Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 57


__ADS_3

"Paman Laurence?" panggil Albert dengan wajah tidak percaya.


Si empunya nama hanya tersenyum memandang Albert.


"Bagaimana kabarmu nak? Sedang apa disini? Apakah keluargamu ada yang sakit?" tanya Laurence berentetan.


"A aku baik. Paman sedang apa disini?" tanya Albert gugup.


"Aku ini sudah tua, tubuhku sudah mulai lemah dan aku disini untuk melakukan check up rutin." jawab Laurence.


"Oh..."


"Kau belum menjawab pertanyaanku, nak. Sedang apa kau disini? Siapa yang sakit?" tanya Laurence mengulangi.


"Ah, itu. Saudaraku ada yang sedang dirawat, paman. Aku sedang menjenguknya." jawab Albert mengusap tengkuknya yang terasa tegang.


"Apakah kau sibuk? Paman ingin mengobrol sebentar denganmu." ajak Laurence.


"Tidak paman. Kalau begitu, mari kita mengobrol di kafetaria saja." ajak Albert.


-----------"----------


tut


tut


tut


"Halo, mommy." sapa Alnorld tersenyum dari balik handphonenya.


"Hai sayang." sapa Sena sembari melambaikan tangan ke arah camera.


"Apakah selama tidak ada mommy dan daddy kau nakal, sayang?" tanya Sena menyelidik.


"No, mommy. Aku kan anak baik."

__ADS_1


"Emm benarkah? Kau tidak membuat oma dan opa kerepotan kan?" tanya Sena.


"Tentu saja, tidak. Kenapa kau berfikir buruk tentang aku, mom." jawab Alnorld cemberut.


"Hehehe, mommy hanya khawatir." kata Sena tertawa.


"Bagaimana keadaan mommy dan daddy?" tanya Alnorld.


"Keadaan mommy sangat baik, sayang. Kemarin mommy sudah memulai treatmentnya. Dan daddymu selalu mendampingi mommy."


"Syukurlah, dimana daddy?"


"Daddy sedang keluar untuk berbicara dengan dokter. Why? Kau merindukannya?"


"Ya, aku merindukan daddy."


"Hyaaa, kau tak merindukan mommy?" tanya Sena dengan berpura-pura sedih.


"Tidak."


"Apa? Kenapa kau tidak merindukanku?" tanya Sena merengek.


"Hehehe, syukurlah. Eh, kau menguap? Kau sudah mengantuk, sayang? Tidurlah. Akan mommy tutup teleponnya. Bye, sayang."


"Bye, mommy. I love you."


"I love you too."


ceklek,


"Aku mendengar kau mengucapkan I love you. Siapa yang kau telepon tadi?" tanya Albert tiba-tiba dengan menajamkan matanya ke arah Sena.


"Ya Tuhan, kau membuatku kaget." kata Sena yang benar-benar merasa kaget dengan kedatangan dan pertanyaan Albert yang tiba-tiba.


"Jawab aku." kata Albert sedikit menaikkan suaranya.

__ADS_1


"Aku menelpon kesayanganku." jawab Sena asal.


"Seorang pria?" tanya Albert geram.


"Emm, aku pikir begitu." jawab Sena sengaja membuat Albert cemburu.


"SENA LAURENCHIA, BERANINYA KAU." teriak Albert menggertakkan gigi dan tangannya.


"Apakah sekarang kau cemburu dengan putramu sendiri?" tanya Sena mengernyitkan dahinya.


"Hah?" kata Albert tidak mengerti.


"Dasar bodoh. Yang ku telepon tadi adalah kesayanganku, putramu. ALNORLD LAURENCE NERO." jawab Sena dengan menekankan nama sang putra.


"O oh, kenapa kau tidak bilang. hehehe." kata Albert menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar tsundere." ejek Sena.


"Apa?" tanya Albert yang di balas gelengan oleh Sena.


"Kau sudah makan?" tanya Albert.


"Belum." jawab Sena datar.


"Kenapa belum makan?" tanya Albert meraih nampan makan siang Sena dan membukanya.


"Karena menunggumu. Kenapa kau pergi lama sekali? Apa yang kau obrolkan dengan dr. Raphael heh?" tanya Sena sebal.


"Aku tadi bertemu kenalanku dan dia mengajakku mengobrol sebentar. Maaf ya. Sekarang, ayo makan. Biar ku suapi istriku yang galak ini." kata Albert menyodorkan sesendok makanan pada Sena.


"Aaaaaaaaa," Sena pun membuka mulutnya menerima suapan Albert.


"Anak pintar, nanti sore akan ku ajak kau jalan-jalan di taman. Kau pasti bosan bukan di dalam kamar seharian." kata Albert yang di balas anggukan oleh Sena.


"Janji?" tanya Sena.

__ADS_1


"Iya sayang. Janji. Habiskan dulu makananmu, oke?"


"Oke."


__ADS_2