
HAPPY READING
__________________
Antonio berlari kencang menaiki tangga begitu mendengar teriakan Aurelie. Ia begitu panik sampai tak memperdulikan isi tas kerjanya yang ia berserakan karena ia lempar sembarangan.
"Sayang, ada apa?" tanya Antonio panik.
"Lihat di kamar mandi."
"Ada apa di kamar mandi?"
"Lihatlah sendiri, cepat."
Tanpa perlu dikomando lagi, Antonio memenuhi perintah istrinya untuk melihat sendiri apa yang terjadi di kamar mandi.
Antonio mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar mandi dan semuanya tampak normal dan biasa saja. Hal itu tentu membuat bingung Antonio.
"Tidak ada apa-apa di kamar mandi."
"Lihat di langit-langitnya!"
"Langit-langit?" Antonio mengarahkan kepalanya ke atas dan matanya mulai menangkap sesuatu hal yang mungkin membuat Aurelie berteriak tiba-tiba.
"Apakah maksudmu cicak yang sedang bermesraan di atas sana sayang?" tanya Antonio dengan sedikit berteriak sambil terus memperhatikan dua cicak tersebut.
"IYA!!!" jawab Aurelie yang juga berteriak padahal jarak kamar mandi dengan ranjang yang di tempati Aurelie tidak begitu jauh. Namun entahlah, bumil satu ini begitu suka berteriak-teriak sekarang.
Antonio keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya.
"Sudah kau usir?"
"Kenapa diusir?"
"Aku jijik,"
__ADS_1
"Biarkan saja, nanti juga pergi sendiri sayang. Lagi pula, ada mitos katanya kalau istrinya sedang hamil suami tidak boleh mengganggu hewan. Apalagi cicak yang sedang bermesraan."
"Mitos dari mana itu?"
"Ada, dari mana aku lupa."
"Tapi aku baru ingin mandi,"
"Ayo mandi di kamar mandi yang lain. Aku akan memandikanmu." ajak Antonio dengan menunjukkan senyum smirk nya.
"Dasar mesum,"
"Aku mesum hanya padamu, sayang." kata Antonio nakal, yang langsung menggendong Aurelie ala bridal style menuju kamar lain yang juga terdapat kamar mandi di dalamnya.
***
Hari ini adalah jadwal kontrol Aurelie, tapi Antonio tidak bisa menemani karena ada tamu penting di kantor. Aurelie cukup bisa memahami sehingga tak jadi masalah baginya untuk di temani sang ibu untuk kontrol kali ini.
Keberuntungan sedang tidak berpihak pada Aurelie. Ia sudah berusaha untuk berangkat ke rumah sakit sepagi mungkin. Namun macet di perjalanan membuatnya sampai di Rumah sakit saat matahari sudah mulai naik.
Tidak itu saja, bahkan anehnya hari ini banyak sekali ibu hamil yang kontrol sehingga ia harus puas mendapatkan nomor antrian yang cukup panjang.
Melihat perut putri nya yang semakin membesar di usia kandungan yang memasuki 8 bulan, membuat Ny. Daneila tak tega melihat putrinya kelelahan tiap kali berjalan agak jauh.
Hingga akhirnya satu nomor di depan Aurelie memasuki rumah dokter, membuat Aurelie sedikit lega karena sebentar lagi akan masuk pada gilirannya.
"SAYANG!" panggil Antonio sambil berlari kecil menghampiri Aurelie dan ibu mertuanya.
"Atur dulu nafasmu. Kenapa kemari?" tanya Aurelie sembari mengelap keringat di dahi Antonio dengan sapu tangan yang ia bawa.
"Kebetulan urusan kantor sudah selesai dan tadi aku iseng bertanya pada ibu tentang pemeriksaan mu. Eh, kata ibu antrianmu masih panjang. Maka dnegan segera aku menyusul kemari agar bisa menengok bayi kita sama-sama."
Aurelie terdiam sejenak, ia begitu terharu dengan sikap Antonio yang selalu mengutamakan dirinya.
"Terima kasih," kata Aurelie dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ah, sayang. Jangan pasang wajah seperti itu." kata Antonio gemas melihat ekspresi wajah Aurelie.
"Ibu, terima kasih sudah menemani Aurelie."
"Sama-sama, nak. Ibu juga senang bisa menemani Aurelie."
Lalu tak lama kemudian nama Aurelie pun di panggil. Kini gilirannya untuk menengok keadaan bayi yang dikandungnya.
Dokter menanyakan beberapa hal pada Aurelie seputar kehamilannya, lalu setelah itu Aurelie pun di persilakan untuk merebahkan diri di sebuah ranjang untuk di lakukan USG.
Begitu alat USG menyentuh perut besarnya, sang bayi pun langsung nampak di layar monitor. Antonio begitu takjub melihat makhluk kecil di dalam perut istrinya itu. Walau pun ini bukan pertama kali baginya. Karena memang setiap bulannya Antonio selalu mendampingi Aurelie untuk kontrol kehamilannya.
"Bayinya sangat sehat dan aktif." kata dokter tersenyum.
"Syukurlah,"
"Apakah anda berdua benar-benar tidak mau tahu jenis kelamin bayinya?" tanya dokter tersebut.
"Sepertinya laki-laki. Lihat ada tonjolan disitu. Benar kan dok?" kata Antonio tanpa basa-basi.
"Ah, sepertinya sang ayah sudah bisa menebaknya. Bagaimana ini nyonya, tidak jadi suprise?" kata dokter menggoda Aurelie.
"Sayang, kau sungguh menyebalkan." kata Aurelie menatap sebal Antonio yang malah di hadiahi tawa oleh dokter dan Ny. Daneila.
.
.
.
.
.
MASIH ADA BEBERAPA EXTRA PART LAGI YA.
__ADS_1
JANGAN DI UNFAVORITE DULU.
SEE YOU 👋🏻