Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Perihal Pakaian Bayi


__ADS_3

"Mas lihat lah pakaian bayi perempuan ini terlihat begitu cantik dan lucu yah, lihat ini juga mas gaunya cantik sekali kalau nanti untuk pergi ke acara ulang tahun"


"Sayang, perasaan dari tadi kamu hanya memilih pakaian bayi perempuan terus lalu apa kamu tidak tertarik dengan pakaian bayi laki-laki ini, lihat lah ini juga lucu kan dengan jeans dan setelan kemejanya" Ucap Zhio sembari memerkan kedua baju bayi laki-laki yang ada di kedua tanganya.


"Mas tapi yah perasaan aku pakaian bayi laki-laki itu hanya itu itu saja desainnya dan berbeda dengan pakaian bayi perempuan yang setiap harinya ada motif baru."


"Iyaa tapi kan belum tentu bayi kita itu perempuan"


"Meski lelaki atau perempuan intinya aku ingin memiliki pakaian bayi perempuan ini" Keluh Ify sembari memperhatikan kedua baju yang berada di kedua tangan nya.


"Terus kalau bayi kita laki-laki bagaimana? terus masak nanti anak kita di pakaian pakaian perempuan kan tidak lucu!"


"Terus jika bayi kita ini perempuan masak kita harus memakaikannya pakaian laki-laki lalu apa itu lucu!"


Di tenga kecekcokan mereka berdua rupanya Bella dan Mario hadir berdiri di antara mereka.


"Ify..! kamu dan suami kamu kenapa ribut-ribut?"


"Nay, cepat katakan pada kakak apa pria ini berbuat onar pada mu?"


"Loh Bell, kak Mario rupanya kalian berada di mall ini juga?"


"Kakak mengajak Bella untuk berbelanja" Timpal Mario seraya menunjukan beberapa tas yang ada di kedua tangan nya.

__ADS_1


"Apa kamu dan Zhio mau membeli pakaian untuk bayi kalian, hey Fy tidak kah kamu tau kalau baju bewarna pink ini sangat lah lucu"


"Bella rupanya kamu juga tau apa selera ku dari tadi tapi aku antara ragu untuk mengambilnya" Ify menunjukkan wajah super keluhannya.


"Loh kenapa fy?"


"Iya Nay kenapa tidak kamu ambil saja atau bila perlu jika suami mu tidak mampu membayarnya jadi biar kakak saja yang membayar"


"Jangan sembarang bicara yah! lalu apa kau pikir aku tidak mampu membelikan apa yang istri ku mau mungkin jika kalian berdua berada di posisi kami kemungkinan besar kau dan juga calon istri mu ini akan ribut membahas masalah yang sama!"


"Masalah yang sama?"


"Jadi begini permasalahan nya....."ucap Ify memberi tahukan permasalahan nya kepada Bella dan Mario dari A sampai Z.


Seketika Ify mengganggukan kepala tanda setuju apa pendapat Bella.


Kemudian Bella melanjutkan kalimatnya lagi.


"Dan setelah bayi kalian lahir dan sudah mengetahui jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan yah maka kalian berdua bebas mau memilih pakaian sesuai yang kalian ingin"


"Wow! kakak ipar lihatlah calon kakak ipar ku ini rupanya begitu pandai menyelesaikan masalah" ucap Zhio menimpalin serta menggoda Mario.


"Bella coba saja dari awal aku mengajak mu kemari maka sudah sedari tadi proses pemilihan baju ini akan terselesaikan"

__ADS_1


"Tapi yah fy jika bayi mu perempuan berjanji lah untuk mengambil pakaian perempuan yang ini, aku suka karena bentuk nya lucu dan cantik"


"Kalau begitu suruh saja Mario untuk segera menikahi mu nanti setelah menikah minta saja padanya bayi perempuan,"


"Uhuk uhuk uhuk...."


Bella terbatuk saat Zhio memberikan kode pada Mario. Bagaimana bisa menikah karena yang Bella tau pacaran pura-pura ini tidak akan sampai di jenjang pernikahan.


"Bella kamu baik-baik saja kan?"


"Kita ini berpacaran dan saling mencintai jadi tentu saja kita akan menikah dan memiliki bayi, iya kan sayang" Sambung Mario seraya menarik bahu Bella untuk lebih berdempetan dengan nya.


"Yasudah kak, tunggu apa lagi. cepatlah nikahi sahabat aku ini biar saat hamil aku ada temannya"


"Sebenarnya kesiapan kakak untuk menikah begitu matang tapi kakak tidak tau apakah wanita di samping kakak ini sudah siap menikah atau belum"


Bella tak tahan melihat tatapan Mario saat melihat nya begitu intim di ikuti senyuman mautnya sehingga membuat Bella kemudian mengarahkan pandangan matanya pada Ify saja.


"Bella kalau aku meminta kau dan kakak ku menikah minggu depan bagaimana apa kau setuju?"


"Tentu saja kakak sangat setuju! jadi bagaimana sayang apa kamu setuju kita menikah minggu depan?"


"A-a-apa!"

__ADS_1


__ADS_2