Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 49


__ADS_3

"Jadi, kapan kau mau menikah denganku?" tanya Albert begitu kembali ke rumah sakit setelah mengantar pulang Alnorld sebelumnya.


"Nanti, saat aku sudah kembali bisa berjalan."


"Huuuuffftt, aku takut itu akan butuh waktu yang lama." kata Albert tampak murung.


"Hei, dengarkan aku. Aku akan berusaha untuk sembuh lebih cepat. Lagi pula, kau ada disana menemaniku bukan. Aku pasti akan lebih semangat." kata Sena mengelus lembut pipi Albert.


"Kenapa kita tidak menikah dulu, kemudian aku bisa lebih leluasa menjagamu disana?" kata Albert mendekap tangan Sena di pipinya.


"Tidak, Albert. Kumohon mengertilah."


"Kita bisa menyembunyikannya dulu dari publik. Dan kita bisa mengadakan resepsi super mewah setelah kau sehat." kata Albert tidak mau kalah.


"Albert...."


"Yayaya, baiklah baiklah. Kau bosnya."


"Kau mau menungguku, kan?" tanya Sena tersenyum manja.


"Hemm."


"Sayang?"


"Kau memanggilku apa tadi?" tanya Albert dengan senyum mengemban di bibirnya.


"Dasar kau ini. Sudah, aku mau tidur. Jangan menggangguku lagi." kata Sena membelakangi Albert.


------------"-----------


Hari ini Albert pulang ke mansion keluarga Nero untuk mempersiapkan beberapa barang untuk ia bawa ke Amerika. Di tengah-tengah kesibukannya, Jesica datang menghampiri putranya itu.


"Jadi, kau akan menemani Sena selama masa treatment disana son?"


"Mom? Ya, kemungkinan seperti itu. Aku titip Alnorld ya, mom. Sekali lagi dalam hidupku aku akan merepotkan." kata Albert tersenyum.

__ADS_1


"Kau bahagia, sekarang? Akhirnya Sena menerima lamaranmu." tanya Jesica.


"Yaa, walau belum sempurna karena dia belum bersedia menikah denganku." jawab Albert tersenyum miring.


"Sabarlah, son. Sena hanya ingin menjadi yang terbaik saat bersanding denganmu nanti. Jadi, jangan terlalu kejam padanya."


"Mom, jadi sekarang kau ada dipihak calon menantumu?" tanya Albert meledek.


"Ya, karena kami sama-sama wanita."


"Hahaha, baiklah. Aku mencintaimu, mom." kata Albert memeluk Jesica.


"Ehem, haruskah kau memeluk istriku saat kau sendiri sudah memiliki calon istri?" tanya Jeremy yang tiba-tiba sudah berada di pintu kamar Albert.


"Dad?" sapa Albert melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Kau ini, masih saja cemburu dengan anak sendiri." kata Jesica menggelengkan kepala.


"Seharusnya sekarang aku bisa tenang, karena putraku sudah memiliki wanitanya. Sehingga tidak perlu berebut kau lagi. Tapi ternyata si licik ini masih saja mencari kesempatan untuk merebutmu dariku." canda Jeremy.


"Hahaha, tenang dad. Aku tidak akan berebut lagi denganmu." kata Albert tertawa.


Di rumah sakit,


"Mommy, tidak akan lama kan?"


"Mommy akan berusaha untuk kembali secepatnya sayang." jawab Sena memeluk putra semata wayangnya.


"Saat libur sekolah, kau bisa menyusul kesana son. Biar om Evan nanti yang mengantarmu." kata Albert.


"Benarkah?" tanya Alnorld dengan mata berbinar.


"Tentu saja." jawab Albert meyakinkan.


"Semoga mommy lekas sehat." kata Alnorld lembut.

__ADS_1


"Oke, sudah cukup ngobrolnya. Mommymu harus segera istirahat. Kita juga istirahat ya." ajak Albert mengakhiri obrolan.


Malam ini Albert sengaja mengijinkan Alnorld untuk menginap di rumah sakit untuk menemani Sena bersama dengannya. Karena besok Albert akan membawa Sena ke Amerika untuk memulai treatmentnya.


Albert mengajak Alnorld ke sofa bed yang memang di sediakan rumah sakit untuk keluarga pasien di kamar VIP untuk tidur karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dan tak butuh waktu lama, pria kecil itupun akhirnya terlelap dengan tenang.


Jam menunjukkan pukul dua pagi ketika Albert merasa tenggorokannya begitu kering. Albert pun bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minumnya.


"Kau belum tidur?" tanya Albert yang melihat Sena duduk menghadap jendela, membuat Sena menoleh dan tersenyum.


Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, Albert pun menghampiri Sena dan duduk di sebelahnya.


"Kenapa kau belum tidur? Besok kita akan melakukan perjalanan panjang. Kau harus beristirahat." kata Albert.


Sena menyandarkan kepalanya di bahu Albert dan memejamkan matanya.


"Seperti ini dulu, sebentar saja." kata Sena dengan masih memejamkan matanya.


"Baiklah." kata Albert mengelus lembut rambut Sena.


"Aku mencintaimu." ucap Sena.


"Dan aku lebih mencintaimu daripada kau mencintaiku." kata Albert kemudian mengecup puncak kepala Sena.


###########


Adakah disini yang penasaran dengan keluarga Sena?


Gak, thor.


Duh, penasaran dong. Biar nanti Authot keluarin tuh cerita tentang keluarganya Sena.


Iya deh, iya. Penasaran thor. Apapunlah biar thor seneng.


😂😂😂😂😂😂

__ADS_1


Maafkan kegajean author ya, readers.


Happy reading.


__ADS_2