Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
EXTRA PART 1


__ADS_3

HAPPY READING


__________________


"Sayang, ayolah. Coba katakan apa yang kamu inginkan? Aku janji akan mengabulkan semuanya. Tapi jangan kunci aku di luar kamar seperti ini. Aku tidak bisa tidur kalau tidak di sampingmu. Kau tahu itu kan? Sudah tiga malam ini aku tidak bisa tidur, jadi kumohon untuk malam ini biarkan aku tidur sambil memelukmu. Ya?" teriak Antonio dari luar kamar.


Sejak kehamilan Aurelie menginjak usia 4 bulan. Sifat dan sikapnya berubah drastis. Aurelie seperti sangat tidak menyukai Antonio. Bahkan sampai beberapa hari ini ia tidak mengijinkan Antonio untuk tidur sekamar dengannya seperti malam ini.


Ceklek,


Aurelie membuka sedikit pintu kamarnya, dan hanya menampakkan setengah dari wajahnya.


"Sayang, akhirnya kau buka pintunya. Ayo kita tidur, aku benar-benar sudah mengantuk dan ingin memelukmu."


"Tidak,"


"Sayang......" rengek Antonio dengan memasang wajah yang menyedihkan.


"Aku tidak mau tidur denganmu. Kenapa kau memaksa?" kata Aurelie yang mulai terisak.


"Ah, kumohon jangan menangis. Oke-oke, aku akan tidur di kamar sebelah. Aku akan pergi sekarang. Kau tidur ya, sayang. Maafkan aku, oke? Good night, I love you."


Aurelie langsung membanting pintu kamarnya begitu Antonio selesai berbicara.


"Ya Tuhan, aku bisa gila kalau seperti ini terus." gerutu Antonio frustasi.


Antonio tidak pergi ke kamar seperti yang ia katakan pada Aurelie. Ia memilih untuk mencari udara segar di halaman belakang sembari menelpon sahabatnya.


Antonio : Halo?


Albert : Iya, halo. Ada apa?

__ADS_1


Antonio : Tolong selamatkan aku, aku hampir saja gila sekarang.


Albert : HAHAHAHA, memangnya ada apa lagi?


Antonio : sudah beberapa malam ini Aurelie tidak mengijinkanku untuk tidur di kamar dengannya. Aku harus bagaimana?


Albert : Seperti yang sudah ku katakan sebelumnya. Aku yakin kalau anakmu akan sangat membencimu. Bayangkan, masih di perut saja dia tidak mau dekat-dekat denganmu.


Antonio : Sialan kau, jangan meledekku. Cepat beri aku saran.


Albert : Saranku hanya satu, SABARLAH. Jika sudah waktunya, Aurelie akan menjadi normal lagi. Sudah ya, ku tutup dulu. Aldric menangis dan Sena sedang di kamar mandi. Aku harus mengurus anakku. Bye!


tutttt,


"Waaa, dia benar-benar tidak membantu sama sekali." gerutu Antonio kesal.


***


"Sudah bangun? Mau kopi, teh, susu atau jus?" tanya Aurelie dengan senyum manisnya.


Antonio terdiam tak percaya dengan perhatian Aurelie yang sudah hampir satu Minggu ini tidak ia dapatkan.


"Sayang?"


"Ah, itu kopi saja."


"Oke, akan kubuatkan. Kau duduklah dulu."


Antonio mengangguk lalu menarik salah satu kursi di meja makan untuk ia duduki.


Tak lama kemudian Aurelie datang dengan secangkir kopi dan meletakkannya tepat di depan Antonio.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap Antonio senang.


"Aku minta maaf, ya."


"Minta maaf untuk apa, sayang?"


"Aku sendiri tidak tahu kenapa akhir-akhir ini merasa sangat malas melihatmu. Aku seperti bukan diriku sendiri." kata Aurelie yang mulai menangis.


Antonio menarik Aurelie dalam pelukannya,


"Tidak apa-apa, sayang. Itu karena anak kita, dia yang tidak ingin melihatku. Hah, seperti nya aku akan punya saingan yang berat saat dia sudah lahir nanti."


"Maksudmu?"


"Bayangkan, belum lahir saja dia sudah ingin mendominasi dirimu untuknya sendiri. Apalagi nanti. Apakah aku harus berebut dengannya?" kata Antonio dengan nada candaan membuat Aurelie seketika berhenti menangis dan malah tertawa lucu.


.


.


.


.


TERIMA KASIH BANYAK-BANYAK KEPADA KALIAN YANG SUDAH MENGIKUTI NOVEL INI DARI AWAL.


EXTRA PART INI AUTHOR PERSEMBAHKAN UNTUK KALIAN, 🤗


EITS, JANGAN UNFAVORITE DULU YA. KARENA EXTRA PART NYA AKAN MASIH BERLANJUT.


SEE YOU, ALL.

__ADS_1


__ADS_2