Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 141 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

"Sudah hampir jam sepuluh malam. Hish, ini semua gara-gara bocah kurang ajar itu. Berani sekali membuat seorang gadis menangis di tengah jalan seperti itu. Awas saja kalau bertemu lagi denganku. Akan ku panggilkan polisi sekalian untuk memberimu pelajaran." gerutu Aurelie.


*Flashback,


Aurelie masih menunggu bus yang tak kunjung datang. Ia sudah mulai merasa bosan dan juga haus. Akhirnya ia pun beranjak dari duduknya hendak membeli air mineral di minimarket yang juga tak jauh dari halte. Di samping minimarket terdapat gang kecil yang gelap. Aurelie hendak berjalan cepat sebelum akhirnya mendengar isakan tangis seorang wanita.


"Dasar bodoh, aku hanya memintamu untuk menemani bos itu minum. Tapi kau malah menampar bos itu."


plakk,


"Tapi dia tadi menyentuhku. Dia sengaja melecehkanku."


"Harusnya kau tahan, saja. Dasar gadis bodoh tidak berguna."


siswa itu melayangkan tangannya lagi, namun Aurelie berhasil menahan tangan itu sehingga tidak menampar pipi siswi itu lagi.


"Pergi, atau ku panggil orang-orang dewasa disana." Aurelie mengarahkan matanya ke segerombolan pria dewasa yang tak jauh dari gang itu.


Siswa itu menghempaskan tangan Aurelie kemudian pergi begitu saja.


Flashback Off*


Karena menolong siswi itu, ia pun melewatkan sebuah bus. Lalu dengan terpaksa ia harus menunggu bus selanjutnya agar bisa pulang.


Lampu rumah Aurelie tampak masih menyala, menandakan bahwa masih ada orang yang terjaga. Siapa lagi jika buka Daneila, wanita paruh baya itu pasti masih menunggu putrinya pulang.


ceklek,


"Ibu," Aurelie memanggil ibunya yang ternyata masih berada di ruang tamu menunggunya pulang.


Melihat putrinya pulang, Daneila bangun dari duduknya dan menghampiri sang putri.

__ADS_1


"Nak, apakah semua baik-baik saja? Kenapa sampai jam segini kau baru pulang?"


"Hehehe, maafkan aku. Ibu sudah makan dan minum obat kan?"


"Sudah, kau ini membuat ibu cemas."


"Kerena putri cantikmu sudah pulang, sekarang saatnya bagi ibu untuk tidur. Aku akan mengantar ibu ke kamar. Ayo."


Aurelie menggandeng lengan daneila dan membawa sang ibu ke kamar. Membantunya rebahan dan tak lupa menaikkan selimut agar ibunya tak kedinginan. Dan sebelum pergi Aurelie memberikan satu kecupan di kening ibunya.


***


Keesokan harinya,


Antonio meminta Renee memanggil kepala HRD untuk menghadapnya. Antonio hendak memberitahukan kepada kepala HRD bahwa ia akan mempekerjakan seorang asisten untuk mengurus kebutuhan pribadinya selama di kantor. Dan tentu saja, kepala HRD akan dengan patuh mengiyakan dan segera kembali ke kantornya untuk membuat surat perjanjian kontrak kerja untuk calon asisten baru sang wakil direktur.


Antonio meraih handphonenya, ia masih bingung bagaimana cara menyusun kalimat yang sesuai untuk meminta Aurelie datang ke kantornya. Selama ini, ia belum pernah sama sekali menghubungi Aurelie terlebih dahulu. Sehingga ia tidak tahu bagaimana caranya untuk memulai.


***


Aurelie tampak begitu bersemangat dan bahkan senyumannya pun tidak pernah lepas sedikit pun dari bibirnya.


"Apakah ada yang bisa ku lakukan lagi?" tanya Aurelie bersemangat, mengesampingkan peluh yang sudah membasahi beberapa bagian dari seragamnya.


"Aurelie, sudah cukup. Duduklah dan istirahat." kata Vano mendorong Aurelie dan menyuruhnya untuk duduk di sebuah kursi.


"Hei, kau terlalu bersemangat hari ini. Apakah ada hal baik?"


"Itu, emm. Hanya sesuatu yang membuatku sedikit bahagia. Hehehe. Mbak kalau butuh bantuan untuk mengerjakan sesuatu katakan saja padaku."


"Tidak Aurelie, kau sudah terlalu banyak bekerja di empat jam kerja ini. Jadi tolong berhentilah dan istirahat sejenak." Bu Julie tampak kasihan dan khawatir melihat Aurelie yang tampak kelelahan di balik senyumannya itu.

__ADS_1


"Baik, Bu Julie."


"Ini, minumlah." Vino menyodorkan segelas air dingin di depan Aurelie.


Aurelie menatap Vino dan tersenyum.


"Terima kasih, kak Vino."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kurang jalan-jalan dan kurang keluar rumah bikin Author susah nulis. Imajinasinya kayak buntu gitu.


Jadi mohon bersabar ya, kakak-kakak semuanyaaa...


Author akan berusaha UP lebih cepat. Walau tiap chapter ya pendek.

__ADS_1


Sorry,


Happy reading.


__ADS_2