Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 192 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


_________________________


Beberapa hari kemudian,


"Apakah sudah siap semuanya, sayang?" tanya Antonio pada Aurelie yang baru saja selesai mempacking barang bawaan mereka.


"Emm, sudah. Oh iya, kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kau tahu, sangat sulit untuk mengosongkan jadwalmu walau hanya untuk dua hari. Untung saja kita mendapat bonus hari di akhir pekan. Jadi kita bisa menikmati waktu libur selama 4 hari lamanya." kata Aurelie senang.


"Memang pilihanku sangat tepat, dengan membuat istriku menjadi sekretaris pribadiku." ucap Antonio yang sambil memeluk dan mengecup pipi istrinya.


***


Setelah tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya Sena dan bayinya pun di perbolehkan untuk pulang. Putra kedua pasangan Albert Robert Nero dan Sena Laurenchia diberi nama Aldric Laurence Nero. Bayi laki-laki itu terlahir dengan sangat sehat dan tampan seperti kakaknya, Alnorld Laurence Nero. Membuat seluruh keluarga merasakan suka cita atas kehadirannya.


Di dalam kamar, Sena tengah menata berbagai perintilan milik Aldric dengan di temani oleh Alnorld. Sejak kedatangan Aldric di mansion, Alnorld tak pernah mau jauh dari adik bayinya. Ia selalu menempel dan memberikan perhatian pada sang adik.


"Mommy, lihatlah. Aldric memuntahkan susunya." kata Alnorld yang sedang memperhatikan adik kecilnya di atas ranjang.


"Ah, apakah mengotori bajunya sayang?" tanya Sena sembari buru-buru datang dan membersihkan mulut Aldric dari muntahannya. Sena juga segera membuka baju putra kecilnya dan mengelap beberapa bagian yang terkena muntahan.


"Aldric terlihat sangat jorok saat muntah seperti tadi." kata Alnorld.


"Bayi memang seperti itu, son." timpal Albert yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"Daddy, kenapa Aldric tidak mirip denganku?" tanya Alnorld dengan polosnya.


Albert mendekati kedua putranya lalu memperhatikan wajah keduanya.

__ADS_1


"Emm, sepertinya Aldric lebih menuruni paras mommy mu." jawab Albert setelah memastikan paras antara Aldric dan Sena.


Sena tersenyum dan ikut Menumbing bersama mereka.


"Sedangkan kau, adalah jiplakan dari daddymu sayang." kata Sena pada Albert.


Albert mengajak Alnorld untuk kembali ke kamarnya dan menemani Alnorld sampai ia tertidur. Setelah beberapa saat, putra pertamanya pun terlelap lalu Albert pun kembali ke kamarnya.


"Alnorld sudah tidur?" tanya Sena begitu Albert memasuki kamar.


"Sudah, sekarang dia mudah sekali untuk di ajak tidur." kata Albert senang.


Albert ikut merebahkan diri di ranjang bersama Sena dan bayi kecilnya.


"Omong-omong, apakah Antonio jadi berkunjung kemari?" tanya Sena.


"Ah, aku lupa memberitahumu sayang. Dia dan istrinya akan mengambil penerbangan pertama besok pagi."


"Untuk apa? Dia bisa membeli apapun dengan uangnya sendiri."


Sena menghela nafas kasar mendengar perkataan sang suami.


"Laki-laki memang tidak mengerti betapa pentingnya hal seperti ini."


***


Pukul lima pagi, Antonio dan Aurelie sudah berada di Bandara. Mereka sengaja mengambil penerbangan pertama untuk perjalanan kali ini. Agar tidak banyak membuang waktu sia-sia.


Perjalanan mereka cukup nyaman dengan segala fasilitas VIP yang mereka terima. Hampir sepanjang penerbangan pun Aurelie memilih untuk beristirahat karena ia masih sedikit tidak terbiasa melakukan perjalanan udara.

__ADS_1


"Sayang, kau tidak tidur?"


"Emm, tidak. Aku sedang ingin membaca. Kau tidurlah lagi, aku akan membangunkanmu saat kita sudah sampai."


"Memangnya apa yang sedang kau baca?" tanya Aurelie sambil menegakkan duduknya dan melihat sampul buku yang di baca oleh Antonio.


MENJADI SUAMI TERBAIK


Aurelie tersenyum membaca judul buku tersebut, dan langsung bergelayut manja di lengan suaminya.


"Kau sudah menjadi suami terbaik,"


.


.


.


.


.


.


.


.


LANJUTANNYA MALEMAN YA, ALL.

__ADS_1


🤗🤗🤗


ATAU MUNGKIN DINI HARI 🤣🤣🤣


__ADS_2