam di tas. Sebentar, ya." kata Aurelie halus.
Aurelie melepas dengan lembut cekalan tangan Antonio dan bergegas mencari tasnya. Ia ingat jika sebelum berangkat, sang ibu memberikannya pouch kecil yang berisi obat-obatan sederhana. Bersyukur dengan hal itu, ternyata apa yang diberikan ibunya benar-benar berguna.
Aurelie merasa lega ketika menemukan obat penurun panas di dalam pouch itu. Ia mengambilnya, membuka satu tablet obat dan membawanya pada Antonio beserta segelas air.
Aurelie meletakkan gelas di nakas, kemudian membantu Antonio untuk duduk. Aurelie menyodorkan obat itu pada Antonio, namun Antonio menolak dan tidak mau membuka mulutnya.
"Anda harus minum ini, agar demamnya bisa turun."
"Tidak. Aku tidak mau. Obat itu sangat pahit."
__ADS_1
Tak kehabisan cara, Aurelie memasukkan obat itu ke dalam mulutnya sendiri beserta beberapa teguk air. Ia mencengkram kerah Antonio yang sudah sangat basah, menengadahkan kepalanya sedikit dan menempelkan bibirnya di bibir Antonio. Dengan susah payah, Aureli menggigit bibir Antonio yang terasa panas di bibirnya karena Antonio tidak juga membuka mulutnya. Mendapat sebuah gigitan membuat Antonio dengan refleks membuka mulutnya dan membiarkan obat dalam mulut Aurelie masuk kepadanya.
Antonio menelan obat itu dengan cepat, kemudian menatap Aurelie dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Aurelie menyodorkan gelas dan meminta Antonio untuk meminum air yang tersisa di dalamnya. Antonio hanya menurut dan tidak berkata apa-apa.
"Sekarang, tidurlah lagi. Aku akan disini menjagamu." kata Aurelie yang ntah dari mana mendapatkan keberanian untuk menggunakan kata aku dan kamu pada Antonio.
***
Sementara itu, di rumah besar keluarga Antonio. Nyonya Stevanie sedang berbicara di telepon dengan seseorang.
"Jadi rencananya berhasil, kan? Kau sudah memastikan bahwa hotel memberitahunya jika tidak ada kamar yang kosong."
"............"
"Baiklah, terima kasih. Kau sudah bekerja keras." kata Ny. Stevanie kemudian menutup teleponnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
PANJANG KAN?
PANJANG DONG. BIASANYA TULISAN SEGINI AUTHOR JADIIN 2 CHAPTER. TAPI KALI INI AUTHOR JADIIN 1 CHAPTER AJA BIAR CEPET DI REVIEW NYA SAMA MANGATOON.
🤗
BESOK LAGI YAA.
__ADS_1
BYE BYE ALL!