
Takdir membawa kita bersatu. Meski jarak dan waktu pernah setidaknya menjauhkan kita. Garis merah yang Tuhan tuliskan untuk kita menjadi bukti bahwa kita layak bersama. Meski dulu kita pernah menolaknya. Aku mencintaimu, mari menua bersama.
~ Albert Robert Nero untuk Sena Laurenchia ~
Layaknya sebuah bunga, kau semakin cantik dan indah dari waktu ke waktu. Kita tumbuh dan berkembang bersama, hingga menghasilkan sepasang makhluk baru yang begitu mirip denganmu dan aku.
Cintaku tumbuh, terpupuk dengan baik dan semakin membesar. Tak akan ada waktu yang bisa memudarkannya. Selamanya.
~ Antonio Lefrand untuk Aurelie Daneliya ~
_______________________________
"Jangan berlari, kau bisa jatuh nanti." teriak seorang anak lelaki pada adik perempuannya.
"Kalau kakak tidak meninggalkanku tadi, aku tidak akan berlari." jawab si adik dengan nada kesal.
"Iya, maafkan aku." kata sang kakak yang kemudian membelai rambut panjang sang adik.
Dua anak itu adalah Andrew Davis Lefrand dan adik perempuannya Eiliyah Devanie Lefrand.
Sepuluh tahun yang lalu setelah melahirkan putra pertamanya, tak lama kemudian Aurelie kembali mengandung. Hal yang tak di sangka, dan tidak di sengaja apalagi direncanakan. Hanya karena satu malam panas yang membuat suami istri Lefrand itu lupa dengan pentingnya sebuah barang yang disebut "pengaman". Hingga akhirnya menghasilkan kehamilan dan lahirlah anak kedua mereka yang kebetulan berjenis kelamin perempuan. Jarak yang pendek antar kakak adik itu membuat mereka lebih terlihat seperti saudara kembar. Meski banyak hal yang membuat mereka tidak sepaham, setidaknya mereka masih terlihat sangat saling menyayangi.
Hari ini keluarga Antonio dan Albert berlibur bersama di sebuah pulau pribadi milik keluarga Nero untuk merayakan tahun baru. Mereka membawa serta anak-anak mereka, yang berarti termasuk Alnorld dan juga Aldric.
Alnorld yang sudah beranjak remaja tentu saja lebih suka menghabiskan waktu dengan caranya sendiri ketimbang bermain dengan adiknya maupun dua adik lagi dari Antonio dan Aurelie yang sudah ia anggap sebagai om dan tantenya sendiri.
Seperti sekarang, disaat para orangtua berkumpul di halaman belakang vila menyiapkan pemanggang barbeque dan 3 bocah yang ntah bermain apa disana. Alnorld lebih memilih untuk duduk manis di teras dengan buku di tangannya. Ia tampak tak terganggu sama sekali dengan suara riuh canda dan tawa. Dan tenggelam dalam dunianya sendiri.
Hingga akhirnya si cantik Lily (panggilan Eiliyah) datang mendekatinya.
"Kak Alnorld," panggil Lily dengan sedikit keras.
"Hmmm, kenapa lagi sekarang?" tanya Alnorld tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku yang ia baca.
"Kak Aldric dan kak Andrew menggangguku. Aku sebal, aku tidak mau lagi bermain dengan anak kecil seperti mereka." kata Lily mengadu.
Alnorld pun mengalah dan mulai menatap gadis kecil di depannya.
"Kau sendiri masih kecil, kenapa mengatai kakak-kakakmu anak kecil?"
"Tidak, aku sudah besar. Aku mau bermain dengan kak Alnorld saja, karena kak Alnorld tidak pernah menggangguku." ucap Lily polos.
"Tapi kakak sedang asyik membaca buku," kata Alnorld menunjukkan buku tebal yang ada di tangannya.
"Kalau begitu berbagi denganku. Aku juga ingin membaca buku." ucap Lily yang tanpa aba-aba langsung bergabung dengan Alnorld.
Dari kejauhan, Sena melihat interaksi keduanya dan mulai tersenyum.
__ADS_1
"Kulihat Lily lebih suka bersama Alnorld ketimbang Aldric dan Andrew yang usianya lebih dekat dengannya."
Aurelie yang mendengar pun segera melihat ke arah yang sama dengan Sena,
"Gadis kecil itu, dia pasti mengganggu Alnorld lagi." kata Aurelie.
"Dia tidak mengganggu, Aurelie. Lihatlah, Alnorld tampak baik-baik saja, bukan." kata Sena menenangkan.
"Bukankah terlihat sedikit aneh, kak. Lily yang masih kecil justru lebih suka bergaul dengan Alnorld yang jauh lebih dewasa ketimbang dengan kakak-kakaknya yang lain."
Sena berfikir sejenak yang mulai memahami maksud Aurelie.
"Ah, sepertinya sekarang aku boleh berharap menjadikan Lily sebagai menantuku. hahaha." kata Sena semangat membuat Aurelie tertawa.
Hari semakin gelap dan mereka pun memulai mini party yang sudah mereka rencanakan. Antonio dan Albert memanggang daging sedangkan Aurelie dan Sena menyiapkan makanan pendamping beserta minuman di meja yang sudah mereka siapkan.
Dan Alnorld sendiri bertugas untuk mengawasi para bocah yang asyik bermain kembang api sambil berlari-larian.
"Kak Alnorld, ayo ikut main!" ajak Lily.
"Tidak, kakak hanya akan mengawasi kalian."
"Lily, biarkan saja kak Alnorld. Dia itu tidak tahu cara bersenang-senang." teriak Aldric yang di angguki dengan semangat oleh Andrew.
Akhirnya, Lily pun menyerah untuk membujuk Alnorld dan kembali bergabung dengan Aldric dan Andrew.
"Akhirnya setelah sekian banyak wacana yang tidak terealisasikan. Kali ini rencana kita berjalan lancar." kata Albert senang.
"Ya, aku senang sekali bisa hidup sebebas ini tanpa memikirkan perusahaan. Ah, aku membawa anggur yang bagus. Setelah anak-anak tidur, mari kita lanjutkan berpesta." ajak Antonio sambil memberi kode untuk minum-minum.
"Wah, kau merencanakannya dengan lebih bagus." Albert memberikan jempol pada Antonio.
"Papa, apakah dagingnya sudah matang?" Lily tiba-tiba datang menghampiri Antonio.
"Oh, hai princess papa. Kau ingin daging?" tanya Antonio yang di balas anggukan yang menggemaskan oleh Lily.
Albert menyodorkan sepiring daging yang sudah matang pada Lily,
"Yang ini sudah matang, sayang. Bawa ke meja, ya."
"Siap, uncle." ucap Lily yang langsung membawa piring berisi daging tersebut ke meja.
"Aku iri padamu," kata Albert tiba-tiba.
"Iri kenapa?" tanya Antonio bingung.
"Kau punya putri yang menggemaskan, sedangkan aku hanya punya dua jagoan yang sifatnya bertolak belakang. Terutama Aldric, dia benar-benar si trouble maker. Lebih parah dari kakaknya, Alnorld sewaktu kecil."
__ADS_1
"Hahaha, kulihat Aldric memang sangat bersemangat." kata Antonio mengarahkan pandangannya pada Aldric dan Andrew yang sedang bermain bersama.
"Dia mirip mommynya." kata Albert sambil melirik Sena yang tengah asyik mengobrol dengan Aurelie.
Namun pandangan Antonio kini berfokus pada putra pertama sahabatnya, Alnorld.
"Tapi aku benar-benar salut pada Alnorld. Bagaimana bisa ada anak sepandai itu? Di jaman sekarang, mana ada anak seusianya yang tidak tertarik dengan smartphone dan malah lebih memilih membawa buku tebal kemana-mana? Wah, aku harus menjadikan dia menantuku." kata Antonio penuh dengan keyakinan.
"Mau berbesan?"
"Oke, kita besan sekarang."
Dan kedua pria dewasa itu pun tertawa keras.
.
.
.
.
.
.
.
YAROBUN,
AUTHOR MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH KEPADA KALIAN YANG SUDAH DENGAN SENANG HATI TERUS MENDUKUNG NOVEL INI.
PADAHAL, NOVEL INI MASIH BANYAK KEKURANGAN DAN JAUH DARI KATA SEMPURNA.
TERIMA KASIH UNTUK SEMUA KRITIK DAN MASUKAN YANG MEMBUAT AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK BELAJAR LAGI. KARENA BAGI AUTHOR ITU JUGA ADALAH BENTUK DUKUNGAN YANG SANGAT BERHARGA.
SEKALI LAGI, TERIMA KASIH.
BORAHAE
💜💜💜
SEMOGA CORONA SEGERA BERLALU DAN KITA SEMUA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
JANGAN LUPA PAKAI MASKER KALAU KELUAR RUMAH YA ALL.
SAMPAI JUMPA LAGI.
__ADS_1
AKAN ADA PENGUMUMAN PENTING DI CHAPTER SELANJUTNYA. JADI, JANGAN DI UNFAVORITE DULU YA. 🤗