Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Penthouse Mewah


__ADS_3

Ify di buat terkejut saat Zhio menekan tombol lift pada lantai terakhir padahal yang harus Zhio tau jika Ify benci ketinggian.


"Mas, apa lantai yang saat ini kita naiki tidak terlalu tinggi?"


"Yah aku sengaja menyewa penthouse pada lantai terakhir karena aku ingin menjaga privasi lift sehingga privasi penghuni tetap terjaga."


"Tapi bagi ku ini terlalu tinggi..


Lift pun terbuka yang mengharuskan Ify tidak lagi melanjutkan kalimatnya karena Zhio berjalan terlebih dahulu.


Sebenarnya Zhio bukan mengajak Ify untuk tinggal di apartemen pada umumnya melainkan Ia sengaja mengajak Ify tinggal penthouse yang memiliki ukuran jauh lebih luas dan pastinya menyajikan pemandangan yang luar biasa dari lantai paling atas gedung tertinggi.


Kini sampai lah mereka berdua di depan pintu penthouse bergaya klasik, segera Zhio menekan kode pin pintu yang berjumlah enam huruf di atas daun pintu tersebut dan tanpa menunggu waktu lama pintu Penthouse pun terbuka.


Ify bahkan ragu untuk masuk ke dalam pethouse ini, bisa di rasakan jika Ify merasa tidak tenang ketika melihat pada sekelilinganya lantai ini nampak sepi seperti tak berpenghuni.


"Kenapa masih diam di situ ayo masuk sebelum penghuni lainnya mengetahui keberadaan mu!"


"Ha! penghuni lain! Apa maksud mu mas!"


"Aku mengerti apa yang sedang kau pikirkan saat ini, tapi mengerti lah penthouse ini aman tanpa gangguan apapun. Ayo masuklah,"


Maka dengan terpaksa Ify menjajalkan kaki untuk masuk ke dalam penthouse ini, dan yang benar saja nampaknya Ify di buat terkagum-kagum ketika melihat kemewahan di dalamnya.


Lampu-lampu gantung yang berbentuk kristal keemasan dapat memberikan kesan termewah menyinari sudut ruangan.


Jika sebelumnya Ify pernah melihat dinding yang biasa saja, maka kali ini tidak. Bahkan dinding di penthouse ini terbuat dari material kaca bening sehingga dinding ini dapat berbaur dengan mudah dengan perabotan lainya.

__ADS_1


''Di penthouse ini di lengkapi perabotan mahal dan juga lengkap jika kau pikir masih ada barang atau perabotan yang kurang maka kau bisa tanyakan pada ku,"


"Tidak ini sudah lebih dari cukup,"


"Di dalam penthouse ini sudah ada 4 kamar mewah dan tentunya kita tetap tidak akan tidur secara berpisah malainkan kita akan tetap tidur bersama"


"Hmm iya mas,"


Mendengar respon dari Ify yang terasa singkat membuat Zhio melipat kedua tanganya.


"Respon mu singkat sekali apa tidak ada komentar yang panjang?"


"Maaf mas sepertinya aku terhipnotis dengan bagian di dalam penthouse ini,rupanya penthouse ini agak berbeda dengan apartemennya Martin,"


"Apa Martin! Kenapa kah menyebut apartemen Martin!"


"Apa asisten mu Martin tidak memberi tahu mas karena waktu itu aku sempat tinggal selama dua hari di apartemennya."


"Terus apa saja yang telah kalian berdua lakukan?"


"Kenapa bicara mu nampak aneh mas, justru aku hanya tinggal sendiri di apartemennya tanpa Martin sedangkan untuk makan Martin selalu mengirimkan paket makanan untuk ku,"


'Syukurlah kalau begitu aku merasa legah kita Ify dan Martin tidak tinggal bersama, jika saja Ify berkata sebaliknya mungkin hari ini aku akan menemui martin untuk menghajarnya lalu kemudian memecatnya'


"Mas tidak usah berpikiran yang macam-macam karena aku yakin Martin pria yang baik dia terlihat manis ketika memperlakukan wanita secara hormat"


"Jadi apa pantas kau membela pria lain di depan suami mu sendiri, lalu apa kau pikir aku tidak dapat bersikap hormat kepada mu. Yah aku paham dulu aku sering bersikap kasar pada mu tapi sekarang tidak kan."

__ADS_1


"Untuk sekarang aku hargai perubahan mu mas,dan aku berharap kau akan selalu menghargai wanita dan tidak berpikir untuk merendahkannya.''


...****************...


'Bella ini kenapa sekarang sangat sulit untuk di hubungin padahal aku berharap padanya agar bisa membuat Zhio kembali lagi kerumah ini. Tapi semua harapan ku hancur hanya karena mantan pelayan yang tidak tau diri itu'


Nyonya besar merasakan dilema pada hari ini hanya karena wanita itu sehingga membuat nyonya besar berulang kali menelpon Bella tapi tak ada respon.


Dering telepon berbunyi dari salah satu temen searisan nyonya besar.


[Hallo, jeng Mala apa kabar]


[Aduh rasanya kepala ku ini hampir mau pecah rasanya jeng Vina!]


[Loh, kenapa jeng?]


[iya Zhio putra ku satu-satunya masak tega ninggalin mama kandungnya sendiri hanya demi istrinya yang tak tau diri itu.]


[Oh yasudah jeng pisahkan saja mereka berdua agar anak jeng Mala gak deket-deket lagi sama istrinya]


[Baiklah akan aku dengarkan saran dari mu itu jeng Vina.]


[Besok jeng Mala bisa gak ikut kumpul-kumpul makan-makan gitu sama ibu-ibu arisan lainnya juga lumayan kan bisa sambil happy happyan ngilangin stress]


[Baiklah jeng Vina aku setuju dengan pendapat mu, emangnya kita mau makan di mana]


[Di toko ayam goreng di pinggir kota, itu toko ayam gorengnya sudah menjadi langganan ku juga. Aku jamin deh soal rasanya tidak mengecewakan!]

__ADS_1


[Oke baiklah Jeng]


[Sip jeng Mala pokoknya nanti aku bakal kasih alamatnya dan kita akan berkumpul di sana pada jam 3 sore]


__ADS_2