
Di sebuah hall mewah, suara riuh manusia bersahutan dengan irama musik yang menggema terdengar sedikit memekakkan telinga.
Di pintu masuk, tampak Antonio dan Aurelie baru saja tiba. Antonio berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Aurelie. Kedatangan keduanya tampak menjadi pusat perhatian banyak orang yang hadir. Aurelie menjadi kikuk dan tidak nyaman dengan keadaan yang seperti itu.
Menyadari bahwa langkah Aurelie semakin pelan, Antonio dengan spontan menghentikan langkahnya. Berbalik dan mendekati Aurelie.
"Ada apa?"
"Tidak apa-apa, pak. S saya hanya tidak terbiasa."
"Ayo, berjalan di sampingku. Kau harus menemaniku menyapa banyak orang malam ini."
"Baik,"
Antonio membawa Aurelie menemui dan menyapa banyak orang penting. Antonio memperkenalkannya sebagai asisten pribadinya. Beberapa orang yang belum tahu, mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih.
"Pasangan anda malam ini sangat cantik, tuan Antonio. Boleh saya berkenalan?" tanya seorang kolega yang usianya masih muda seperti Antonio. Ia menyodorkan tangannya pada Aurelie yang berdiri tepat di samping Antonio.
Aurelie melirik Antonio meminta persetujuan. Tapi pria itu malah memutar matanya, seolah tak peduli. Membuat Aurelie tanpa sungkan lagi menerima jabat tangan pria di depannya.
"Aurelie Daneliya."
"Nama yang cantik, seperti orangnya. Perkenalkan, nama saya Stevan Jacob Direktur Secret Time. Senang berkenalan dengan anda nona Aurelie."
Antonio menyela dengan menarik tangan Aurelie dari genggaman Stevan.
"Ayo, masih banyak orang penting yang harus kita sapa. Kami permisi, tuan Stevan."
__ADS_1
Kegiatan menyapa masih berlangsung, Aurelie berdiri dengan tidak nyaman karena merasa lelah. Ia tidak terbiasa mengenakan high heels sehingga tumitnya terasa sakit.
"Ternyata benar kau, Antonio!" sapa seorang wanita di umur 40'an yang entah datang dari mana.
"Ah, anda juga berada disini Ny. Rosalind"
"Siapa wanita di sebelahmu?"
"Ini......... Kekasihku."
Aurelie menatap tajam Antonio, tak percaya dengan apa yang dikatakan bosnya. Kekasih? Sejak kapan Aurelie menjadi kekasihnya. Itulah pertanyaan yang terlintas di kepala Aurelie.
"Kau jangan bercanda, sejak kapan kau punya kekasih. Aku sangat merindukanmu Antonio. Ayo, temani aku minum." Rosalind menarik tangan Antonio, memaksanya untuk menurut.
Aurelie menangkap sinyal Antonio yang mengharapkan bantuannya. Maka dengan reflek, Aurelie menarik salah satu tangan Antonio yang terbebas.
"Ah, iya. Maafkan saya, nyonya. Tapi saya tidak bisa meninggalkan kekasih saya disini sendirian. Mungkin lain kali saya akan menemani anda minum."
"Kalian, benar-benar berpacaran?" tanya Rosalind dengan menatap Antonio dan Aurelie secara bergantian.
"Tentu, kami sudah cukup lama berpacaran. Hanya saja baru kali ini dia bisa menemani saya ke acara perjamuan." jawab Antonio sedikit gugup. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Aurelie dan berbisik,
"Bantu aku berakting, aku akan memberimu bonus nanti."
Aurelie tersenyum mendengar tawaran itu lalu bergelayut manja di lengan Antonio.
"Ah, sebenarnya saya tidak begitu suka dengan acara seperti ini. Tapi khusus kali ini saya mau menemaninya, karena saya sangat merindukannya."
__ADS_1
Rosalind tersenyum meremehkan melihat sikap manja Aurelie yang tampak tidak natural baginya.
"Hah, Kalian pikir aku percaya? Apa buktinya kalau kalian berdua ini pasangan kekasih?"
Aurelie melepaskan tangannya dari lengan Antonio. Ia berjinjit, kedua tangannya menangkup pipi Antonio dan dengan cepat Aurelie mendaratkan bibirnya ke bibir bosnya itu.
Antonio terbelalak mendapat serangan tiba-tiba seperti itu. Namun kelembutan bibir Aurelie, membuat fikiran Antonio menggelap. Ia rengkuh pinggang Aurelie dengan erat dan mulai ******* bibir kecil Aurelie yang terasa sangat lembut dan manis di mulutnya. Aurelie juga menikmati hal itu dan terbawa suasana hingga keduanya tidak sadar telah menjadi pusat perhatian para tamu undangan di perjamuan itu.
Rosalind mendengus kesal melihat keduanya berciuman dengan sangat mesra. Ia pun berbalik pergi sambil menggerutu tak jelas.
.
.
.
.
.
.
.
Author senyum-senyum sendiri nulis ini sambil bayangin kelakuan bar-bar Aurelie yang tiba-tiba nyambar bibir Antonio 🤣🤣🤣
lanjut besok lagi ya, All.
__ADS_1
Good night.