
LANJUT NIH,
____________________
Drrrrrrrtttt
Drrrrrrtttttttt
Drrrrrrtttttttt
(Handphone Antonio bergetar tanda panggilan masuk.)
Antonio : Halo?
Albert : Kalian sudah sampai?
Antonio : Baru saja turun dari pesawat.
Albert : Aku sudah mengirim orang untuk menjemput kalian.
Antonio : Oke, thanks. Sampai jumpa.
"Siapa?" tanya Aurelie begitu Antonio menutup teleponnya.
"Albert, dia sudah mengirim orang untuk menjemput kita."
"Syukurlah, kak Albert baik sekali ya." puji Aurelie spontan membuat Antonio menghentikan langkahnya tiba-tiba.
"Hei!"
"Ada apa?" tanya Aurelie bingung
"Jangan memuji pria lain,"
"Aku kan hanya bilang kalau dia baik."
"Tetap tidak boleh! Kau hanya boleh memujiku," kata Antonio memeluk pinggang Aurelie posesif.
"Dasar kau ini."
"Oh, itu dia orang yang menjemput kita." kata Antonio begitu melihat seseorang yang memegang papan atas namanya.
Orang yang dikirim oleh Albert mengantarkan mereka langsung ke mansion keluarga Nero. Albert dan Sena pun sudah menunggu kedatangan mereka, bahkan Albert sendiri sampai mengosongkan jadwalnya demi menyambut kedatangan sahabatnya itu.
__ADS_1
"WELCOME, BRO!!!!" teriak Albert begitu Antonio keluar dari dalam mobil dan di susul oleh Aurelie.
Dua pria dewasa itu berpelukan dengan sangat akrab, membuat Aurelie yang melihat betapa erat persahabatan mereka untuk pertama kalinya ikut merasakan bahagia.
"Ini istrimu?" tanya Albert basa-basi.
"Iya, kenalkan namanya Aurelie. Sayang, ini sahabatku Albert Robert Nero." kata Antonio memperkenalkan keduanya.
"Albert,"
"Aurelie, kak."
Mereka pun saling berkenalan dan berjabat tangan sebentar.
"Hei, bro. Kupikir kau sudah belok karena tak kunjung menikah. Ternyata seleramu itu daun muda ya." canda Albert sambil berbisik.
"Sialan kau," umpat Antonio yang langsung menyikut pinggang Albert. Dan mereka pun tertawa bersama.
"Wah, kalian sudah datang?" sapa Sena yang baru saja keluar karena mendengar keramaian.
"Sayang, kenapa tamunya tidak dibawa masuk?" tanya Sena pada Albert.
"Baru saja mau ku ajak masuk." jawab Albert singkat.
"Hallo, ini istrimu?" tanya Sena, menunjuk Aurelie yang berdiri di samping Antonio.
"Hallo, kak!" sapa Aurelie lembut.
"Hei, kenalkan namaku Sena. Namamu?" tanya Sena mengulurkan tangannya.
Aurelie menerima jabatan tangan Sena dengan senyuman.
"Aku Aurelie, senang bertemu kakak. Oh iya, dimana baby?"
"Baby ada di kamar, sedang tidur. Ayo masuk, kalian juga harus istirahat. Aku sedang menyiapkan makan siang dan sebentar lagi matang."
Sena kembali ke dapur untuk melanjutkan memasak dengan di bantu beberapa maid. Aurelie mengikutinya dari belakang, karena tidak nyaman kalau harus duduk sendiri di antara obrolan para pria itu.
"Bagaimana rasanya menjadi pengantin baru, Aurelie?" tanya Sena sambil melanjutkan acara memasaknya.
"Menyenangkan, kak. Bisa bersatu dengan orang yang kita cintai sungguh sangat membahagiakan."
"Kalian pasti sedang hangat-hangatnya. Wah, aku jadi iri. Karena sudah terlalu sulit bagiku dan Albert untuk berduaan karena sudah memiliki dua putra. hehehe."
__ADS_1
"Putra pertama kakak dimana?" tanya Aurelie karena belum bertemu dengan Alnorld semenjak masuk ke dalam mansion.
"Emm, mungkin di kamar menemani adiknya sambil membaca buku."
Tak lama kemudian, seluruh hidangan pun siap. Aurelie juga turut membantu Sena untuk menyusun hidangan di meja makan walau sebenarnya sudah berkali-kali Sena melarang.
"Aku akan memanggil mereka berdua untuk makan, kau duduklah dulu Aurelie." kata Sena yang di angguki oleh Aurelie.
Sena berjalan menuju ruang tengah, menghampiri dua sahabat yang tengah asyik mengobrol.
"Makanannya sudah siap, tuan-tuan." kata Sena.
"Ayo kita makan dulu," ajak Albert.
"Aku akan ke atas memanggil Alnorld. Kalian kesanalah dulu." kata Sena yang kemudian meninggalkan keduanya.
Albert, Antonio dan Aurelie sudah duduk di meja makan. Kemudian di susul oleh Sena yang datang bersama si tampan Alnorld.
"Beri salam pada paman dan bibi," perintah Sena.
"Halo, paman bibi." sapa Alnorld.
"Halo, sayang. Wah, di usiamu yang masih sangat muda. Kau tampan sekali." puji Aurelie.
"Lihat dulu, siapa mommy nya." canda Sena yang membuat semua orang tertawa.
Mereka pun makan siang bersama-sama sambil berbincang ringan. Kehangatan di meja makan begitu terasa, dengan canda dan gelak tawa semua orang.
.
.
.
.
.
.
SEE YOU, ALL.
THANK YOU FOR READING.
__ADS_1