Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 72 Regret (Laurence)


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan, hari ini Albert dan Sena kembali ke negara X untuk mempersiapkan pernikahan yang sebelumnya tertunda.


"Papi harus jaga kesehatan, ya. Sena akan menunggu kedatangan papi." kata Sena menggenggam tangan Laurence.


"Pasti, sayang. Semoga semua persiapannya lancar sampai hari H." kata Laurence mendo'akan.


"Iya papi."


"Albert, papi serahkan Sena kepadamu ya."


"Tentu, pi." jawab Albert tersenyum tegas.


Sesampainya di negara X,


"Kita langsung ke mansion?" tanya Sena begitu mendarat di bandara.


"Ya, tentu saja. Kemarin mom menelpon katanya akhir-akhir ini Alnorld sering tidak mood." kata Albert.


"Putra kecilku, pasti dia merindukan kita. Ayo cepat, aku ingin segera memeluknya." kata Sena semangat seolah tak ada rasa lelah sedikitpun yang menghinggapinya.


Selama perjalanan menuju mansion, Sena menjadi lebih banyak diam. Fikirannya terbang pada kondisi Laurence yang menurutnya belum baik sepenuhnya.


Albert memperhatikan Sena yang terus terdiam menatap padatnya jalan raya yang mereka lewati. Kemudian dengan lembut meraih tangan Sena dan menggenggamnya. Membuat Sena sedikit tersentak.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Albert khawatir.


"Kau membuatku kaget, Al." kata Sena mengelus dadanya.


"Aku tidak bermaksud mengagetkanmu, sayang. Hanya saja, kenapa kau terus melamun semenjak masuk ke dalam mobil?" tanya Albert.


"Aku tidak apa-apa. Hanya terlalu merindukan Alnorld sampai-sampai membayangkan hal-hal yang akan kita lakukan nantinya." kata Sena berbohong sembari menampakkan senyum manisnya.


"Kita akan memiliki banyak waktu untuk melakukan banyak hal bersama." kata Albert kemudian mengecup kening Sena.


Beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai Albert dan Sena memasuki halaman luas mansion keluarga Nero. Sesampainya di depan teras utama, Albert dan Sena segera masuk ke dalam mansion dan meminta bantuan para maid untuk membongkar barang bawaan mereka.


tap


tap


tap


Sena berjalan begitu cepat, tak sabar untuk melihat dan memeluk putra semata wayangnya.


"MOMMY !!!" seru Alnorld berlari menghampiri Sena. Sena melapangkan kedua tangannya bersiap untuk menerima pelukan hangat dari putra tercintanya.


"Kesayangan mommy, apakah kau merindukan mommy?" tanya Sena kemudian menghadiahi Alnorld kecupan di seluruh wajahnya.


cup


cup


cup

__ADS_1


cup


"Emm, aku merindukan mommy. Dimana daddy?" tanya Alnorld menghentikan kegiatan kecup mengecup Sena.


"Hai, son." sapa Albert.


"Daddy!" panggil Alnorld melepaskan pelukan Sena dan beralih memeluk Albert.


"Dimana oma dan opa?" tanya Albert mengelus kepala Alnorld.


"Oma ada di dapur dan opa tidak ada di rumah." jawab Alnorld sambil menarik tangan Albert membawanya untuk duduk di ruang keluarga.


"Aku akan ke dapur terlebih dahulu." kata Sena meninggalkan dua jagoannya.


Sena berjalan dengan bahagia menuju dapur, rasanya sudah sangat lama semenjak terakhir kali ia menapakkan kaki di mansion keluarga Nero.


"Mom?" sapa Sena menghampiri Jesica.


"Sena, kalian sudah sampai?" tanya Jesica kemudian memeluk Sena.


"Iya, kami baru saja sampai." jawab Sena.


"Senang melihatmu kembali. Apakah kakimu benar-benar sudah baik-baik saja?" tanya Jesica sembari memperhatikan kedua kaki Sena dengan seksama.


"Seperti yang mom lihat, aku sudah baik-baik saja." kata Sena kemudian berputar membolak balikkan kakinya.


"Oh Tuhan, terima kasih. Mom sangat senang." kata Jesica dengan berbinar bahagia.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Jesica tak mengerti.


"Terima kasih karena telah menjaga Alnorld selama aku pergi." kata Sena tersenyum.


"Tidak perlu berterima kasih, Alnorld kan cucu mom. Oh iya, dimana Albert?" tanya Jesica mencari-cari sosok Albert di belakang Sena namun tidak ia temukan.


"Dia di depan bersama dengan Alnorld." kata Sena.


"Kalau begitu, ayo kita ke depan. Biarkan para maid yang melanjutkan pekerjaan di dapur." ajak Jesica.


"Bagaimana dengan sekolahmu, son?" tanya Albert.


"Emm, membosankan." jawab Alnorld singkat.


"Membosankan?" tanya Albert tak paham.


"Iya, karena semua pelajaran yang diajarkan oleh guru sudah ku pelajari, bahkan jauh sebelum aku bersekolah." kata Alnorld menjelaskan maksudnya.


"Kalian sedang mengobrol apa? Kenapa serius sekali?" tanya Jesica.


"Bukan apa-apa. Bagaimana kabar, mom?" tanya Albert.


"Baik. Kalian pasti lelah, pergilah ke kamar untuk beristirahat." kata Jesica memerintah.


"Baiklah, mom. Kami ke kamar dulu. Sayang, ayo." kata Albert mengajak Sena bersamanya. Namun Sena hanya diam tak bergeming dengan ajakan Albert.

__ADS_1


"Ayo!" kata Albert mengulang ajakannya.


tuk


"Aduh, mom kenapa memukul kepalaku?"


"Hish, anak ini. Untuk apa kau mengajak Sena. Sena akan istirahat di kamarnya sendiri. Mom sudah menyiapkannya. Pergilah, biar mom yang mengantar Sena." kata Jesica kemudian menarik Sena untuk membawanya ke kamar yang sudah ia siapkan.


"Aku lupa kalau dia belum jadi istriku. Tapi memangnya kenapa kalau tidur satu kamar, bahkan di Amerika kami sudah tidur satu kamar lebih dari 4 bulan." gerutu Albert berjalan di belakang Jesica dan Sena.


"Albert?" kata Jesica memperingatkan.


"Baiklah, aku tidak akan bicara lagi." kata Albert membuat Sena tertawa pelan.


"Dasar anak nakal." kata Jesica pelan.


--------"-------


Semilir angin membuai wajah keriput Laurence. Tangannya memegang erat sebuah bingkai foto yang terlihat usang dan sesekali ia usap lembut seolah bingkai foto itu adalah wajah seseorang yang paling ia sayang dan ia rindukan.


"Sayang, kau senang bukan. Akhirnya putri kita bahagia. Dia sudah memaafkanku, kau pasti juga sudah memaafkanku kan? Aku sungguh sudah menyesali semuanya. Sayang, tunggulah aku. Aku akan bersamamu bila waktunya tiba. Aku mencintaimu Amanda." kata Laurence memeluk bingkai foto seorang wanita cantik yang tengah tersenyum. Yang tak lain adalah istri tercinta Laurence, ibu dari Sena Laurenchia sembari memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


#############


Holaaaaaa,


Apa kabar, yarobun?


Maafkan author karena baru update.


Author baru aja merasa agak sehat, trus buru-buru ngetik dan eh, ternyata pendek juga ya.


hehehe


Sabar, besok dilanjutin lagi.


See you readers


😘😘😘


semoga sehat selalu.


jangan lupa VOTE novel ini yaaa.

__ADS_1


__ADS_2