
Setelah melaksanakan pemberkatan pada siang hari, malam harinya Albert dan Sena kembali dipersiapkan untuk melaksanakan pesta resepsi.
Malam ini di salah satu ballroom terbesar dan termewah di tengah kota telah ramai dengan tamu undangan dari berbagai kalangan, dari para pejabat penting, relasi bisnis, kerabat dan tak lupa pula para rekan dari pasangan pengantin sendiri. Ballroom dihias begitu indah dan megahnya dengan bunga yang didominasi warna putih. Suara biola mengalun dengan merdu mengiringi langkah kaki sepasang pengantin menuju pelaminan.
"Aku senang, kau jadi milikku sekarang." kata Albert berbisik.
"Ya, aku milikmu tuan Albert." jawab Sena tersenyum tanpa melihat ke arah Albert.
Sepasang pengantin menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Banyak do'a dan candaan yang terselip dalam setiap ucapan selamat yang dilontarkan. Membuat Albert dan Sena merasa terberkati.
Saat tamu undangan mulai sibuk dengan makanan, minuman atau menikmati suguhan hiburan. Albert mendekatkan diri ke arah Sena.
"Aku akan memperkenalkan Alnorld pada para tamu undangan." kata Albert tiba-tiba.
"Apakah ini tidak apa-apa?" tanya Sena ragu.
"Kau khawatir?" tanya Albert menatap Sena.
__ADS_1
"Emm, beberapa orang masih berfikiran sempit mengenai anak yang lahir di luar nikah, Albert." kata Sena mengungkapkan kecemasannya.
"Tenanglah, tidak akan ada seorangpun yang berani menyinggung putra kita. Putra kita adalah anak yang sangat membanggakan." kata Albert menenangkan Sena.
Setelah berkata demikian, Albert meminta Evan untuk membawa Alnorld untuk bergabung dengannya dan Sena di atas panggung. Setelah dirasa suasananya memungkinkan, Albert pun memberikan interupsi kepada para tamu undangan untuk fokus kepadanya.
"Selamat malam semuanya, saya Albert Robert Nero beserta istri mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah bersedia hadir dan ikut memberkati kami. Kami merasa beruntung dengan itu. Sekarang ijinkan saya untuk menceritakan sebuah kisah, saya mohon para hadirin akan menyimaknya dengan baik." kata Albert mengawali. Albert berhenti bicara sejenak untuk menatap Sena dan Alnorld bergantian dengan tersenyum.
"Tujuh tahun yang lalu, ada seorang pria yang sedang mabuk. Kemudian dengan setengah sadar memaksa seorang wanita yang sebelumnya ia benci untuk melakukan sebuah kesalahan dengan merenggut mahkota berharganya. Kalian pasti tahu kesalahan apa yang aku maksudkan itu. Setelah kesalahan malam itu si wanita pergi menghilang. Si pria kemudian mencari wanita itu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hingga akhirnya 3 tahun berlalu namun wanita itu tidak juga ia temukan. Akhirnya si pria pun menyerah. Dan akhirnya sekitar setahun yang lalu pria itupun secara tidak sengaja menemukan wanita itu. Bukan hanya si wanita, namun juga seorang anak laki-laki tampan yang mirip dengan si pria. Yah, ternyata tanpa si pria ketahui dari kecelakan pada malam itu lahirlah seorang putra. Si wanita membesarkan putranya seorang diri dengan baik. Dan kini, mereka bertiga pun berkumpul menjadi satu keluarga. Tanpa disadari tanpa dipaksa, pria dan wanita itu akhirnya jatuh cinta dan memilih untuk menikah." kata Albert menceritakan secara singkat
"Hadirin sekalian, itu adalah kisah saya. Dan sekarang saya perkenalkan kepada anda semua, putra saya Alnorld Laurence Nero. Putra saya yang luar biasa. Terima kasih untuk istri yang baru saja kunikahi, karena telah melahirkan dan membesarkan putra kami dengan sangat baik. Aku mencintaimu dan putra kita." kata Albert mentap Sena penuh cinta.
Suara riuh tepuk tangan menggema di ballroom hotel tersebut. Beberapa tamu memuji sikap Albert yang berani dengan terbuka memperkenalkan sang putra yang lahir di luar nikah. Namun tetap ada juga beberapa orang yang mencibir tentang Albert Robert Nero, pewaris QL Group yang ternyata memiliki skandal seperti itu bahkan sampai memiliki anak di luar nikah.
Sena menatap para hadirin yang masih riuh bersuara dan bertepuk tangan, kemudian beralih menatap sang suami.
"Aku yakin, berita ini akan menjadi time line di surat kabar besok pagi. Keluarga kecil kita akan menjadi tranding topic." kata Sena tertawa kecil.
__ADS_1
"Biarlah, aku tidak peduli." kata Albert santai lalu menggendong sang putra dan mencium kedua pipinya.
"Daddy menyayangimu." kata Albert.
"Aku juga menyayangi daddy." balas Alnorld yang kemudian memeluk Albert erat.
Lain orang, lain juga sikapnya. Mungkin beberapa keluarga pebisnis akan menilai sikap yang di ambil oleh Albert adalah hal yang memalukan dan penuh resiko. Namun tidak bagi Jeremy, Jesica dan Laurence. Mereka begitu bangga pada Albert yang dengan berani mengakui skandal ini. Tidak ada rasa takut bagi mereka untuk kehilangan beberapa proyek atau kerja sama dengan beberapa perusahaan lain karena tereksposenya skandal ini. Bagi mereka, kebahagiaan keluarga adalah yang utama. Albert, Sena dan Alnorld serta orangtua mereka bahagia.
Tamat
Tapi bohong 😝
Sampai jumpa di chapter selanjutnya,
bye bye,
salam sayang dari author.
__ADS_1
😘😘😘