
Di rumah sakit,
"Hasil tes darah dan rongent baik-baik saja, nyonya." kata dokter setelah membaca hasil tes darah dan rongent thorax Albert.
"Sungguh? Tapi kenapa suami saya seperti orang sakit? Mungkinkah lambungnya yang bermasalah? Karena dia sering merasakan mual bahkan sesekali sampai muntah, dokter." Sena mencecar dokter karena masih tak percaya dengan hasil pemeriksaan suaminya.
"Sayang, aku hanya kelelahan. Percayalah. Dokter juga sudah menjelaskan bahwa aku sehat. Ya kan, dok?"
"Benar, tuan. Tapi karena nyonya sangat khawatir saya akan tetap meresepkan beberapa vitamin dan suplemen penunjang kesehatan." kata dokter.
"Baik, dokter. Kalau begitu kami permisi, dulu. Terima kasih." pamit Albert sembari menjabat tangan dokter paruh baya tersebut.
Sena masih tak bergeming dari duduknya. Ia masih tidak percaya dengan hasil pemeriksaan dokter. Karena ia yang melihat sendiri jika suaminya tampak tidak baik-baik saja.
"Sayang, ayo." Lamunan Sena membuyar seketika saat Albert sudah menepuk pundaknya, mengajak untuk pulang.
***
Antonio membaca dengan seksama hasil laporan dari orang yang ia minta untuk menyelidiki Aurelie. Sebenarnya map yang berisi laporan itu sudah berada di meja Antonio sejak beberapa hari yang lalu. Namun, karena ia sibuk menyelesaikan masalah mengenai masa lalu buruknya yang ternyata hanya sekedar salah paham, ia pun sejenak lupa dengan keberadaan Aurelie.
__ADS_1
Setelah membaca semua dokumen laporan itu, Antonio segera meraih handphone dan melakukan sebuah panggilan.
"Kau bilang saat ini ibunya berada di Farrer Park Hospital, apakah benar?"
"Iya, bos. Saat ini nona Aurelie juga berada di rumah sakit menemani ibunya." jawab seseorang.
Antonio bergegas meraih kunci mobil di atas meja lalu dengan segera meninggalkan kantornya menuju ke rumah sakit yang di maksud.
Tak butuh waktu lama untuk Antonio sampai di rumah sakit yang ia tuju. Segeralah ia parkirkan mobilnya kemudian memasuki rumah sakit tersebut.
Tanpa harus bertanya pada petugas administrasi, Antonio sudah bisa menemukan kamar pasien yang ia cari. Dari kaca kecil yang menempel di pintu ruang inap tersebut, bisa ia temukan sosok paruh baya yang badannya hanya tinggal tulang terbungkus kulit dengan alat bantu pernafasan dan beberapa selang yang menempel di tubuhnya. Di samping pasien itu, terlihat seorang gadis belia yang dengan telaten mengelap tangan kurus pasien dengan handuk yang mungkin sudah di basahi.
"Permisi, bolehkah saya minta tagihan rumah sakit atas nama Ny. Daneila." tanya Antonio pada salah satu petugas administrasi.
"Apakah anda kerabatnya?" tanya si petugas.
"Emm, ya. Bisa dibilang begitu." Antonio menjawab sekadarnya saja. Kemudian si petugas segera mencari apa yang dimaksud oleh Antonio dan setelah menemukannya segeralah si petugas memberikannya kepada Antonio.
"Untuk saat ini tagihan rumah sakitnya masih belum seberapa. Namun dengan keadaan pasien yang seperti ini, rasanya akan sia-sia bila pasien di rawat tanpa melakukan operasi." kata si petugas sedikit menjelaskan tentang keadaan ibu Aurelie.
__ADS_1
Setelah selesai melihat lembar tagihan itu Antonio menatap tajam ke arah si petugas.
"Kenapa tidak dilakukan operasi?"
"Bukankah Anda kerabatnya?Apakah anda tidak tahu kalau operasi baypass atau pemasangan ring jantung itu sangat mahal. Anak pasien yang masih sangat muda itu, ntah harus membanting tulang seperti apa agar bisa mengumpulkan uang untuk operasi itu."
"Berapa biayanya?" tanya Antonio tetap menatap datar si petugas.
"Anda mau membayarnya?" tanya si petugas menyelidik.
"Beritahu saja berapa biayanya." Antonio berkata dengan tidak sabar. Melihat ekspresi Antonio yang serius, si petugas pun mengecek kembali perkiraan biaya operasi dan perawatan pasca operasi yang akan dibutuhkan oleh ibu Aurelie.
"Untuk operasinya saja membutuhkan setidaknya $12000 dan perawatan pasca operasi beserta obat-obatannya mungkin akan memakan biaya sekitar $2000 sampai $4000. Tergantung bagaimana keadaan pasien pasca operasi."
"Aku akan memberikan deposit untuk seluruh biaya penanganan Ny. Daneila." kata Antonio sembari merogoh saku dalam jasnya dan mengeluarkan selembar cek kosong. Antonio mengambil bulpoint yang terletak tak jauh dari jangkauan tangannya dan menuliskan sebuah nominal yang cukup besar, yaitu $20000. Dan menyerahkannya pada si petugas administrasi.
"Berikan perawatan yang terbaik untuk Ny. Daneila. Bila ada kekurangan biaya atau apapun, hubungi aku saja." pesan Antonio pada petugas administrasi setelah menyodorkan selembar kartu nama dan kemudian pergi begitu saja.
Belum jauh Antonio melangkah, ia pun berbalik dan kembali.
__ADS_1
"Jangan biarkan Aurelie tahu bila aku yang membayar biaya operasi ibunya." Si petugas hanya terbengong melihat sikap Antonio dan cek ditangannya yang bertuliskan nominal yang sangat besar itu.