
Satu minggu kemudian,
Aurelie duduk di meja kerjanya dengan lesu. Satu Minggu terakhir, Antonio seperti menghindarinya. Apa yang biasa Aurelie lakukan untuk Antonio, di limpahkan semuanya kepada Renee. Antonio membuat Renee menjadi lebih sibuk, sedangkan Aurelie justru seperti makan gaji buta karena tak melakukan apa-apa di kantor.
"Dia pasti marah. Dia pasti membenciku." gumam Aurelie.
Renee memasuki kantor sekretaris,
"Kau kenapa lesu sekali, Aurelie?"
Mendengar pertanyaan Renee, Aurelie pun menatapnya dengan muka memelas.
"Kak, kumohon beri aku pekerjaan. Apapun akan aku kerjakan. Aku lelah karena tak melakukan apapun."
Renee berjalan mendekati Aurelie,
"Sekarang jujur padaku. Ada masalah apa kau dengan bos dingin kita?"
"Emm, tidak ada masalah apa-apa." dalih Aurelie tak berani menatap langsung mata Renee.
***
Hari berikutnya pun sama. Antonio sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya di depan Aurelie. Bahkan Antonio sendiri pun tidak mengijinkan Aurelie untuk mendekat padanya.
Di koridor perusahaan, seorang wanita paruh baya berjalan di ikuti beberapa orang yang terlihat seperti pengawal. Wanita paruh baya yang bahkan tidak terlihat menua, gaya modis dan pembawaannya yang elegan membuat wanita itu sangat pantas di hormati. Beberapa karyawan senior yang di lewati wanita itu membungkuk memberi salam yang hanya di balas dengan lambaian tangan dan senyuman oleh wanita itu.
"Info dari sekretarisnya, pak Presdir sekarang sedang berada di luar kantor, Nyonya."
"Aku datang kemari bukan untuk menemui tua bangka itu. Bawa aku menemui Antonio."
"Baik, silakan lewat sini nyonya."
***
Aurelie sedang berada di kamar mandi. Setelah selesai mengosongkan kandung kemihnya, Aurelie mencuci tangan di wastafel yang di sediakan. Pantulan dirinya pada cermin besar yang menempel di dinding membuatnya terpaku sejenak. Ntah mengapa perhatiannya tertuju pada bibirnya. Bibir yang dengan berani menyentuh bibir Antonio. Bibir yang dengan lancang menikmati ciuman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bibir yang membuatnya merasa di acuhkan oleh bosnya itu.
Aurelie menyentuh bibirnya,
"Seandainya hal itu tidak terjadi." gumam Aurelie.
__ADS_1
***
Wanita paruh baya yang dikenal dengan nama Nyonya Stevanie Lefrand istri dari Presdir Leonardo Lefrand, ibu dari wakil direktur Antonio Lefrand berjalan memasuki kantor sekretaris wakil direktur.
Seketika Renee berdiri dari duduk nyamannya. Dan memberi salam,
"Selamat datang, Nyonya."
"Apa Antonio di dalam?"
"Iya, pak Antonio di dalam."
"Baiklah, aku ingin mengobrol dengan putraku. Jadi jangan biarkan siapapun masuk mengganggu."
"Baik, Nyonya."
Setelah itu, Ny. Stevanie pun meninggalkan Renee dan masuk ke kantor sang putra.
ceklek,
Suara pintu membuat Antonio refleks menghentikan pekerjaannya dan mengalihkan perhatiannya ke arah pintu.
"Mama buru-buru datang kemari dan meninggalkan banyak pekerjaan di Paris karenamu." cecar Ny. Stevanie.
"Karena aku? Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Antonio bingung.
"Mama lelah, apa kau tidak mau mempersilakan mamamu ini untuk duduk?"
"Ah, iya. Ayo duduk, ma."
Antonio mengajak mamanya duduk di sofa. Antonio duduk di sebelahnya dan menggenggam tangan sang mama.
"Jadi, kenapa mama tiba-tiba datang kemari? Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Antonio dengan lembut.
"Mama kecewa padamu!"
Antonio mengerutkan dahinya bingung mendengar jawaban mamanya,
"Kenapa? Memangnya apa yang kulakukan sampai membuat mama kecewa?"
__ADS_1
Ny. Stevanie tidak langsung menjawab pertanyaan sang putra. Ia merogoh tasnya dan mengambil selembar foto untuk di tunjukkan pada Antonio.
"Ini,"
Ny. Stevanie menyodorkan selembar foto itu dan Antonio pun mengambilnya. Begitu melihat foto itu, wajah Antonio menjadi pucat. Foto dimana ada potret dirinya sedang berciuman mesra dengan Aurelie.
"B bagaimana mama bisa punya ini?" tanya Antonio terbata-bata.
"Kau tidak perlu tahu mama dapat ini dari mana. Sekarang beri tahu mama, dimana calon menantu mama itu?"
"CALON MENANTU??????"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
All, sorry ya.
Kayaknya malam ini cuma bisa UP 1 chapter doang. Author migrainnya lagi kambuh nih. Jadi gak bisa natap layar lama-lama.
Maaf, ya.
Selamat membaca.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
__ADS_1