
Keesokan paginya Ify dan Zhio meperhatikan Dokter Zulfa melakukan pekerjaan nya dengan baik ia juga begitu telaten menjalankan tugasnya menuntun mama mertua agar bisa berjalan sedikit demi sedikit tanpa harus menggunakan kursi roda. Kadang Sekali-sekali mama mertua ingin menyerah akan tetapi Dokter Zulfa terus menyakitkan dirinya agar tidak menyerah.
"Lihat sayang, tidak salah kan aku memperkerjakan Dokter Zulfa karena aku yakin mama akan sembuh jika di rawat oleh nya"
"Iya mas, semoga saja mama cepat sembuh.. Aduh...!!''
"Ada apa?" Tanya Zhio panik di kalah Ify tiba-tiba memegang perutnya.
"Tidak apa-apa mas hanya saja aku merasa bayi kita ini menendang perut ku."
Jedugg...
"Lihat mas, coba kamu dengar kan perut ku bergerak seperti di tendang"
"Baiklah coba sini aku ingin dengar" Ucap Zhio seraya mendekat kan telinganya di perut Ify.
"Kamu dengar kan?"
"Sayang anak papa, kenapa apa kamu bosan di dalam perut mama, bersabarlah yah tinggal menunggu beberapa bulan lagi kamu akan lahir"
Tepat di belakang Zhio dan Ify ada Milka yang tenga memegang sapu, bahkan wanita itu mencengkram gagang sapu itu dengan kuat seperti ada sesuatu yang telah membuat dirinya marah.
"Ehrmmm...pagi tuan Zhio pagi mbak Ify"
__ADS_1
"Iya pagi, Milka" Sahut Ify.
"Tuan Zhio sama Mbak Ify apa mau aku buat kan sesuatu makanan atau minuman"
"Terimakasi Mil, tapi kami tidak biasa sarapan pada jam 6 pagi ini, karena kita akan sarapan jam 7 pagi. karena nanti juga Bijum sudah menyiapkan semuanya di bawah"Timpal Zhio.
"Milka nanti mari kita sarapan bersama yah, sekalian ajak mama kamu juga"
"Hmm iya mbak, terimakasih"
****************
Musik yang berasal dari hp terus saja berputar berpadu dengan dengkuran kecil seorang wanita yang tidur dengan posisi kaki di atas bantal. Sementara ibunya masuk ke dalam kamarnya dengan membawa kemoceng.
Bella merasakan sesuatu menepuk bokongnya sehingga ia mengeluh kesal pada seseorang yang mengusik waktu tidur nya.
"Buu! apa-apaan sih!" Lirih Bella dengan mata yang masih terpejam.
"Bella, ini sudah siang apa kamu tidak ingin bekerja!"
"Tidak ah aku malas, aku mau cari pekerjaan lain saja!" Imbuh Bella seraya memeluk guling yang ada di sampingnya.
"Apa! apa kau ini sudah gila, enak-enak bekerja di kantor calon suami mu malah mau cari pekerjaan lain!ayo kamu cepat bangun karena calon suami mu telah menunggu di ruang tamu!"
__ADS_1
"Apa!!" Pekik Bella yang langsung bangkit dari tidur nya. "S-siapa yang ibu maksud calon suami?"
"Siapa lagi kalau bukan nak Mario!!"
"Ha! u-untuk apa pria itu datang ke rumah kita bu!"
Puk!!"
"Bu!! sakit!! kenapa ibu memukul ku?" Bella mengusap-usap lengannya karena sangat Ibu dengan tega memukul lengan nya dengan kemoceng.
"Untuk membuat mu sadar! cepat mandi lah, apa kamu tak malu penampilan mu seperti ini di depan Mario!ayo cepat sekarang kamu harus mandi sekarang juga!"
Bella tak bisa berbuat apa-apa di saat ibunya memaksa dirinya untuk bangkit dan segera mandi.
Rumah yang Bella tinggali bukanlah rumah yang besar seperti rumah milik Zhio dan Mario, sehingga kalau mau ke kamar mandi Bella harus melewati ruang tamu yang terhubung di samping dapur dan kamar mandi.
Di sudut ruangan diam-diam Bella mengintip Mario yang tenga mengobrol bersama ayahnya di ruang tamu.
'Kenapa pria itu begitu nekat sampai-sampai ia harus datang ke rumah ku'Gumam Bella sembari menggigit ujung handuk yang menggantung di lehernya.
"Loh kak Bella! kenapa ngintip-ngintip!"
"Hussstt diem!!"
__ADS_1
Aksi Bella yang tengah mengintip membuat Mario menoleh kepadanya sehingga membuat dirinya begitu malu karena mengintip di saat dirinya belum mandi.