
Drrrrrttt
ddrrrrrttt
drrttttt
ALBERT CALLING......
Antonio : "Hallo?"
Albert : "Apa pekerjaanmu sudah selesai?"
Antonio : "Pekerjaanku sudah selesai. Apa mau bertemu sekarang?"
Albert : "Ya, sekarang saja. Kita bisa mengobrol sambil menikmati sore."
Antonio: "Oke, kita bertemu di Rigel'e Cafe."
Setelah menutup teleponnya, Antonio berdiri dari singgasananya. Ia sambar kunci mobil dan bergegas keluar dari ruangannya.
"Pak, anda mau kemana? Ini ada dokumen yang perlu anda periksa." teriak Renee begitu melihat atasannya berlari keluar ruangan dengan buru-buru.
"Letakkan saja di mejaku." teriak Antonio tanpa berbalik.
Albert sudah lebih dulu sampai di cafe, ia memesan kopi favoritnya sembari menunggu kedatangan Antonio. Urusannya di kantor hari ini selesai lebih cepat. Hingga ia bisa dengan santai menikmati sore.
Antonio memarkirkan mobilnya di basement cafe. Sebelum keluar dari mobilnya, ia terlebih dahulu bercermin dan menata rambutnya. Tentu saja ia harus memastikan ketampanannya terlebih dahulu sebelum menemui sahabatnya itu. Agar Albert tidak membual dengan mengatakan bahwa dia lebih tampan darinya.
Albert melihat kedatangan Antonio, ia pun berdiri dan menyambut sahabatnya dengan sebuah pelukan.
"Kau sudah lama?" Antonio mengambil tempat duduk di depan Albert.
"Tidak, aku baru saja menghabiskan secangkir americano sembari menunggumu." canda Albert.
Antonio mendengus kesal saat melirik cangkir kopi di depan Albert yang ternyata isinya baru berkurang sedikit.
Albert memanggilkan pelayan untuk Antonio dan membiarkan sahabatnya itu memesan minuman.
"Bagaimana kabar Sena dan Alnorld?" Antonio mencoba mengalihkan pembicaraan setelah menentukan pesanannya.
"Baik. Kapan kau mengunjungiku kesana? Aku bisa mengenalkanmu dengan gadis cantik dan baik hati."
__ADS_1
"Apakah ada yang secantik Sena?"
Seketika Albert memasang wajah garang dan mendengus kesal.
"Sialan kau."
"Hehehe, aku hanya bercanda. Oh iya, ada urusan apa kau kemari?"
Belum sempat Albert menjawab pertanyaan Antonio, pelayan datang membawakan pesanannya.
"Hanya mengecek beberapa proyek yang sedang berjalan. Aku sedikit tidak percaya dengan para tua bangka yang bekerja di tempatku. Setelah salah satunya pernah berkhianat beberapa waktu yang lalu."
Antonio tersedak mendengar jawaban Albert.
"Uhuk uhuk uhuk, hei itu kan sudah berlalu. Aku minta maaf oke. Jadi jangan pernah singgung hal itu lagi jika kau masih mau menjadi sahabatku."
Akhirnya mereka pun mengobrol dan menikmati waktu bersama hingga tak sadar jika hari sudah mulai petang.
Antonio mengantar Albert ke apartemennya sebelum ia kembali ke kantor. Karena sebelumnya, Albert diantar oleh supir dan ia meminta supirnya untuk pulang agar ia bisa menyuruh Antonio mengantarnya.
Pukul setengah sembilan malam, Antonio sampai di kantornya. Ia harus bekerja lembur malam ini karena melewatkan tugasnya karena bertemu Albert.
Antonio meraih ponselnya, mencari salah satu kontak dalam daftar telepon. Kemudian tanpa ragu mengirimkan pesan.
***
Aurelie mondar mandir di dalam kamarnya, beberapa kali ia membuka kunci layar handphonenya untuk melihat notifikasi yang masuk. Namun nihil. Seseorang yang sedang ia tunggu pesannya tak juga memberinya angin segar.
Aurelie merebahkan setengah tubuhnya di ranjang, menutup mata dengan sebelah lengannya dan mendengus kesal. Seharian sudah ia menunggu, namun yang ia tunggu justru tak sekalipun menghubunginya. Jika orang lain melihat perilaku Aurelie hari ini, pasti mereka mengira jika ia sedang merajuk, menunggu kabar dari kekasihnya. Konyol.
Aurelie memegang Handphonenya tepat di depan wajahnya.
"Apakah anda tahu, tuan. Ku pikir anda adalah pria yang sangat baik dan berbeda dengan pria kebanyakan. Namun ternyata kau juga sama menyebalkannya."
Tiiiinggg,
PESAN BARU
From : Tn. Antonio
Datanglah ke kantorku besok sepulang kau bekerja. Aku akan memberikanmu kesempatan.
__ADS_1
Bagai mendapatkan angin segar, Aurelie seketika berdiri di atas ranjang dan menari kegirangan. Karena akhirnya, kesempatan yang ia tunggu-tunggu datang. Aurelie pun bertekad, apapun bentuk kesempatan yang diberikan oleh Antonio selama ia mampu melakukannya maka ia tidak akan menolak. Karena prinsipnya adalah Balas budilah yang paling utama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnyaaaaaaa, sebentar lagi akan banyak scene antara Antonio dan Aurelie.
Apa jadinya bila Antonio si bos yang dingin di depan bawahannya, malah di dekatkan dengan Aurelie asisten imut yang ceria dan penuh semangat.
( ꈍᴗꈍ)( ꈍᴗꈍ)( ꈍᴗꈍ)
Author jadi gk sabar nulisnya.
Do'akan Author agar selalu sehat dan bisa sering UP ya, man teman.
I'm so sorry,
karena baru bisa UP.
Terima kasih buat kalian semua yang masih setia menunggu. (✷‿✷)(✷‿✷)(✷‿✷)
__ADS_1