
"A-apa yang ingin kamu bicara kan?"
Mario melentikan satu jarinya dan meminta salah satu pelayan untuk membawa kan apa yang ia inginkan.
Kedua mata Bella terpana ketika melihat sebuah benda berbentuk kotak bewarna merah dan di lapisi pita putih di luarnya, sejenak ia meneguk air ludah nya sendiri.
"M-Mario kamuu....
"Seperti yang kamu ketahui kita sudah lama menjalani hubungan palsu ini..." Mario menggantung kalimatnya seraya membuka kotak itu.
"Terus...?"
"Dan aku ingin mengajak kamu ke jenjang yang lebih serius, Bella untuk malam ini aku ingin mempersunting mu bukan untuk di pacar tapi untuk menjadi istri ku menemani hingga tua nanti"
Setetes air mata terjatuh seolah merasa haru dengan ajakan Mario ini.
"Apa ini hanyalah sebuah permainan, Hahaha aku mohon jangan lah bermain dengan cara seperti ini"
Mario kembali menggenggam kedua tangan Bella dengan erat."Aku sedang tidak bermain, aku serius mengatakan ini, Bella aku suka kamu, aku cinta kamu, yah aku tau kamu mempunyai rasa yang sama dengan ku. mungkin saat itu kita sama-sama diam karena gengsi untuk mengutarakan perasaan masing-masing tapi kali ini aku menyerah aku tidak bisa menahannya lagi"
"Kamu tidak sedang bermain kan"
"Sekarang kamu tatap aku, coba lihat mata ku, apa aku terlihat sedang mempermainkan mu. Bell kita di saksikan orang-orang banyak, jadi tidak mungkin aku berbohong. Dan sekarang aku ingin kamu menjawab ku, Terima lah aku tuk menjadi masa depanmu bell"
Bella berpikir jika Mario benar-benar serius itu terbukti dari kedua matanya.
"A-apa yang kamu sukai dari ku...A-ku" Sambil berbicara, Bella juga menitihkan air mata."Bahkan aku bukanlah wanita yang memiliki karir yang bagus, masa depan ku curam, aku dari kalangan bawah dan....
__ADS_1
"Husst..." Mario meletakkan jari telunjuk nya di bibir Bella sehingga Bella tak bisa bicara lagi."Aku tidak perduli kamu wanita dari kalangan biasa, tapi yang aku perduli kan adalah cinta ku pada mu Bell,jadi apapun itu aku Terima kekurangan mu, aku ingin kamu menjadi milik ku, dan sekarang"Mario bersimpuh duduk di samping Bella, perlahan ia membuka kotak berisi cincin lalu ia julurkan di hadapan Bella."Will you marry me"
Perlahan Bella menarik nafas lebih dalam lalu membuangnya perlahan, lalu ia pun menarik kedua sudut bibir nya.
"Iya aku mau, aku mau jadi istri kamu,aku bersedia menemani mu hingga tua nanti"Ucap Bella seraya menjulurkan jari manisnya.
Mario pun dengan senyum sumringah memasukan cincin di jari manis Bella lalu semua orang yang berdiri di sana bertepuk tangan mendukung hubungan mereka. kini ia pun berdiri di ikuti Bella yang juga berdiri dan perlahan keduanya pun berpelukan erat.
"Makasih yah sayang"Bisik Mario di telinga Bella lagi.
"Aku harap ini bukan lah mimpi" ujar Bella pula.
...----------------...
Anggota keluarga Ify bertambah dua orang lagi, mereka adalah anggota lama yang sudah bekerja lama di sini dan kembali atas permintaan Zhio.
Hal yang membuat Ify begitu senang dan bahagia karena bisa melihat Zoya dan Anes lagi setelah sekian lama.
"Mungkin keadaan sebelum nya tidak akan seperti ini Zoy, tapi kali ini saya tak lagi seperti dulu lagi karena seluruh cinta saya telah saya berikan kepada istri kesayangan saya ini"
"Tuan saya senang sekali akhirnya tuan jatuh cinta juga pada mbak Ify" Sahut Anes.
"Zoya, Anes saya yang seharusnya meminta maaf karena mengusir kalian berdua dari rumah ini maka dari itu saya ingin meminta maaf kepada kalian berdua juga" Sahut Nyonya besar juga.
''Dulu yah dulu nyonya, sekarang keadaan telah berubah, saya juga senang nyonya karena nyonya telah berubah baik"ujar Zoya.
"Sudah-sudah sekarang sudah malam apa kalian berdua tidak lelah karena perjalanan jauh" Sahut Zhio.
__ADS_1
"Iya benar, kalian istirahat saja dulu pasti kalian sangat lelah. ayo sekarang mbak akan antarkan kalian ke kamar kalian"
"Tidak perlu mbak, kita tau kok di mana letak kamar kita dulu jadi tidak perlu di antarkan" Sahut Anes.
"Itu dulu sekarang kamar kalian berbeda, sudah tak seperti dulu lagi"
...****************...
"Mario bagaimana aku bisa turun kalau kau terus menggenggam tangan ku seperti ini terus"
"Aku masih kangen kamu, jadi berat untuk melepaskan" Ucap Mario yang kini sedang mencium punggung tangan Bella terus-menerus.
"Hey, apa yang kamu lakukan?"
"Kenapa setidaknya aku hanya mencium punggung tangan mu saja dan bukan di bibir lalu apa kau mau kita berciuman sekarang" Mario tersenyum menantang.
"Ih jangan gila!nanti ibu bapak dan iqbal bisa tahu"
"Hahaha aku jadi tidak sabaran menjadi kan mu istri ku agar nantinya bisa puas menikmati mu kapan pun"
Kalimat Mario ini sukses membuat wajah Bella bersemu merah dan terasa panas.
"Baiklah kalau begitu pulang lah dan ingat jam 8 pagi aku akan menjemput mu sekali gus bilang ke ibu dan bapak jika aku akan melamar mu"
"Iyaa kalau begitu aku masuk dulu yah, kamu hati-hati kalau bawa mobil jangan kebut-kebutan"
"Iyaa bawel.."
__ADS_1
"Dah aku masuk dulu muach"
"Hey curang jangan lari...." Sahut Mario yang saat ini wajahnya di cium oleh Bella.