
Tentang kejadian kemarin gosipnya menyebar sampai di seluruh penjuru ruangan kantor. bahkan baru saja Ify mendekatkan loby kantor semua orang banyak yang membicarkannya secara terang-terangan.
Bella yang baru sampai ia berada tepat di belakang Ify, dengan langkah cepat wanita itu menghampiri Ify yang masih berdiam diri di tempat.
"Tidak usah dengarkan apa kata mereka, ayo kita keruangan ku saja."
Ify mengangguk, mengikuti langkah Bella yang saat ini tengah menarik tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Fy kamu belum satu bulan loh kerja di sini masak sih kamu mau berhenti gitu saja"
"Semenjak kejadian kemarin aku sadar Bell tak seharusnya aku bekerja di sini, di tempat tak seharusnya aku tempati. dan seperti yang kamu tau hubungan Mario dan Zhio tenga tidak baik terlebih tentang sikap pak Morgan yang sepertinya tidak menginginkan aku untuk tidak terlalu dekat dengan Mario"
"Dengan surat pengunduran diri ini apa kamu yakin, apa kamu tidak pikirkan dua kali dulu fy?"
"Aku sangat yakin dengan keputusan ku Bell, tekat ku sudah bulat untuk mengundurkan diri"
"Terus jika kamu berhenti kerja aku tidak ada lagi teman dong, masak sih kamu tega ninggalin aku gitu aja,"
"Aku tidak berada lagi di sini bukan berarti aku dan kamu tidak berteman Bell, ingat kita akan masih akan tetap bertemu meskipun aku tidak berada di sini"
"Ify... hiks...aku pasti akan sangat merindukan mu" Bella menangis sedih sembari memeluk Ify.
"Kenapa harus nangis kan aku bukan pergi jauh dasar lebay,"
Bella sedikit kesal, ia memasang wajah cemberut dan melepas pelukannya.
"Apa kamu tidak tau ini adalah air mata sahabat sejati, karena sebelumnya aku tidak memiliki teman melebihi kamu"
Ify terkekeh pelan melihat tingkah laku Bella yang berada di hadapannya. dan sedikit demi sedikit ia merasakan jika Bella adalah seorang sahabat yang di berikan padanya untuk menggantikan posisi Eliza.
__ADS_1
Hal yang sama Ify tunjukan kepada Mario dengan menunjukkan surat pengunduran dirinya kepada Mario. Mario mengira surat itu adalah file penting namun setelah di baca lebih detail Mario pun bertanya penuh keheranan kepada Ify.
"Apa ini?"
"surat pengunduran diri,"
"Maksud kamu apa Fy?"
"maaf jika selama aku bekerja di perusahaan mu selalu banyak melakukan kesalahan yang sama sekali tak aku ketahui pak Mario. Mungkin dengan surat pengunduran diri ini kamu akan mengerti jika aku tidak akan bekerja lagi di perusahaan mu"
Seketika Mario berdiri dari kursi kerja yang ia dudukin sekarang, permohonan pengunduran diri yang Ify berikan benar-benar membuatnya berpikir ini pasti karena kejadian kemarin.
"Fy masalah yang terjadi pada papa ku kemarin bukanlah murni dari kesalahan mu, jadi kamu tidak perlu mengundurkan diri,"
"Apa yang dikatakan oleh papa bapak memang benar, aku memang tidak pantas bekerja di perusahaan bapak terlebih aku adalah seorang istri dari Zhio,"
"Tidak, jika kejadian kemarin tidak terjadi kemungkinan kamu tidak akan mengajukan surat pengunduran diri seperti ini"
''Tapi ini adalah kenyataannya Mario! bagus jika wanita ini sadar diri dan mengundurkan diri dari perusahaan ini!"Mario dan Ify tak menyangkah jika pak Morgan telah berdiri di belakang mereka. "Kamu merupakan istri seorang CEO juga, jadi mana ada istri dari seorang CEO yang bekerja secara cuma-cumw di perusahaan saingannya. jadi saya sangat setuju jika kamu akan mengundurkan diri tanpa harus di pecat terlebih dahulu.
"Tidak, pokoknya kamu harus tetap bekerja di perusahaan ini!" Mario masih bersikeras untuk mempertahankan Ify.
"Maaf, jika selama ini saya melakukan banyak kesalahan, kalau begitu saya pamit undur diri dulu" Ify berjalan melewati Mario dan papanya begitu saja.
Mario ingin menahan kepergian Ify tapi apa daya pak Morgan memegang tubuhnya untuk tidak mengejar Ify.
"Ify, jangan pergi! lepaskan aku pa!"
"Apa yang kamu kagumin dari wanita yang telah memiliki suami itu ha! apa kamu bodoh Mario wanita yang masih single jelas-jelas masih berkeliaran di dunia ini jadi kenapa harus wanita itu saja!"
"Karena Ify berbeda dari wanita yang papa maksud pah!"
__ADS_1
"Baik jika kamu masih ingin tetap mempertahankan wanita itu maka jabatan kamu sebagai CEO akan papa hapus!!"
"Hapus saja pah! hapus saja!! aku sama sekali tidak takut dengan ancaman papa!!"Mario yang terlihat lebih murka dari papanya pun mendorong papanya hingga ke dinding.
"Arrrgggh..!!!" Rasa sakit di jantung pak Morgan kambuh lagi, membuat pria tua itu lebih ambruk ke bawah. rasa sakit di jantung nya lebih sakit dari biasanya sehingga membuat pria tua itu tidak sadarkan diri.
"Pa, papa...!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tidak usah sedih, hentikan air mata mu itu berhenti bekerja di perusahaan ini bukan bearti kamu tidak makan dan minum benar kan? jadi kamu cukup menjadi ibu rumah tangga seutuhnya saja dan melahirkan seorang anak" Zhio membelai rambut Ify yang terurai, merapikan rambut panjang nya dengan di selipkan kebelakang telinga.
"Ayo kita pulang,"
"Karena ini sudah hampir siang bagaimana kalau kita makan di luar saja"
"Baiklah"
Zhio membukakan pintu mobil untuk menyambut Ify masuk kedalam mobilnya.
"Silakan masuk tuan putri,"
"Ify... Ify....Hosh..hosh..hosh.. " Bella mengatur nafasnya saat sudah berada tepat di depan Ify dan Zhio.
"Kamu kenapa Bell?"
"Pak Morgan fy... pak Morgan.."
"He Bella tidak usah bertele-tele katakan kenapa dengan pria tua itu?"
"Iya Bell kenapa dengan pak Morgan?"
__ADS_1
"Pak Morgan, ia ambruk dan tidak sadarkan diri, ini semua stap bahkan pak Mario tenga sibuk memanggil ambulans"
Ify teramat syok mendengar berita ini bahkan rencana ingin makan siang dengan Zhio di batalkan.