Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 74


__ADS_3

Sena : Ya, aku tahu. Papi jaga kesehatan, lusa atau minggu depan aku akan menjemput papi.


Laurence : ..............


Sena : Baiklah kalau begitu, bye pi.


tut


tut


"Papi?" tanya Albert yang sudah berada di belakang Sena.


"Hmm" jawab Sena mengangguk.


"Kapan papi akan kemari?" tanya Albert kemudian Sena berbalik menghadapnya.


"Ntahlah, aku ingin menjemputnya. Tapi pria tua itu begitu keras kepala dan menolak putrinya. Papi bilang dia akan tiba disini tanpa kita sadari." kata Sena menatap Albert.


"Hahaha, biarlah. Mungkin papi ingin memberikan kejutan untuk kita." kata Albert tertawa.


"Ayo kita berangkat." ajak Sena begitu Albert menghentikan tawanya.


"Ayo, Alnorld sudah menunggu di depan." kata Albert kemudian menggandeng tangan Sena.


Saat ini Albert, Sena dan Alnorld tengah berada di sebuah butik. Rencananya hari ini mereka bertiga akan melakukan fitting baju pengantin.


"Silakan anda mengikuti saya, nyonya." pinta seorang pelayan kepa Sena dan Sena pun menurut mengikuti si pelayan setelah memberi kode para Albert bahwa dia akan meninggalkannya dan Alnorld untuk mencoba gaun pengantinnya.

__ADS_1


"Aku tidak suka baju seperti ini, ini akan membuatku sangat kepanasan. Satu, dua, tiga. Ada tiga lapisan baju dan aku masih harus memakai dasi kupu-kupu ini?" kata Alnorld mengeluh.


"Cepat cobalah dan jangan mengeluh, oke?" kata Albert membujuk.


"Baiklah." kata Alnorld tak semangat.


"Anak baik." kata Albert.


Setelah memastikan Alnorld mau mencoba stelan jas yang sudah dipilihkan untuknya, Albert pun mulai mengurus dirinya sendiri mencoba tuxedo yang disiapkan untuknya.


Di kamar ganti yang lain, desainer sekaligus pemilik butik dan beberapa pelayan membantu Sena untuk mengenakan gaunnya.


"Anda sangat cantik, nyonya. Tuan Albert sungguh pandai mencari istri." puji Natasya sang desainer.


"Ah, kau terlalu memuji. Aku yang lebih beruntung karena memilikinya." kata Sena tersipu membuat sang desainer tersenyum.


"Untuk rambutnya, model seperti apa yang anda inginkan?" tanya Natasya.


"Baik nyonya."


"Kumohon, jangan terlalu kaku padaku. Ku lihat dirimu hanya beberapa tahun lebih tua dariku. Anggaplah aku seperti teman. Oke, natasya. Oh, atau kupanggil kau KAK NATASYA saja. Hehehehe." kata Sena.


"Terserah anda saja, nyo... maksudku Sena." kata Natasya terbata karena belum terbiasa.


"Nah, itu baru benar." kata Sena tersenyum.


Di ruangan lain Albert dan Alnorld sudah selesai mencoba dan kini masih menunggu Sena yang belum juga selesai.

__ADS_1


"Kenapa mommy lama sekali. Aku lapar." kata Alnorld menyandarkan tubuhnya ke sofa.


Albert menghampiri Alnorld dan duduk di sebelahnya.


"Hei, son. Coba katakan, kenapa akhir-akhir ini kau begitu tidak mood?" tanya Albert lembut.


"Aku takut kalau nanti kalian mengabaikanku." jawab Alnorld tanpa memandang Albert.


"Kenapa berfikir seperti itu? Mana mungkin daddy dan mommy mengabaikanmu?" tanya Albert yang tampak kaget dengan perkataan sang putra.


"Ya itu hanya perkiraanku saja. Karena mungkin setelah menikah kalian akan sibuk saling memperhatikan dan mengabaikan aku." kata Alnorld menatap Albert sekilas kemudian membuang muka. Tanpa Albert sadari mata Alnorld mulai berair menahan rasa sesak akan ketakutannya.


"Ya Tuhan. Son, dengarkan daddy. Hal yang kau katakan tadi tidak akan terjadi. Percayalah, daddy dan mommy sangat menyayangimu. Kami pasti akan lebih memprioritaskan dirimu dari pada diri kami sendiri. Jadi jangan pernah berfikir seperti itu lagi." kata Albert menjelaskan. Albert menarik tubuh Alnorld dan memeluknya sayang.


"Benarkah?" tanya Alnorld lirih.


"Tentu saja. Jadi, kemana mommymu. Kenapa belum keluar juga? Daddy ingin mengambil foto pertama keluarga kita." kata Albert yang sudah tidak sabar.


"Ntahlah, dimanapun wanita sangat lama dalam berdandan." kata Alnorld malas.


Srreeeetttt


Tirai di depan Albert terbuka lebar menampakkan Sena yang cantik bagai seorang putri. Gaun putihnya yang jatuh ke tanah, veil panjang yang menutupi sebagian rambutnya, bahu yang sedikit terbuka membuatnya sangat menajubkan di mata Albert. Sungguh bagai bidadari, mungkin itu yang dikatakan Albert melalui pancaran matanya.


"Waaaaw, mommy cantik sekali." puji Alnorld yang langsung menghampiri sang mommy.


"Terima kasih, sayang." kata Sena menunduk mengelus kepala Alnorld.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana apakah nyonya sudah cukup seperti ini? Apakah gaunnya cocok?" tanya Natasya pada Albert.


"Sempurna." kata Albert tak melepaskan pandangannya dari Sena membuat Sena tersipu malu.


__ADS_2