Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 78


__ADS_3

Setelah kepulangan William, Albert mengajak Sena untuk beristirahat di kamar. Sebelum tidur Sena mengganti dresnya menjadi pakaian tidur kemudian membersihkan wajah dan menggosok giginya. Tak lupa Sena juga mengingatkan Albert untuk melakukan hal yang sama.


Setelah menyelesaikan ritual sebelum tidurnya, Albert merebahkan tubuhnya di samping Sena dan memeluknya dari belakang. Kemudian tanpa disangka Sena berbalik dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Albert, membuat Albert tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


Albert mengecup kening Sena sedikit lama, kemudian melanjutkannya dengan mengecup kedua pipi Sena. Sena pun memandang wajah Albert dengan lekat. Membuat Albert tidak dapat lagi menahan untuk tidak menyecap manisnya bibir Sena.


Albert mulai mengecup bibir Sena beberapa kali kemudian melumatnya pelan. Lama kelamaan lumatan lembut itupun berubah menjadi penuh gairah, suara decapan menyusun harmoni yang menggema di kamar pasangan pengantin baru itu.


Tangan Albert pun sudah tidak tinggal diam, dengan pelan tapi pasti tangannya telah berhasil membuka kancing piyama Sena dan kemudian menelusupkan tangannya di balik bra warna hitam milik Sena.


"Uuuuuggghh" Sena mendesah di antara kenikmatan ciuman dan remasan Albert membuat Albert tersenyum sekilas dan semakin bergairah untuk melanjutkan apa yang sekarang tengah ia lakukan.


Lama kelamaan cumbuan itupun semakin panas. Keringat mulai membanjiri tubuh keduanya. Albert menghentikan kegiatannya sejenak dan dengan cepat membuka piyama atasnya lalu kembali menindih tubuh Sena.


"Aku ingin, bolehkan?" tanya Albert dengan suara serak. Albert tak bisa menahan lagi, bukti gairahnya sudah terasa sakit dan ngilu ingin segera menuntaskan hasratnya.


Sena tersenyum kemudian mengangguk malu. Membuat Albert bersemangat.


Albert memulai aksinya kembali, sentuhan-sentuhan lembut ia berikan kepada istri tercintanya. Hingga gairah kembali memuncak dan siap untuk memulai intinya kemudian yang terjadi malah Sena tiba-tiba mencegahnya.


"Sayang, stop." kata Sena menghentikan kegiatan Albert yang akan memasukinya.


"Kenapa?" tanya Albert tidak sabar.


"Ada yang mengetuk pintu." jawab Sena memfokuskan pendengarannya.


tok


tok


tok


"Mommy...." teriak Alnorld dari luar kamar.


tok


tok


tok


"Mommy...." teriak Alnorld lagi karena tidak mendapatkan respon.


"Alnorld, itu Alnorld." kata Sena panik kemudian mendorong Albert dan dengan segera memakai kembali piyamanya.


"Sayang?" panggil Albert dengan wajah lesu karena hasratnya harus tertunda.


Sena memberi isyarat pada Albert untuk bersabar dan berlari kecil menuju pintu.


"Sayang, kau terbangun?" taya Sena begitu membuka pintu kamar.


"Mommy, aku tadi mimpi buruk sekali. Bolehkah aku tidur dengan kalian?" pinta Alnorld memasang wajah polosnya.


"Oh, boleh sayang. Ayo masuk."

__ADS_1


Sena pun mengajak Alnorld masuk ke kamar. Di dalam kamar Albert sudah lebih dulu pergi ke kamar mandi untuk bermain sabun guna menuntaskan hasratnya. Memang nasib belum berpihak pada Albert untuk malam ini.


"Kenapa daddy mandi malam-malam begini?" tanya Alnorld setelah mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Ah, itu... Mungkin daddy merasa kegerahan." jawab Sena canggung.


"Sudah, ayo tidur." ajak Sena kemudian Alnorld pun naik ke atas ranjang.


Lima belas menit kemudian Albert keluar dari kamar mandi. Di tatapnya sang putra yang sudah tertidur lelap di ranjangnya.


"Hah, sekarang aku percaya kalau putraku ini pengacau kecil." kata Albert pelan.


"Sudah, kita masih punya banyak waktu kan. Ayo kita tidur." ajak Sena.


"Ya, ayo."


Dan beberapa saat kemudian, mereka pun terlelap dengan memeluk Alnorld yang berada di antara mereka.


Keesokan harinya, Sena sibuk mengepak baju dan barang bawaan untuk honeymoon sore nanti. Di tengah-tengah kesibukannya Albert pun menghampiri.


"Emm, sayang."


"Ya?"


"Ada yang ingin kubicarakan."


"Bicaralah."


"Itu, mom dan dad ingin mengajak Alnorld untuk berlibur ke Bali besok."


"Ntahlah, mom baru memberitahuku kemarin soalnya. Lalu bagaimana?" tanya Albert.


"Coba kau tanya Alnorld, dia ingin ikut kita atau ikut oma dan opanya." kata Sena kembali sibuk dengan baju dan barang yang akan dibawanya.


"Oke, kalau begitu akan mencarinya sekarang." kata Albert kemudian pergi mencari Alnorld.


Sementara itu dilain tempat Jesica tengah menemani Alnorld bermain di halaman belakang.


"Alnorld?" panggil Jesica.


"Ya, oma." balas Alnorld kemudian menghampiri Jesica.


"Oma dan opa besok akan pergi ke Bali untuk berlibur. Kau ikut oma dan opa ya?" pinta Jesica.


"Emm, bukankah nanti sore daddy dan mommy akan pergi ke paris?" tanya Alnorld bingung.


"Ya, tapi oma ingin sekali kau ikut dengan oma."


"Aku juga sebenarnya ingin ke Bali. Disana banyak tempat yang indah." kata Alnorld memasang wajah berfikir.


"Nah, ikut oma dan opa saja ya. Biarkan daddy dan mommy mu pergi berdua saja. Agar kau bisa cepat memiliki adik." bujuk Jesica.


"Adik? Aku ingin sekali memiliki adik oma." kata Alnorld antusias karena memang ia sangat ingin memiliki adik untuk bisa menemaninya bermain.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau ikut oma dan opa saja." kata Jesica senang.


"Sekarang kau bicaralah pada daddy dam mommy kalau kau mau ikut oma dan opa ke Bali." lanjut Jesica.


"Oke oma." kata Alnorld yang langsung berlari masuk ke dalam mansion.


Albert mencari Alnorld di setiap tempat yang ia kira akan bisa menemukan putranya disana. Namun ia tidak juga bisa menemukan sang putra. Sampai ia melihat Alnorld berlari masuk ke dalam mansion dari halaman belakang.


"Son, jangan lari nanti kau bisa jatuh." teriak Albert cemas.


"Daddy, aku ingin ikut oma dan opa ke Bali." kata Alnorld antusias.


"Kau tidak ingin ikut daddy dan mommy?" tanya Albert, kemudian Alnorld pun menggeleng.


"Aku ingin ke Bali dan ingin cepat punya adik. Jadi aku akan membiarkan daddy dan mommy pergi berdua saja." kata Alnorld.


"Anak baik, sekarang ayo kita bicara pada mommy."


"Ayo."


Albert mengajak Alnorld untuk menghampiri Sena di kamarnya.


"Mommy." panggil Alnorld kemudian Sena menoleh ke arahnya dan tersenyum.


"Sayang, katanya Alnorld ingin ikut oma dan opanya ke Bali." kata Albert.


"Benarkah sayang?" tanya Sena pada Alnorld.


"Iya, mommy. Aku ingin ke Bali jadi aku tidak akan ikut daddy dan mommy." jawab Alnorld.


"Emm, ya sudah kalau begitu. Tapi nanti kau jangan nakal dan membuat oma dan opa pusing ya." kata Sena memperingatkan.


"Tidak akan, Alnorld itu anak yang sangat baik dan pengertian. Tidak mungkin merepotkanku dan dadmu." timpal Jesica yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu kamar yang terbuka.


"Mom..." kata Sena tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


"Kalian pergilah, dan nikmati kebersamaan kalian." kata Jesica.


"Terima kasih, mom." kata Albert.


"Maaf, karena harus merepotkan mom lagi untuk menjaga Alnorld." kata Sena merasa tidak enak.


"Mom tidak merasa repot sama sekali. Ya sudah, kalian lanjutkan saja packingnya. Alnorld, ayo ikut oma ke mall. Kita harus membeli pakaian baru untuk liburan besok." ajak Jesica pada Alnorld.


"Ayo oma. Bye daddy, mommy." pamit Alnorld yang langsung berlari keluar kamar meninggalkan Albert dan Sena.


"Bye sayang, ingat jangan nakal." kata Sena berteriak.


"Oke." balas Alnorld dengan berteriak juga.


"Jadi, nanti kita akan berdua saja kan." kata Albert tiba-tiba.


"Tentu saja, kan Alnorld tidak jadi ikut dengan kita."

__ADS_1


"Hah, akhirnya. Aku tidak sabar untuk berada di paris." kata Albert tersenyum lega dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Dan Sena hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum mendengar ucapan Albert.


__ADS_2