Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 181 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


_______________________


Aurelie keluar dari kamarnya dengan malas. Beberapa saat yang lalu, ibunya memberitahu jika Antonio sudah datang dan menunggu di ruang tamu. Rasa kesal Aurelie terhadap sikap Antonio masih melekat di otaknya. Sampai-sampai untuk menyapa pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya pun ia enggan melakukannya.


Antonio menyeruput cangkir teh yang disiapkan Ny. Daneila saat Aurelie datang dan ikut duduk di ruang tamu tanpa menyapa.


"Ayo ikut,"


"Kemana?"


"Temani aku sarapan," jawab Antonio kemudian berdiri dan berjalan keluar.


Aurelie memijat pelipisnya sebentar kemudian mengikuti Antonio.


Antonio mengajak Aurelie ke salah satu restoran cepat saji, ia memesan begitu banyak menu hanya untuk mereka berdua.


"Kenapa pesan banyak sekali?"


"Aku tidak tahu mana yang enak, jadi aku beli semua yang terlihat enak. Makanlah,"


Aurelie mengambil satu buah hamburger dan memakannya, sedangkan Antonio hanya memandang calon istrinya saja.


"Kau tidak makan?" tanya Aurelie dengan mulut yang masih penuh.


Antonio menggeleng,


"Aku sudah makan sebelum ke rumahmu."


Aurelie menelan makanannya dengan susah payah,

__ADS_1


"Lalu untuk apa kau membawaku kemari?"


"Untuk menemanimu sarapan,"


"Aku bisa sarapan di rumah,"


"Sudah, makan saja. Nanti sekitar jam 9 akan ada supir yang menjemputmu dan ibu untuk ke butik. Mama akan menunggu disana."


Aurelie sudah mulai malas untuk berdebat, maka ia diam dan kembali makan. Tanpa memperdulikan Antonio yang masih menatapnya.


***


Aurelie membuka seat beltnya dan hendak turun dari mobil, namun Antonio dengan sigap memegang lengan Aurelie. Dan membuat gadis itu melihat ke arahnya.


"Aku akan langsung ke kantor, tolong pamitkan pada ibu."


"Iya," jawab Aurelie singkat dan memalingkan wajahnya hendak membuka pintu mobil.


Aurelie terpaku, detak jantungnya pun menjadi tak menentu. Ia menatap tak percaya pada Antonio yang dengan berani menciumnya, bahkan sekarang pria itu tersenyum hangat padanya.


"Cepat keluar, aku akan terlambat kalau kau masih tetap disini."


"Sialan," umpat Aurelie dalam hati kemudian turun dari mobil dan menutup pintu dengan sedikit keras.


***


Seperti yang dikatakan Antonio, bahwa akan ada supir yang menjemput. Dan sekarang Aurelie dan Ny. Daneila sudah berad di dalam mobil menuju butik tempat dimana ia akan bertemu dengan Ny. Stevanie.


Sesampainya di butik,


"Sayang, kau sudah datang."

__ADS_1


"Selamat pagi Ny. Stevanie."


"Selamat pagi Ny. Daneila. Mulai hari ini sampai satu Minggu ke depan, kita kan sangat sibuk. Semoga semua persiapannya bisa berjalan dengan lancar."


"Iya, Nyonya. Saya harap juga begitu."


Sebelum Aurelie dan Ny. Daneila sampai, Ny. Stevanie sudah lebih dulu memilih beberapa gaun pengantin berbagai model untuk dicoba oleh Aurelie. Sehingga sekarang Aurelie tinggal mencobanya saja.


Saat Aurelie sibuk mencoba dan meminta pendapat tentang gaun yang di pakainya, Ny. Stevanie ikut sibuk memotret setiap kali Aurelie datang dengan memakai gaun yang berbeda. Kemudian mengirimkannya pada Antonio.


Sedangkan di kantor, Antonio menjadi tidak fokus bekerja karena terpesona dengan semua foto Aurelie dengan gaun pernikahan yang dikirim oleh mamanya.


"Apa aku menyusul kesana saja, ya." gumam Antonio.


"Wah, lihat ini. Belum apa-apa saja dia sudah terlihat sangat cantik." kata Antonio memuji foto Aurelie, Antonio tidak bisa menutupi rasa bahagianya hingga bibirnya terus menunjukkan senyum yang sumringah.


Berkali-kali Antonio menggeser foto-foto yang dikirim mamanya, kemudian ia memilih salah satu foto terbaik Aurelie dan menjadikannya sebagai wallpaper di handphonenya.


Wah, ternyata bahagia pun sesederhana itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2