
Kehadiran Ify secara tiba-tiba ke perusahaan ternyata mengundang orang-orang yang bekerja di sana menjadi Menggosipimya lagi, bahkan ada pula yang menegurnya secara sinis.
"Masih berani masuk ke perusahaan ini juga kamu padahal kamu sudah di pecat"
"Yaps aku rasa wanita ini tidak kaca di rumah nya makanya dia datang ke perusahaan ini tanpa berpikir lagi"
Ify mengdengus kasar berusaha untuk tetap tersenyum dan melakukan apa tugas papa dan kak Mario berikan padanya.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Bella, tidak lebih hanya itu kok" Ucap Ify sembari berjalan melangkah masuk ke ruangan Bella.
Sontak dari beberapa wanita sinis itu pun menarik bahu Ify agar tidak melangkah.
"Hey, langcang sekali kau ini yah! ingat kamu tidak di Terima lagi di perusahaan ini!"
"Satpam! satpam! cepat kemari!"
ketiga satpam pun telah masuk ke dalam ruangan setelah di panggil dan begitu pun Bella saat mendengar keributan di depan sontak ia juga ikut keluar.
"Ada apa mbak?" Tanya satpam itu.
"Cepat usir wanita ini karena ia tidak lah pantas berada di perusahaan ini!"
"Ify akhirnya kamu datang juga setelah beberapa hari ini hilang kontak" Ucap Bella yang seakan khawatir karena tidak mendapatkan kabar dari Ify.
"Tidak kalian tidak bisa mengusir Ify begitu saja" Sahut Bella yang saat ini tebga berperan sebagai pahlawan Ify.
"Wanita ini sudah di pecat oleh pak Morgan sendiri, jadi dia harus sadarkan diri dong. pak satpam ayo cepat usir wanita ini!"
"I iya mbak," ucap mereka secara bersamaan.
"Kalian hanya karyawan biasa tapi bersikap seperti ratu!!"
"P-Pak Mario, P-pak Morgan!!" Ucap mereka secara bersamaan.
"Lepaskan adikku apa kau ingin di pecat!" Sahut Mario yang sengaja melepas tangan satpam yang tenga memegang tangan adiknya.
__ADS_1
"Apaaaa adik...!!!"
"Seperti nya kalian sudah bosan bekerja di sini, kalau begitu kalian bebas memberikan surat pengunduran diri" Ucap pak Morgan. "Wanita yang sempat kalian usir ini adalah putri saya yang hilang di waktu kecil jadi apa pantas kalian mengusir anak kandung saya!"
"Ma-maaf pak Morgan, apa pak Morgan tidak salah bicara?"
"Buat apa papa saya salah bicara dan memang itulah kenyataan nya dan saya tidak menyangka jika di perusahaan ini masih ada orang-orang seperti kalian bahkan seperti nya orang seperti kalian tidak pantas lagi bekerja di sini..bagaimana pa, apa papa satuju untuk memecat orang-orang seperti mereka."
"T-tidak pak Mario mohon jangan pecat saya, karena saya bukan orang-orang seperti mereka bertiga ini...!" Sahut Bella yang seakan takut di pecat.
"Apa kamu termasuk orang-orang yang merinding Ify?"
"T-tidak pak Mario, justru saya ini adalah sahabatnya Ify bahkan sebelum pak Mario mengatakan hal penting itu saya sudah lebih dahulu bersahabat dengan nya.
Mario menarik ujung sudut bibirnya ketika mengetahui jika Bella benar-benar tulus berteman dengan Ify.
"Maka kalau tidak kenapa kamu harus takut kalau begitu silakan kamu kembali masuk ke ruangan mu,"
"B-Baiklah pak Mario...Ify aku kembali ke ruangan ku dulu yah nanti kita bicara empat mata"
Ify mengangguk seraya tersenyum.
"Iya pak kan awalnya kami tidak tau kalau wanita ini adalah putri kandung bapak, kita hanya menjalankan tugas bapak saja bukanya waktu itu bapak telah memecatnya jadi kamii...
" Cukup! jangan banyak bicara mulai saat ini kalian bertiga saya pecat!"
"Kami mohon pak jangan, tolong maafkan kesalahan kami hiks hiks hiks..."
"kalian tidak seharusnya meminta maaf kepada papa saya dan harusnya kalian sadar diri orang yang kalian jahatkan ini adalah adik saya Ify! jadi minta maaflah pada Ify!"
Mereka bertiga duduk tersungkur memegang kaki Ify.
"Maafkan kami mbak Ify,maafkan kami yang sudah membuat mbak Ify menjadi di permalukan di depan banyak orang"
"Iyaa mbak, kami mohon jangan pecat kami mbak, pokoknya kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kami"
__ADS_1
"Hey, apa yang kalian lakukan, cepat berdirilah"
"Tidak mbak, kita tidak akan berdiri dan terus akan memohon pada mu mbak untuk memaafkan kami"
"Pa, kak aku mohon yah jangan pecat mereka"
"Tapi mereka sudah jahat pada mu nak"
"Pa, tolong beri mereka satu kesempatan lagi dan aku yakin mereka pasti akan berubah"
"Oke, baiklah kali ini papa turuti kemauan mu, tapi kalau mereka mengulang perbuatannya lagi maka papa tidak segan segan untuk pecat mereka"
"Terimakasih pak Morgan, terimakasih mbak Ify dan Terimakasih pak Mario pokoknya kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi"
"Yasudah kalau begitu cepatlah kalian berdiri,"
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Wah benar, perut mu sudah kelihatan buncitnya Fy eh Ify bukannya seharusnya aku panggil kamu Nayna. yah tapi aku sudah nyaman dengan panggilan awal jadi aku panggil kamu Ify saja yah...oofs aku lupa kamu sekarang kan sudah menjadi anak pak Morgan dan itu bearti aku juga harus memanggil mu dengan nada hormat"
"Sudah jangan di pikir pusing meskipun aku anak pak Morgan sih pemilik perusahaan ini akan tetapi aku tetaplah sahabat mu Bell jadi kamu bebas memanggilku dengan non formal"
"Hmmm Ify... aku jadi terharuu akhirnya sahabat aku sudah mendapatkan dia kebahagiaan yang pertama kamu anaknya pak Morgan dan yang kedua kehamilan kamu ini" ucap Bella sembari mengelus-elus perut Ify dengan tanganya.
"Ih geli Bella, kamu apa-apaan sih"
"Masak sih geli?"
"Iya jika kamu hamil seperti aku dan perut mu di elus-elus seperti tadi aku yakin kau juga akan merasakan hal yang sama dengan yang aku alamin."
"Hahaha kamu aneh, kan aku tidak hamil, nikah saja belum apa lagi punya pacar" ucap Bella seraya memakan bekal makannya yang ia sengaja bawa dari rumah.
"Bell, semenjak kehamilan ku ini entah kenapa aku sangat ingin menjodohkan kamu dengan kak Mario...!!"
"Uhuhukuhuk..." Bella seketika terbatuk sehingga saat terbatuk ia mengeluarkan daging ayam yang sempat di kunyanya tadi.
__ADS_1
"Ify... kamu ini bicara apa sih,."
"Kenapa apakah salah, terlebih kamu cantik dan kakak ku tampan bukanya kalian begitu cocok sama-sama tidak memiliki pasangan hidup"