Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 137 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Pesan Baru :


From : 653xxxxx


Selamat malam, Tuan. Saya Aurelie Daneliya, saya mau memberi kabar bahwa ibu saya sekarang sudah sehat dan pulang ke rumah.


Antonio tersenyum membaca pesan yang baru saja ia terima. Hatinya menghangat merasakan kebahagiaan karena berhasil membantu seseorang agar tidak kehilangan ibunya. Apapun yang berkaitan tentang ibu, Antonio akan selalu merasa tak berdaya. Ibunya meninggal disaat usianya masih muda. Sangat berat ia menerima hal itu. Maka saat ia tahu bila Aurelie berjuang mencari uang untuk pengobatan ibunya, ia segera membantu tanpa berfikir panjang. Ia tidak ingin wanita itu merasakan kesakitan yang pernah ia rasakan karena kehilangan sosok ibu yang ia cintai.


Saat masih sibuk dengan lamunannya. Handphone di tangan Antonio berdering, ia kembali tersenyum menatap nama yang tertera di layar handphonenya.


Antonio : Hallo?


Albert : Hai, bagaimana kabarmu?


Antonio : Kabarku baik, bagaimana dengan Sena?


Albert : Untuk apa kau menanyakan kabar istriku?


Antonio : Hahahaha, maaf aku hanya bercanda. Ada apa? Tumben sekali kau menelpon.


Albert : Lusa aku akan ke Singapura. Bisa kita bertemu?


Antonio : Kebetulan sekali, aku juga sedang membutuhkan teman untuk mengobrol.


Albert : Baguslah kalau begitu. Sampai jumpa.


Antonio : Sampai jumpa, kirim salam ku untuk Sena dan si tampan Alnorld.


Albert : Sialan memang kau.


tuuuutt


Telepon pun tertutup begitu Albert mencaci maki Antonio. Dan hal itu berhasil membuat mood Antonio menjadi semakin baik.


***


"Dia tidak membalasnya." gumam Aurelie menatap layar handphonenya.


Beberapa menit yang lalu ia mengirim pesan pada Antonio, memberi kabar bahwa ibunya sudah sehat dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Namun Antonio tidak membalas pesannya.


Aurelie merebahkan tubuhnya di ranjang dan berdiam menatap langit-langit kamar.

__ADS_1


"Sangat sulit untuk menemuinya di jam kantor. Akan lebih baik jika aku tahu dimana tempatnya tinggal."


Setelah bergumam, Aurelie langsung teringat dengan kartu nama yang yang diberikan oleh Jason. Sebenarnya saat itu, Jason memberinya dua kartu nama. Satu milik Antonio dan satu lagi milik wakil direktur perusahaan tempatnya bekerja, siapa lagi jika bukan Jason. Sebelumnya ia bingung mengapa Jason juga memberikan kartu namanya, tapi kini ia tahu kegunaan kartu nama itu.


To : Wadir Jason


Selamat malam, pak. Saya Aurelie Daneliya. Maaf jika saya mengganggu. Bolehkah saya tahu alamat tempat tinggal tuan Antonio?


Aurelie memencet tombol Send kemudian menunggu jawaban dari pesan yang ia kirim.


1 menit


10 menit


30 menit


1 jam


Aurelie belum juga mendapatkan balasan, dan itu membuatnya menjadi pesimis.


"Ntah mengapa sangat sulit untuk membalas budi." Aurelie menghela nafas kemudian meletakkan handphonenya di nakas di samping ranjangnya kemudian bersiap untuk tidur.


***


"Selamat pagi, sayang." Albert menghampiri Sena dan memberikan sebuah kecupan kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan.


"Pagi, dimana Alnorld?"


"Masih bersiap. Sayang, kuharap kau mau mendengar kata-kata ku untuk tidur lebih lama di pagi hari dan biarkan para maid yang menyiapkan sarapan." pinta Albert di sela-sela makannya.


"Memangnya kenapa sih?" tanya Sena dengan wajah kesal.


"Aku hanya ingin kau beristirahat lebih lama. Kau kan sedang hamil."


"Hamil itu bukan berarti ........" Sena berusaha membela diri namun terpotong oleh ucapan Albert.


"Oh, iya. Nanti siang aku akan mengantarmu check up."


"Jadwal check up nya kan lusa."


"Lusa aku masih di Singapura sayang. Jadi majukan saja jadwalnya. Aku tidak mau melewatkan satu kali pun waktu check upmu. Jadi, aku akan meminta supir untuk menjemputmu kemudian kita jemput Alnorld bersama sebelum check up. Agar Alnorld bisa ikut melihat perkembangan adiknya di dalam sini."

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa Alnorld.


"Pagi, son."


"Pagi, sayang."


"Son, nanti sepulang sekolah Daddy dan mommy akan menjemputmu. Hari ini kita akan melihat baby."


"Sungguh? Aku sangat ingin melihat bagaimana baby di dalam perut mommy."


"Sayang, apakah kau sadar? Setelah bertemu Daddy kau jadi berubah." kata Sena memperhatikan putranya itu.


"Berubah bagaimana?" tanya Alnorld bingung.


"Dulu kau sangat dingin dan cuek. Tapi sekarang kau jadi manis sekali." jawab Sena sembari menghadiahi Alnorld dengan cubitan di pipinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


HAPPY READING,


Kalau gak happy ya, maap.

__ADS_1


🤣


__ADS_2