Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 119


__ADS_3

"Kak Sena," panggil Keyla. Si pengantin wanita telah turun dari singgasananya dan berjalan cepat menghampiri Sena.


"Kenapa kau sudah turun?"


"Aku ingin menyapa tamu disini saja. Sangat tidak nyaman berada di atas sana dan menjadi pusat perhatian."


"Hei, ini adalah acaramu. Tentu saja kau yang menjadi pusat perhatian."


"Emm, iya juga sih. Tapi, mana kak Albert dan si tampan Alnorld? Aku belum melihat mereka." tanya Keyla penasaran.


"Emm, itu dia. Suamiku sedang bersama suamimu. Dan Alnorld sedang bersama opa Omanya." Sena menunjuk orang-orang yang ia maksud.


"Ah, aku tidak menyangka akhirnya bisa memanggil kak Wil dengan sebutan suamiku."


"Dasar kau ini."


***


Aurelie beranjak dari duduknya dengan pelan, berusaha untuk tidak membuat suara yang mungkin bisa membangunkan sang ibu. Ia melangkah keluar dari kamar rawat yang seharian ini ia tinggali karena menemani ibunya.


Suasana hening di rumah sakit malam itu menambah perasaan sedih yang menggerogoti hati Aurelie. Ia merasa depresi dengan keadaannya. Pada akhirnya, perkataan dokter benar. Bila kondisi sang ibu tidak akan pernah membaik dalam waktu yang lama bila tidak melakukan operasi. Buktinya, baru beberapa hari pulang ke rumah keadaan ibunya kembali drop dan mengharuskannya kembali ke rumah sakit lagi.


Langkah gontai Aurelie terhenti begitu salah seorang perawat yang cukup dikenalnya menghampirinya dengan wajah yang bahagia. Aurelie membalas senyuman itu.

__ADS_1


"Aku ikut senang, akhirnya ibumu akan di operasi." kata Bertha yang juga merupakan tetangga Aurelie. Usia yang terpaut tidak terlalu jauh membuat mereka akrab. Apalagi seringnya Aurelie berada di rumah sakit tentu menambah alasan untuk lebih dekat satu sama lain.


Aurelie menatap Bertha dengan bingung,


"Apa yang kakak katakan? ibu belum bisa melakukan operasi, kak. Karena aku belum bisa mengumpulkan cukup uang uang biaya operasinya."


"Bukankah tadi ada seseorang yang membayar deposit operasi dan perawatan pasca operasi untuk ibumu?"


"Mana mungkin ada seseorang yang sebaik itu. Kalau memang ada aku pasti sudah berlutut mengucapkan banyak terima kasih."


"Tapi sungguh, aku mendengarnya sendiri dari temanku yang bekerja di bagian administrasi. Jika ada seseorang yang membayar untuk bibi Daneila."


"Sungguh?"


"B baik, kak. Terima kasih, semoga ini adalah jawaban dari segala do'aku untuk kesembuhan ibu. Terima kasih, kak." Ucap Aurelie penuh haru sembari memeluk erat tubuh Bertha. Bertha pun ikut larut dalam kebahagiaan seseorang yang sudah ia anggap seperti adiknya itu.


"Aku akan ke bagian administrasi, kak."


"Ya, segeralah kesana. Dan kabari aku, oke." pesan Bertha sembari menepuk bahu Aurelie.


"Oke, kak. Daaaah, selamat bekerja kembali."


Aurelie berlari dengan bahagia, sungguh siapapun orang baik itu ia akan membalasnya nanti. Senyum haru dengan mata berkaca-kaca menghiasi wajahnya. Rasa syukur terus ia ucapkan di dalam hati tanpa henti.

__ADS_1


"Permisi," sapa Aurelie tanpa menghentikan senyumnya.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Bolehkah, saya tahu apakah uang deposit pasien atas nama Ny. Daneila sudah ada?"


"Tunggu sebentar, biar saya cek dulu." si petugas administrasi pun fokus pada komputernya. Mencari data pasien untuk mencari jawaban dari pertanyaan Aurelie.


"Emm, iya. Ada dana deposit masuk sebesar $20000 sore tadi."


"Bolehkah saya tahu siapa yang membayarnya?"


"Disini tertulis dana masuk dibayarkan oleh sdri. Aurelie Daneliya."


"Itu nama saya, tapi bukan saya yang membayarnya. Apakah anda tahu seseorang yang membayarnya atas nama saya?"


"Ah, maaf nona. Saya baru saja melakukan pergantian shift. Mungkin orang yang anda maksud membayar dengan teman saya. Anda bisa bertanya padanya besok pagi." kata petugas itu tersenyum.


"Baiklah, terima kasih."


"Sama-sama, nona."


Aurelie meninggalkan lobi administrasi dengan perasaan tercampur aduk. Ia sangat bahagia karena akhirnya sang ibu akan segera dapat melakukan operasi. Namun satu sisi ia sendiri bingung dengan siapa orang baik yang mau membiayai operasi ibunya. Bahkan memberikan deposit sebesar itu dengan cuma-cuma.

__ADS_1


__ADS_2