
SORRY, BARU BISA UP.
KARENA KEMARIN ADA HAL LAIN YANG HARUS DIKERJAKAN.
BUKAN BERMAKSUD PHP KOK 🤗
HARAP MAKLUM, YA. KARENA KESIBUKAN AUTHOR GK CUMA DISINI SAJA.
SELAMAT MEMBACA,
__________________________________
Aurelie terdiam, ia mengarahkan pandangannya ke segala arah. Ia masih bingung dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut seorang Antonio.
Melihat sikap Aurelie yang tidak jelas, Antonio pun mendesah kasar.
"Keluarlah, aku harus kembali bekerja."
"Jadi, kau serius dengan hal itu? Kenapa? Kenapa tiba-tiba kau melamarku? Apakah karena desakan Ny. Stevanie?"
Wajah Antonio memerah, rentetan pertanyaan yang diajukan oleh Aurelie membuatnya salah tingkah dan bingung harus menjawabnya seperti apa. Karena sebenarnya dia sendiri tak yakin kenapa tiba-tiba ingin sekali menikahi gadis mungil itu.
"Itu karena..........."
"Kalau benar karena Ny. Stevanie, kumohon jangan lakukan itu. Pernikahan bukal hal yang sembarangan. Kau tidak bisa menggadaikan masa depanmu seperti itu. Jadi kalau kau ingin menikahlah karena memang kau ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang kau pilih. Karena pernikahan itu bukan untuk coba-coba."
"Lagi pula, siapa wanita yang akan mau menikahi pria sepertimu? Yang melamarnya saja seperti ini. Ya ampun."
"Bagaimana kalau aku memang benar-benar ingin menikah denganmu?"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Yah, itu karena......."
"Hah, sudahlah. Lanjutkan pekerjaanmu, aku juga akan kembali ke mejaku. Selamat siang."
Aurelie meninggalkan Antonio begitu saja dan membuat Antonio semakin kebingungan.
"Sebenarnya apa yang salah dengan caraku melamarnya?"
***
Malam itu Antonio kembali pulang ke rumah besar untuk menemani mamanya. Rencananya, malam ini ia ingin meminta saran mamanya bagaimana cara untuk membuat Aurelie menerimanya.
Setelah makan malam, Antonio mengajak mamanya duduk bersantai di halaman belakang. Beberapa saat berlalu, namun Antonio tak kunjung memulai apa yang sudah ia rencanakan sebelumnya.
"Apa ada yang ingin kau bicarakan dengan mama?" tanya Ny. Stevanie membuat Antonio menoleh seketika.
"Bagaimana mama bisa tahu?"
"Kau itu anak mama, tentu saja mama tahu. Ada apa?"
Ny. Stevanie seketika menegakkan duduknya. Wajahnya berubah menjadi sangat sumringah. "BENARKAH? YA TUHAN, JADI KAPAN RENCANANYA KALIAN AKAN MENIKAH? OH TIDAK, PERTAMA-TAMA KITA HARUS MELAKUKAN PERTEMUAN KELUARGA AGAR BISA MEMBAHASNYA BERSAMA-SAMA." kata Ny. Stevanie bersemangat.
"Ma, tapi dia menolakku." kata Antonio dengan wajah murung.
"APA??????????"
Kemudian Antonio pun mulai menceritakan bagaimana cara ia melamar Aurelie dan hal apa yang dikatakan oleh Aurelie siang tadi. Namun respon Ny. Stevanie benar-benar tidak terduga. Ia tampak memijat pelipisnya,
"Inilah masalahmu. Memang benar apa yang dikatakan Aurelie. Mana ada wanita yang mau menerima lamaran model begitu? Kalau mama manjadi Aurelie, mama pun akan menolakmu."
"Kenapa?" tanya Antonio tak sadar akan kesalahannya.
__ADS_1
Ny. Stevanie menatap tajam Antonio dan mulai menjawab dengan serius.
"Tidak sopan, tidak menunjukkan keseriusan, dan tidak menunjukkan bahwa wanita yang kau lamar itu berharga. Ya Tuhan, sepertinya mama sudah salah mendidikmu. Bagaimana bisa kau tidak memahami wanita?" kata Ny. Stevanie frustasi.
"Bukankah lebih bagus hal itu dilakukan dengan to the point'?"
PLAK,
Ny. Stevanie menjitak pelan kepala Antonio dengan tangannya.
"Sebelum mama mengajarimu, mama ingin memastikan sesuatu dulu. Apa kau benar-benar menyukai Aurelie?" tanya Ny. Stevanie dengan seringai nakalnya, berniat menggoda sang putra.
"Emm, itu tentu saja."
"Apa kau sudah pernah mengatakan atau menunjukkan padanya kalau kau menyukainya?"
"Belum, setiap melihatnya rasanya aku ingin sekali menjahilinya dan membuatnya marah. Karena wajah marahnya sangat menggemaskan." Antonio mengatakan itu dengan menutup mulutnya dan menunduk. Ia begitu malu mengakuinya, tapi memang ntah sejak kapan ia suka sekali melihat wajah Aurelie yang sedang marah.
Melihat wajah Antonio yang tampak memerah, Ny. Stevanie pun tertawa.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
LANJUT NIH,
UNTUK MENEBUS KESALAHAN KARENA KEMARIN GK UP. 🙂