Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 92 (Flashback)


__ADS_3

Di hari berikutnya, masalah yang dialami perusahaan semakin buruk. Beberapa investor mulai menarik investasinya. Bahkan nilai saham pun kembali menurun. Hal ini tentu membuat Albert sedikit frustasi dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dan ia mulai curiga bahwasanya pasti ada seseorang di balik kekacauan ini. Sehingga ia memerintahkan Evan untuk mencari tahu beberapa rival perusahaan yang kemungkinan memiliki sangkut paut dengan keadaan perusahaannya.


ceklek,


"Apakah kau mendapatkan sesuatu?" tanya Albert begitu Evan memasuki ruangannya.


"Ada satu perusahaan pesaing yang nilai sahamnya tiba-tiba meningkan pesat, bos. Bahkan beberapa proyek rahasia yang sebenarnya akan kita luncurkan bulan depan malah sudah diluncurkan oleh mereka. Menurut saya hal ini sangat aneh. Mengingat perusahaan tersebut tadinya bukanlah ancaman besar untuk QL Contruction." kata Evan menjelaskan dengan wajah heran.


"Slavetone?" kata Albert menebak.


"Benar, bagaimana anda bisa tahu?" tanya Evan kaget.


"Kalau begini aku tidak lagi kaget. Evan, tiga hari lagi adalah hari perebutan tender pembebasan lahan di kota C. Minta divisi perencanaan untuk membuat penawaran segera dan serahkan padaku besok pagi. Dan kau segera konfirmasikan pada penyelenggara tender kalau QL Contruction akan ikut bergabung dalam perebutan tender." perintah Albert tanpa basa basi.

__ADS_1


"B baik, bos." kata Evan kemudian segera meninggalkan ruangan Albert.


"Ku kira tadinya QL Group tidak tertarik dengan proyek ini. Membuat dokumen penawaran dalam satu hari. Hah, sepertinya divisi perencanaan harus bekerja lembur malam ini." gumam Evan sembari berjalan menuju divisi perencanaan.


Dan benar saja, semenjak Evan menyampaikan perintah Albert pada kepala divisi perencanaan tentang rencana keikut sertaan QL dalam perebutan tender tersebut para anggota divisi menjadi kalang kabut dibuatnya. Mereka bahkan sampai rela bekerja lembur demi menyiapkan dokumen penawaran yang diminta oleh Albert.


Albert menyandarkan badannya pada kepala kursi. Di tatapnya langit-langit dengan seksama sembari mengingat kembali kenangan yang terjadi di masa lalu.


Sayup-sayup suara angin terdengar dari balik jendela sebuah ruangan yang tampak sepi. Di dalamnya hanya terdapat dua orang pemuda yang tengah berbincang santai.


"Heh, kau jatuh cinta? Memangnya siapa wanita yang tidak beruntung itu?" tanya pemuda satunya yang berpakaian rapi dengan kemeja polos lengan panjang yang digulung sampai ke sikunya.


"Apa maksudmu tidak beruntung? Tentu saja wanita itu sangat beruntung karena di sukai oleh seorang Antonio." kata pria yang bernama Antonio dengan bangga.

__ADS_1


"Hahaha, yayaya. Jadi, siapa wanita yang beruntung itu? Yang mungkin mampu merobohkan sifat playboymu?" tanya si pemuda.


"Aku akan memberitahumu setelah aku berhasil memilikinya. Kau tunggu saja." kata Antonio percaya diri.


"Baiklah, akan kutunggu. Tapi sebelum itu, kau berhutang makan siang padaku." kata pemuda satunya sembari merangkul pundak Antonio.


"Kenapa aku berhutang padamu?" tanya Antonio.


"Kau sedang bahagia sekarang. Sudah sepantasnya kau mentraktirku makan siang bukan? Ayo." ajak si pemuda menarik badan Antonio dengan paksa.


"Dasar kau ******** tampan." ucap Antonio menyeringai.


"Hahahaha." dan mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


Ingatan itu membuat Albert menghela nafasnya panjang. Karena kenangan itulah awal dari sebuah kesalahan dan perpecahan yang terjadi antara dirinya dan sahabatnya itu, Antonio. Kini sedikit demi sedikit ia pun mulai mengerti apa yang terjadi pada perusahaannya yang sebenarnya.


__ADS_2