Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
EXTRA PART 3


__ADS_3

HAPPY READING


__________________


Beberapa hari ini Aurelie selalu bertingkah manja pada Antonio. Mendekati persalinan, sifat ibu hamil itu tidak lagi dingin terhadap Antonio. Dan tentu saja Antonio menyukai hal itu.


"Apa kau tidak ingin mengajakku babymoon, sayang?" tanya Aurelie sambil memutar-mutar jarinya sembarangan di dada Antonio.


"Kau ingin babymoon? Apakah tidak terlalu terlambat, sayang? Kandunganmu sudah terlalu besar."


"Tidak, aku baik-baik saja. Lagi pula, baby baru akan lahir 4 Minggu lagi. Dan kita bisa babymoon paling tidak 5 sampai satu Minggu."


"Emm, kau sangat ingin pergi?" tanya Antonio memastikan dan dibalas anggukan antusias dari Aurelie.


"Kalau begitu biar aku menelpon dokter kandunganmu dulu. Aku akan bertanya apakah aman untukmu pergi di usia kandungan yang sudah besar ini."


"Oke,"


Antonio mengambil handphonenya dan mulai melakukan panggilan dengan dokter kandungan Aurelie.


"Halo, dok. Ini saya Antonio suami Aurelie."


"............."


"Istri saya ingin sekali melakukan perjalanan untuk babymoon. Apakah tidak apa-apa?"


"..............."


"Tidak boleh jauh, ya."


"................"


"Apakah memungkinkan jika saya mengajaknya ke Sentosa Island?"


"................"


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih, dok. Maaf sudah mengganggu istirahatnya."


Setelah bertanya dan memastikan bahwa Aurelie benar-benar aman untuk melakukan perjalanan Antonio pun segera mematikan teleponnya dan menghampiri sang istri.


"Bagaimana?" tanya Aurelie dengan mata penuh harap.


"Boleh, asal tidak ke tempat yang jauh. Bagaimana kalau ke Sentosa Island?"


"Bukankah itu terlalu dekat?" kata Aurelie yang tiba-tiba terlihat sedih.


"Jadi bagaimana?"


"Ya sudah, dari pada tidak pergi sama sekali." jawab Aurelie dengan terpaksa.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu. Kita akan berangkat besok. Ayo kita ke kamar, dan mulai menyiapkan barang yang akan kita bawa." ajak Antonio yang langsung memapah Aurelie untuk kembali ke kamar.


***


Keesokan paginya, Antonio dan Aurelie segera berangkat menuju Sentosa Island. Memang tak butuh waktu lama untuk sampai disana. Tapi keinginan untuk segera sampai dan menikmati segala wisata disana tidak bisa di lewatkan begitu saja.


Mereka sampai pukul 10 pagi, dan langsung menuju hotel tempat mereka akan menginap.


"Kita istirahat dulu." ajak Antonio.


"Nonono, ayo kita ke SEA Aquarium."


"Memangnya kau tidak lelah, sayang? Istirahatlah dulu, nanti setelah makan siang kita akan kesana."


"RIGHT NOW!" kata Aurelie penuh dengan penekanan sehingga Antonio pun tak sanggup lagi menolak.


"Ayo,"


Dengan perasaan riang Aurelie menggandeng lengan Antonio dan mencium pipinya.


Suasana SEA Aquarium tidak begitu ramai karena masih merupakan hari kerja. Beda cerita kalau saja mereka datang di akhir pekan. Sudah dipastikan tempat itu akan penuh dengan para wisatawan.


Antonio bak ajudan yang mengikuti kemanapun Aurelie berjalan dan berhenti. Aurelie seperti anak kecil yang bahagia karena di ajak rekreasi oleh orangtuanya. Dan keceriaan Aurelie itu membuat senyum di bibir seorang Antonio tak bisa pudar.


"Sayang, lihat ini." kata Aurelie membuat Antonio segera mendekatinya.


"Ini, ikan badut bukan?"


"Emm, mungkin."


"Ini sama seperti ikan di film Finding Nemo."


"Film apa itu?"


"Film tentang ikan."


"Hah?"


"Kau tidak tahu film itu?" tanya Aurelie yang dibalas gelengan oleh Antonio.


"Dasar, lihatlah nak ayahmu sangat kampungan." Aurelie seolah sedang mengejek Antonio kepada anak di dalam perutnya.


"Hei, kau tidak boleh mengatakan hal buruk tentangku pada anak kita sayang."


"Yayaya, Ayo kita keluar dan cari tempat duduk. Kakiku sudah tidak bisa di ajak berdiri lama-lama."


"Mau ku gendong?"


"Apa kau gila? Ini di tempat umum. Tentu saja aku tidak mau."

__ADS_1


"Kau ini galak sekali."


"Kau tidak suka? Atau kau tidak mencintaiku lagi?"


"Hei hei, aku hanya bercanda sayang. Tentu saja aku mencintaimu, ayo kita keluar dan mencari tempat duduk. Nanti aku akan membelikan mu ice cream." bujuk Antonio.


"Sungguh?"


"Tentu saja, akan ku belikan 2."


"Oke, deal. Ayo kita keluar."


Karena lelah, seusai dari SEA Aquarium Aurelie memilih untuk beristirahat di hotel. Untung saja Antonio memilih Beach Villas sebagai tempat mereka menginap. Tempat itu begitu dekat dengan pantai, hingga tak masalah jikalau pun mereka tak kemana-mana dan hanya di kamar. Karena dari kamar saja, keindahan pantai sudah terlihat begitu jelas.


Hingga malam harinya, Aurelie kembali berulah dan memaksa Antonio untuk menemaninya ke Wings Of Time dimana itu adalah tempat pertunjukan Air Mancur kelas dunia yang berada di pulau Sentosa.


Sebenarnya Antonio begitu malas untuk keluar malam itu, karena ia merasa tubuhnya sedang tidak fit. Namun rengekan si ibu hamil tak bisa ia acuhkan begitu saja. Dan akhirnya ia pun menuruti keinginan istrinya.


Sebuah kebetulan yang baik atau buruk, Antonio tak tahu harus bereaksi seperti apa. Malam itu Wings Of Time begitu ramai kunjungan. Bahkan mereka pun sampai sedikit berdesakan.


Aurelie tampak sangat senang dan antusias. Sedangkan Antonio sibuk menghadang tubuh Aurelie dari senggolan para pengunjung lain.


Antonio tersenyum lega manakala pertunjukan air mancur itu berakhir di menit ke 30. Dan dengan sigap ia menuntun Aurelie untuk keluar dari lokasi Wings Of Time.


"Aku lapar," gumam Aurelie lirih.


"Kenapa sayang?"


"Aku lapar." jawab Aurelie menunjukkan wajah imutnya.


"Ayo cari sesuatu untuk di makan." ajak Antonio yang langsung menggenggam erat tangan Aurelie.


.


.


.


.


.


.


YAROBUN, EXTRA PART NYA TINGGAL 2 CHAPTER LAGI YA.


NANTIKAN KELANJUTANNYA,


SEE YOU.

__ADS_1


__ADS_2