
Sinar matahari mengintip dari celah-celah jendela. Sayup-sayup suara angin terdengar di telinga.
Dengan pelan Sena membuka matanya, mengerjap beberapa kali agar terbiasa dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya.
"Morning." sapa Albert dengan suara serak khas bangun tidurnya lalu mendekap erat tubuh Sena dari belakang.
"Sudah siang, ayo bangun." ajak Sena sembari mengelus lembut tangan Albert yang melingkar di perutnya.
"Tidurlah lebih lama, kau pasti lelah karena semalaman melayaniku." kata Albert.
"Tidak apa-apa, karena aku juga menikmatinya. Kalau begitu kau tidurlah sebentar lagi. Aku akan mandi dan turun ke bawah melihat Alnorld." kata Sena melepaskan dekapan Albert.
"Ayo mandi bersama." ajak Albert yang dengan tiba-tiba bangun dari tidurnya.
"Hanya mandi, oke?" kata Sena menegaskan.
Albert hanya tersenyum nakal menimpali perkataan Sena.
Satu jam kemudian Albert dan Sena baru keluar dari kamar mereka. Sena menggerutu kesal karena Albert membuat acara mandinya berubah menjadi pergelutan panas sehingga kini ia kembali turun menyapa keluarga lebih siang dari hari sebelumnya.
"Hei, jangan marah sayang. Mereka pasti akan memaklumi kita." kata Albert.
"Diamlah, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu." kata Sena ketus.
"Kau terlihat semakin seksi saat merajuk seperti ini, sayang." bisik Albert di telinga Sena sembari meremas pantat Sena dengan gemas.
"Hyaaaaa, apa yang kau lakukan?" teriak Sena pada Albert yang sudah berlari meninggalkannya.
Albert berjalan ke ruang keluarga untuk menyapa.
"Selamat pagi." sapa Albert.
"Daddy sangat tidak disiplin, karena sering bangun siang." cecar Alnorld.
__ADS_1
"Daddy bangun siang karena memiliki sesuatu yang harus dilakukan, son." kata Albert membela diri.
"Selamat pagi, mom. Selamat pagi, anak mommy yang tampan." sapa Sena kemudian mencium pipi Alnorld.
"Kalian pergilah sarapanlah." perintah Jesica.
"Mom dan Alnorld?"
"Kami sudah sarapan sejak tadi."
"Emm, baiklah. Kami akan sarapan terlebih dahulu. Ayo sayang." ajak Albert.
Mereka pun berjalan bersama menuju ruang makan. Tanpa bicara Sena segera menyendokkan dua centong nasi goreng ke piring Albert.
"Hei, kenapa sejak tadi diam saja?"
"Kau membuatku tak enak hati pada mom karena sering bangun terlalu siang."
"Hei, mom pasti memaklumi kita. Sudah, ayo sarapan. Aku harus segera berangkat ke kantor karena satu jam lagi aku ada meeting penting."
"Mommy tidak tahu kalau hari ini sekolahmu libur."
"Apa yang mommy tahu tentang ku sekarang? Mommy terlalu sibuk dengan daddy dan melupakanku."
"Eh, tidak mungkin mommy melupakanmu sayang. Oh iya, apakah hari ini kau ingin jalan-jalan? Mommy akan menemanimu, kita akan kencan berdua seharian."
"Benarkah?"
"Tentu saja, kita akan ajak oma juga."
"Kalian mau jalan-jalan?"
"Mom? Iya, aku akan mengajak Alnorld jalan-jalan. Apakah mom bisa ikut?"
__ADS_1
"Emm, sepertinya tidak bisa. Hari ini mom harus pergi ke Singapura untuk menyusul dad."
"Bukankah opa akan pulang hari ini?" tanya Alnorld
"Harusnya seperti itu, sayang. Tapi ada beberapa masalah disana. Dan karena terlalu merindukan oma, opa meminta oma untuk menyusulnya. Tidak apa-apa kan kalau oma tidak ikut jalan-jalan?"
"Tidak apa-apa oma. Tapi saat pulang nanti jangan lupakan oleh-oleh untukku."
"Tentu saja."
"Kapan mom berangkat? Aku akan mengantar mom ke bandara." kata Sena menawarkan diri.
"Tidak usah repot-repot sayang. Biar supir saja yang mengantar mom. Kalian siap-siaplah untuk jalan-jalan."
"Baiklah, mom. Kami akan ke atas dulu untuk bersiap." kata Sena kemudian meninggalkan Jesica untuk bersiap.
Sena memilihkan baju casual yanh terlihat trendi untuk Alnorld kenakan. Setelah selesai dengan outfit untuk putranya, giliran Sena untuk bersiap.
Kali ini Sena mengajak Alnorld untuk berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Sena mengajak Alnorld untuk memilih beberapa baju dan sepatu untuk Alnorld karena banyak baju miliknya yang sudah mulai kekecilan setelah sebelumnya Alnorld dengan puas main di pusat permainan.
"Apa kau sudah lapar, sayang?"
"Iya, aku sudah lapar."
"Apa yang ingin kau makan?"
"Bagaimana kalau sushi?"
"Ide yang bagus, mommy juga ingin makan sushi. Ayo kita pergi mencari sushi."
Sena dan Alnorld pun bergegas menuju salah satu restoran jepang yang menghidangkan berbagai jenis sushi di dalam mall.
Disaat Sena dan Alnorld mengobrol sembari berjalan menuju restoran tiba-tiba saja Sena menghentikan langkahnya dan menatap nanar sosok yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
deg
"Albert......"