Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 176 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

"Aku mau," ucap Aurelie pelan.


Antonio tiba-tiba berdiri dari duduknya,


"Kau bilang apa?" tanya Antonio memastikan bahwa yang dia dengar tidaklah salah.


"Aku bilang, aku mau menikah denganmu!" kata Aurelie lebih tegas.


Tanpa sadar Antonio tersenyum dan berjalan cepat memeluk Aurelie. Membuat Aurelie mematung seketika.


"Terima kasih," ucap Antonio dengan lembut.


"Ehhhem, bisa tolong lepaskan?" kata Aurelie yang kemudian membuat Antonio melepaskan pelukannya dan merasa canggung.


"Ah, iya. Maaf,"


"Kalau begitu, aku pulang dulu."


"Biar aku mengantarmu." kata Antonio berbalik hendak mengambil kunci mobilnya namun ternyata Aurelie menolak untuk diantar.


"Tidak, aku mohon. Sekarang aku sedang ingin pulang sendiri."


Antonio mendesah kecewa mendengar penolakan gadis yang baru saja membuat hatinya berbunga-bunga.


"Baiklah, hati-hati."


"Emm, sampai jumpa." ucap Aurelie sebelum keluar dari kantor Antonio.


Antonio tersenyum menatap pintu yang baru saja tertutup.


"Tidak apa-apa, Antonio. Walau dia tidak mau kau antar pulang. Yang penting dia sudah mau menikah denganmu." kata Antonio pada dirinya sendiri.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ah, iya. Aku harus segera pulang dan memberitahu mama kabar baik ini."


Antonio segera membereskan meja kerjanya. Dan buru-buru untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Antonio segera mencari mamanya, sambil berteriak.


"MA? MAMA DIMANA? AKU PUNYA KABAR BAIK."


"MAMA DI RUANG MAKAN!"


Mendengar jawaban sang mama, Antonio bergegas menghampirinya. Sesampainya di ruang makan, ternyata papanya juga ada disana. Mamanya sedang mengupas buah, yang tentu saja untuk papanya. Karena terlihat papanya tengah menikmati buah yang ada di depannya.

__ADS_1


"Kapan papa sampai di rumah?" tanya Antonio basa basi.


"Tadi siang," jawab papanya singkat, karena asyik memakan buah yang dikupas kan oleh mamanya.


"Kau tadi bilang ada kabar baik, kabar baik apa?" tanya Ny. Stevanie


"Itu........" Antonio ragu untuk mengatakannya, dan lebih dulu melirik papanya yang masih menikmati buah yang dikupas mamanya.


Antonio menarik nafas dalam-dalam, dan berkata dengan tersenyum,


"Aurelie menerima lamaranku."


"Benarkah?" tanya Ny. Stevanie memastikan, dan di balas anggukan oleh Antonio.


Ny. Stevanie menghampiri Antonio dan memeluk putranya itu.


"Selamat, nak. Akhirnya kau akan menikah juga. Jadi kapan kita sekeluarga bisa bertemu dan membahas pernikahannya?"


"Itu, aku belum membicarakannya dengan Aurelie." kata Antonio sembari melirik papanya.


Tn. Lefrand menelan sisa buah di dalam mulutnya kemudian berkata,


"Segera pastikan, karena kau tahu sendiri papa tidak punya waktu yang fleksibel."


Antonio tersenyum senang mendengar perkataan papanya,


***


Seusai makan malam bersama dan membereskan piring kotornya. Aurelie mengajak sang ibu untuk duduk kembali di meja makan.


"Bu, aku ingin mengatakan sesuatu."


"Katakanlah, sayang. Ada apa?"


"Aku akan menikah."


"Menikah? Dengan siapa? Kenapa mendadak sekali, kau tidak hamil kan?" wajah Ny. Daneila tampak khawatir.


Aurelie kaget bukan main mendengar pertanyaan terakhir yang diucapkan ibunya.


"Ya Tuhan. Bu, mana mungkin aku hamil? Tidak, aku masih perawan sampai sekarang. Jadi ibu bisa tenang."


Ny. Daneila bernafas lega. Kemudian bertanya lagi dengan pelan.

__ADS_1


"Tapi kenapa tiba-tiba kau ingin menikah? Dan siapa laki-laki itu?"


"Antonio," jawab Aurelie dengan singkat.


"Tuan Antonio? Bagaimana bisa?"


"Ya, dia melamarku dan aku menerimanya." jawab Aurelie sambil tersenyum.


Tampak raut khawatir di wajah Ny. Daneila tentang rencana pernikahan putri semata wayangnya itu. Apalagi pria yang akan menikahinya bukanlah pria biasa, secara kelas sosial mereka sangat tidak setara. Dan hal ini membuat Ny. Daneila bingung.


"Kau, mencintainya nak?"


"Emm, mungkin."


"Kalau kau tak yakin, jangan kau paksakan."


"Tidak ibu, aku cukup menyukainya kok. Dan seperti yang ibu katakan kemarin. Antonio itu pria yang baik dan juga tampan. Maka, akan sangat rugi kan kalau aku menolaknya? hehehe." kata Aurelie berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi. Karena tidak mungkin ia mengatakan pada ibunya jika ia terpaksa menerima lamaran Antonio untuk membalas budi dan mungkin saja ibunya akan sangat sedih jika ia tahu hal itu.


"Tapi,......"


"Ibu tenang saja, aku pasti akan bahagia dan tidak akan menyesali keputusanku. Jadi, tolong restui pernikahan ini ya." ucap Aurelie meyakinkan.


"Baiklah, apapun demi kebahagiaan putri cantikku." kata Ny. Daneila memberi restu sambil membelai pipi Aurelie.


Aurelie memeluk erat ibunya,


"Aku sangat sayang pada ibu."


"Ibu juga."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, DAN VOTE YAA...


THANK YOU 🤗


__ADS_2