Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 97


__ADS_3

Mata Antonio mengerjap, ditelitinya sudut-sudut ruangan yang tampak asing baginya.


"Dimana ini?" tanya Antonio dalam hati.


ceklek,


"Anda sudah sadar, tuan?" tanya seorang suster yang tiba-tiba masuk ke ruangannya.


Ya, dengan kehadiran suster tentu saja Antonio menjadi sangat yakin bahwa saat ini ia berada di rumah sakit.


Suster mendekat ke ranjang Antonio dan mulai memeriksa tanda-tanda vital Antonio. Sedangkan si pasien sendiri tampak tak fokus dengan suster yang tengah memeriksanya.


Fikiran Antonio melayang, mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum ia berakhir menjadi pasien di rumah sakit.


Flashback on


Dahi Antonio berkerut, dia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Nafasnya sedikit demi sedikit mulai tersengal. Oh, ayolah. Antonio memang memiliki riwayat asma. Tapi ini sedikit aneh karena semakin lama nafasnya tidak hanya tersengal bahkan hampir tercekat di tenggorokannya.


"Pasti ada yang salah dengan makanan yang kupesan." pikir Antonio sembari mengcengkram dadanya yang sudah sangat sesak.


Di tengah kesadarannya Antonio merasa sangat menyesal karena menolak tawaran sang sekretaris untuk menemaninya makan siang. Yah, ia memang sedang ingin berjalan-jalan sendiri saat ini.


Dengan tubuh sedikit gontai, Antonio beranjak dari duduknya menuju toilet. Ia berencana untuk memuntahkan segala yang ia makan dengan harapan ia akan dapat bernafas dengan normal kembali.


Di dalam toilet Antonio berusaha untuk mengeluarkan isi kerongkongannya. Benar, kerongkongan karena tidak mungkin makanan yang baru saja ia makan dengan cepat berhentj di lambungnya. Dengan susah payah dan menepis perasaan jijik akhirnya makanan yang sudah dikunyahnya pun keluar. Keringat dingin membanjiri wajah dan tubuh Antonio.

__ADS_1


"Sial, sepertinya asmaku benar-benar kambuh." kata Antonio lirih.


Dengan langkah gontai, Antonio berusaha kembali ke mejanya. Ia ingat bahwa sekretarisnya selalu menyiapkan setidaknya sebotol inhaler di tas atau dompet besar yang ia bawa.


Baru saja ia keluar dari toilet, tubuhnya luruh ke lantai. Antonio yang malang, tersungkur bersandar di dinding. Kesadarannya mulai menurun. Dan sesak nafasnya semakin parah saja.


Hingga tak lama kemudian seorang wanita cantik menghampirinya, dengan wajah cemas yang sangat menawan hati Antonio yang setengah sadar.


Flashback off


"Tanda-tanda vital anda sudah bagus, tuan. Anda bisa pulang setelah infusannya habis." kata suster kemudian hendak berbalik pergi.


"Tunggu, sus."


"Iya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya suster berbalik kembali.


"Wanita? Maaf tuan, saya tidak tahu." jawab suster.


Antonio menghela nafasnya dalam. Kecewa, "ya sudah kalau begitu, terima kasih."


"Sama-sama, Tuan. Kalau begitu saya permisi." kata suster kemudian melangkahkan kaki keluar ruangan.


"Aku tidak berhalusinasi, kan? Aku yakin bahwa seorang wanita yang telah menolongku tadi." kata Antonio dalam hati sembari memejamkan matanya.


Sena menggenggam tangan kecil Alnorld. Saat ini Sena dan Alnorld sudah berada di dalam mobil. Albert menyiapkan supir untuk mengantar Sena dan Alnorld. Ia tak membiarkan istrinya itu pergi dengan bebas.

__ADS_1


"Apakah paman tadi akan baik-baik saja, mommy?"


"Ya, sayang. Karena sudah ada dokter yang menolongnya." jawab Sena tersenyum.


"Kita hendak kemana, nyonya?"


"Pulang saja......." jawab Sena terpotong.


"Aku mau ice cream."


"Baiklah. Kita ke kedai ice cream terdekat ya, pak." pinta Sena dan si sopir mengangguk mengerti.


"Kau ini, hobi sekali makan ice cream." kata Sena mencubit hidung mancung Alnorld dengan gemas membuat Alnorld tertawa.


#############


Author UP nya lama ya?


hehe


maafkeun yak.


Baru beres pindahan rumah. Itupun masih banyak yang belum di rapi-rapiin.


Harap maklum ya.

__ADS_1


Dan kalau tidak berhalangan, hari ini author akan UP 2 episode...


Happy reading, All.


__ADS_2