Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 146 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

"Kau yang bernama Aurelie, kan?" tanya kepala HRD yang sudah berdiri di depan meja Aurelie.


"Iya, pak."


"Ikutlah saya sebentar. Saya akan menjelaskan isi kontrak kerjanya sebelum kau tanda tangani."


"Baik,"


Aurelie berjalan mengikuti kepala HRD yang ternyata mengajaknya ke ruang rapat yang saat ini sedang tidak di gunakan.


"Ini, bacalah dulu kontraknya. Jika ada yang tidak kau pahami, bisa kau tanyakan." kata kepala HRD.


"Baik," Aurelie membaca surat kontrak itu dengan seksama. Point-point mengenai tugasnya sudah bisa ia pahami. Yang tidak ia mengerti, kenapa gaji yang tertera di surat kontrak tidak masuk akal? Karena penasaran, ia pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf, ini kenapa gajinya besar sekali?"


"Ah, itu pak wakil direktur sendiri yang menyuruh untuk menulis gaji sekian."


"Tapi ini tidak masuk akal, untuk saya yang hanya lulusan SMA."


"Emm, jika kau penasaran kau bisa bertanya langsung pada pak wakil direktur." kata kepala HRD tersenyum.


"Boleh saya bawa dulu surat kontraknya? Saya mau menanyakan ini dulu pada pak Antonio sebelum menandatanganinya. Saya takut kalau dia salah memberikan nominal gaji untuk saya."


"Silakan, tidak apa-apa. Jika ada kesalahan, pasti pak wakil direktur akan menghubungi saya. Kalau semuanya sudah sesuai segera tanda tangani, ya. Kemudian bawa ke ruangan HRD."


"Baik, pak. Terima kasih."


"Kalau begitu, aku kembali dulu. Semoga kau betah ya bekerja disini." ucap kepala HRD sebelum meninggalkan Aurelie.


Aurelie membawa surat kontrak itu dan hendak menanyakan langsung pada Antonio perihal nominal gaji yang menurutnya tidak masuk akal.


tok


tok


tok


Aurelie tidak mendapatkan jawaban dari ketukan pintunya. Namun karena tidak sabar, ia pun masuk tanpa di persilakan. Bersamaan dengan masuknya Aurelie, Antonio baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kantornya membuat Aurelie kaget.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Ini, saya mau menanyakan masalah kontrak kerjanya."


Antonio berjalan dan kembali ke meja kerjanya.


"Apa ada masalah?" tanya Antonio menatap tajam Aurelie.


Aurelie mendekati meja Antonio dan membuka kontrak kerja yang di bawanya. Dan menunjukkan nominal gaji yang tertera di kontrak tersebut.


"Ini masalahnya, kenapa gajinya besar sekali?"


"Kau tidak suka?"


"Bukan begitu, saya hanya merasa tidak pantas menerima gaji sebesar ini. Saya hanya lulusan SMA."


"Jadi kau mau minta gaji berapa?" tanya Antonio memasang wajah serius.


"Gaji yang normal bagi lulusan SMA." jawab Aurelie polos.


"Gadis ini bodoh atau terlalu polos? Diberi gaji besar malah tidak mau." kata Antonio dalam hati.


"Pekerjaanmu, akan berat. Jadi wajar bila gajimu besar."


"Tapi......"


"Baiklah, terima kasih pak. Kalau begitu saya permisi."


***


Hari pertama bekerja, Aurelie tidak banyak melakukan pekerjaan. Antonio hanya menyuruhnya mengerjakan hal-hal mudah dan sepele. Membuatnya merasa seperti memakan gaji buta mengingat nominal gaji yang tertera di kontrak kerja yang ia tanda tangani.


Sementara itu, ia melihat Renee yang sangat sibuk di depan komputernya. Dan juga berkali-kali menjawab telepon yang masuk. Aurelie sudah mencoba menawarkan bantuan. Namun Renee seolah tuli, dan mengacuhkan tawaran baik dari Aurelie.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan jam lima sore. Dimana jam kerja usai, dan banyak karyawan yang sudah bersiap untuk pulang. Begitupun dengan Renee yang sudah mulai berkemas.


Sebelum pulang, Renee terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan Antonio untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi pekerjaan yang perlu ia lakukan.


"Apakah ada yang harus saya kerjakan lagi, pak?"


"Tidak, ada. Kau bisa pulang."


"Baik, pak. Saya permisi." pamit Renee kemudian berbalik hendak keluar dari kantor Antonio. Baru selangkah ia berjalan, Antonio menghentikannya.

__ADS_1


"Oh, tunggu sebentar."


"Iya, pak?" Renee pun berbalik kembali.


"Mulai besok, biarkan Aurelie yang mengatur jadwalku. Tolong ajari dia menyusun jadwalku mulai besok dan kau fokuslah dengan urusan administrasi saja."


"Baik, pak. Besok saya akan mengajarinya."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut??????


.


.


.


.


Besok lagi, ya.


🤗🤗🤗

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2