
HAPPY READING
___________________
Aurelie terbangun saat tiba-tiba alarm di handphonenya menyala.
"Kenapa tiba-tiba alarmnya berbunyi," Aurelie merasa heran karena dia tidak merasa memasang alarm di jam itu. Dengan mata yang masih mengantuk, Aurelie tersenyum melihat wallpaper handphonenya yang sudah di ubah oleh Antonio dengan foto pernikahan mereka berdua tanpa ijinnya.
Aurelie melihat ke sampingnya, dan betapa kagetnya ia tidak menemukan Antonio disana. Sebelum Aurelie menjadi lebih panik, tiba-tiba sebuah pesan masuk di handphonenya.
SUAMIKU💞
*Sudah bangun?
Mandilah dan ganti bajumu dengan dress yang sudah kusiapkan di atas meja. Setelah itu datanglah ke pantai.
Aku tunggu*.
Aurelie tersenyum membaca pesan dari suaminya itu, belum lagi nama kontaknya yang ntah kapan diganti menjadi SUAMIKU. Begitu alay bagi Aurelie, namun pengantin yang masih gadis itu menyukainya.
Aurelie turun dari ranjang, mengambil sebuah kotak yang cukup besar di atas meja dan membukanya. Tampak dress bewarna merah terang dengan hiasan swarovski di bagian lehernya. Sangat cantik dan terlihat mewah.
***
Antonio berada di tepi pantai memandangi deburan ombak di depannya. Ia sengaja membiarkan Aurelie tidur lebih lama agar bisa menyiapkan sebuah kejutan untuk istrinya. Mungkin hal ini memang bukan hal yang biasa Antonio lakukan, bahkan sebelumnya Antonio tidak terpikirkan sama sekali tentang kejutan seperti yang ia siapkan kali ini. Namun nasehat ibunya beberapa waktu yang lalu tentang wanita yang menyukai kejutan dan hal kekanakan membuatnya termotivasi untuk melakukannya.
***
Aurelie sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan dress yang disiapkan oleh Antonio. Dress itu tampak sangat pas di badannya seolah memang dibuat untuk dia pakai. Aurelie mengambil sandal pantai yang dibelikan juga oleh Antonio sebelum mereka bulan madu. Dan ternyata sandal pantai dengan aksen tali itu cukup pas dipadu dengan dress yang dipakai Aurelie. Dan setelah selesai bersiap, Aurelie pun segera datang ke pantai.
Di bibir pantai, Antonio sudah menunggu. Pria itu tampak sangat tampan dengan baju casualnya. Hanya dengan celana jeans selutut dan kemeja bewarna hitam yang lengannya ia lipat sampai ke siku.
Aurelie tersenyum dan segera menghampiri suaminya,
__ADS_1
"Maaf ya, karena kau harus menunggu lama." kata Aurelie.
"Menunggu untukmu yang cantik ini, tidak akan rugi bagiku." kata Antonio kemudian mendaratkan ciuman ke bibir Aurelie.
Mereka berciuman di bibir pantai, di temani senja yang menjadi latar panggung keduanya.
Setelah berciuman, Antonio menggandeng tangan Aurelie dan membawanya ke sebuah tempat. Dimana hanya terdapat satu set meja yang sudah di hias dengan lilin dan bunga. Serta lampu warna warni di sekitarnya.
Aurelie tersenyum senang, ia tak menyangka jika Antonio akan menyiapkan hal manis ini untuknya.
"Kau suka?" tanya Antonio dan yang dibalas anggukan oleh Aurelie.
Merekapun menikmati makan malam yang romantis itu bersama-sama. Setelah makan, seorang pelayan menyiapkan red wine di meja mereka. Dan Antonio sendiri yang menuangkannya untuk Aurelie. Aurelie tampak bingung dengan memegang gelas yang diberikan oleh Antonio.
"Ada apa, sayang?"
"Aku tidak pernah minum,"
"Minum sedikit saja, kalau begitu. Cobalah," kata Antonio.
"Jangan diminum lagi," kata Antonio mengambil gelas yang masih dipegang Aurelie.
"Sebenarnya enak, tapi tenggorokanku tidak bisa menerimanya. hehehe,"
Melihat senyuman Aurelie, membuat mata Antonio menggelap. Tanpa aba-aba ia langsung mendaratkan bibirnya di bibir Aurelie. Ia menyesap bibir yang terasa semakin manis karena sisa minuman yang baru saja di tegaknya. Aurelie membuka mulutnya dan ikut menikmati ciuman mereka. Mereka saling mencecap dan menyesap rasa dari bibir masing-masing. Lidah mereka pun saling berpagut, masuk mengeksplore rongga mulut dan bertukar Saliva. Ciuman itu semakin dalam dan bergairah, membuat Antonio semakin menggelap.
Antonio mengentikan ciumannya. Dia menatap Aurelie dengan wajah yang sudah memerah. Dengan jempolnya, Antonio mengusap bibir Aurelie yang tampak sedikit bengkak karena ulahnya. Dan tanpa aba-aba Antonio membawa Aurelie dalam gendongannya ala bridal style untuk kembali ke cottage. Dan Aurelie hanya diam mengikuti apa yang dilakukan suaminya.
Masuk ke dalam cottage, Aurelie kembali dikejutkan dengan apa yang di dalamnya. Hamparan kelopak bunga mawar memenuhi hampir seluruh lantai bahkan di ranjangnya. Aurelie menelan ludahnya, ia tahu jika malam ini ia harus menyerahkan hal yang paling ia jaga selama ini untuk suaminya, Antonio Lefrand.
Aurelie menatap hamparan kelopak mawar itu, kemudian menatap suaminya yang ternyata sudah menatapnya sedari tadi.
Antonio semakin mendekatkan dirinya ke tubuh Aurelie, dengan sedikit membungkuk Antonio berbisik dengan suara berat pada Aurelie,
__ADS_1
"Malam ini, sudah bisa kan?"
Aurelie hanya menunduk malu dengan pipi yang sudah memerah. Sangat imut dan membuat Antonio semakin ingin memilikinya malam ini. Antonio menggendong Aurelie ke ranjang dan merebahkannya perlahan.
.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR GAK NGERTI
AUTHOR GAK NGERTI
🤣🤣🤣
KALIAN PASTI KECEWA,
AUTHOR JUGA.
CUKUP SAMPAI DISINI MALAM PERTAMANYA.
KARENA DARI SEMALAM GK LOLOS REVIEW. AKHIRNYA AUTHOR REVISI TOTAL.
BYE
__ADS_1
SEE YOU