Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 94


__ADS_3

"Bos..."


"Tidak apa-apa, van. Tujuanku ikut dalam sesi penawaran kali ini sebenarnya bukan hanya untuk menang. Tapi untuk sesuatu yang lain. Jadi, tak masalah bila kita gagal kali ini," kata Albert berjalan santai.


"Tapi, bukannya kemarin anda......."


"Aku hanya ingin kalian semua tetap bekerja keras dengan semangat tanpa memikirkan perusahaan yang sedang kolaps," kata Albert tersenyum.


Flashback


"Nilai investasi yang kami tawarkan adalah 50 milyar," kata Antonio di sela-sela presentasi penawarannya.


"Bos, penawaran itu bahkan dua kali lipat dari yang kita sanggupi." kata Evan berbisik pada Albert dan Albert hanya tersenyuk sembari tetap fokus menatap Antonio yang masih di depan sana.


Flashback end


Selesai dengan acara penawaran, Albert memilih untuk kembali ke kantor. Saat-saat seperti ini membuatnya tidak bisa santai barang sedikit pun.


Albert memasuki ruangannya dengan agak lesu, ia merasa bahwa badannya sudah minta untuk diistirahatkan. Tapi apalah daya, perusahaan kini sedang membutuhkannya untuk bisa bangkit kembali.


*drrrrrrttt


drrrrrrttt


drrrrrrttt*

__ADS_1


Handphone Albert bergetar menandakan bahwa ada seseorang yang menelponnya. Diraihnya handphone di atas meja kemudian Albert pun tersenyum menatap nama yang tersemat di layar handphonenya.


Albert : Halo?


Sena : Halo, bisa saya bicara dengan Tuan Albert Robert Nero?


Albert : Kau marah karena aku jarang memberi kabar ya?


Sena : Maaf, bisakah saya bicara dengan Tuan Albert?


Albert : Sayang? Kumohon, cukup bercandanya. Aku sangat merindukanmu.


Sena : Cih, rindu tapi tidak memberi kabar.


Sena : Aku sedang mau memasak. Dan jagoanmu itu sekarang sedang tertidur lelap.


Albert : Apakah dia kelelahan? Tumben sekali dia tidur di waktu ini. Hemm, aku jadi rindu masakanmu.


Sena : Seandainya aku ada disana, kau ingin dimasakkan apa untuk makan malam?


Albert : Emm, sepertinya sapi lada hitam dan brokoli saus tiram saja sudah cukup untukku.


Sena : Sudah kuduga. Apakah nanti malam kau lembur?


Albert : Tidak, aku terlalu lelah. Kurasa malam ini aku akan pulang lebih cepat dan beristirahat.

__ADS_1


Sena : Baguslah kalau begitu. Kau harus tetap menjaga kesehatanmu agar perusahaan juga tetap bisa berjalan dengan baik. Sudah dulu, ya. Aku harus segera menyiapkan makan malam. I love you.


Albert : Baiklah, Nyonya Nero. I love you too.


Sena mematikan panggilan teleponnya. Ia tersenyum senang membayangkan betapa terkejut dan bahagianya Albert bila tahu bahwa ia dan Alnorld datang mengunjunginya.


Dengan telaten Sena menyiapkan bahan-bahan yang diperlukannya untuk membuat sapi lada hitam dan brokoli saus tiram kesukaan sang suami. Sena sangat bersemangat untuk menyenangkan Albert.


Di tengah-tengah kesibukannya, tiba-tiba Alnorld datang menghampiri.


"Kau sudah bangun, sayang? Kenapa tidurmu sebentar sekali?" tanya Sena mencuci tangannya kemudian menghampiri sang putra.


"Aku haus," jawab Alnorld singkat.


"Duduklah disini, mommy akan mengambilkanmu minum," kata Sena.


Sena meraih gelas yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri dan mengisinya dengan air putih.


"Ini minumlah," kata Sena menyodorkan gelas yang dipegangnya pada sang putra.


"Kapan daddy akan pulang?"


"Emm, mungkin dua sampai tiga jam lagi. Mommy akan melanjutkan memasak. Kau bisa menonton TV sembari menunggu agar tak bosan." kata Sena menunjuk sebuah TV di ruang tengah.


Alnorld menoleh mengikuti arah jari Sena kemudian berdiri dari duduknya dan memilih untuk menonton TV seperti saran mommynya.

__ADS_1


__ADS_2