
Zhio mendorong tubuh Ify yang berada atasnya begitu saja.Zhio merasakan jika punggungnya sakit karena terbentur di lantai atap yang ada butiran kerikilnya.
Kepala Ify terasa pusing setelah Zhio mendorongnya, kira-kira apa yang di lakukan Zhio tadi padanya.
Zhio pun langsung berdiri sial tak seharusnya menarik tangan wanita itu, kalau begitu biarkan saja jika ia ingin bunuh diri. Zhio sudah berdiri sedangkan Ify masih begitu nyaman merebahkan diri di lantai atap sembari memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Dengar saya sarankan ke pada mu agar memilih tempat jika mau mengakhiri diri," Tunjuk Zhio pada wanita yang masih terlihat menyentuh kepalanya dengan kedua tangan.
Ify mengerjap-ngerjabkan mata setelah tau orang yang menolongnya itu adalah Zhio ia pun dengan cepat berdiri. "T-tuan kenapa berada di sini?"
Zhio mengerutkan keningnya."Kenapa saya berada di sini? Apakah salah jika saya berada di aera rumah saya sendiri?"
Ify menggeleng"Tidak tuan,tuan tidak salah maafkan saya tuan."
__ADS_1
"Saya peringati kau sekali lagi, saya tidak akan pernah mengizinkan mu untuk bunuh diri atau terjun sesuka hati di area rumah ku!"
Ify menautkan kedua alisnya."Bunuh diri? Apa maksud mu tuan. Saya tidak bunuh diri kok."
"Apa kau kira saya bodoh ha! saya pria cerdas dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak!"
Sejenak Ify melihat ke belakangnya sebuah atap yang tidak ada peganganya namun jika melangkah sekali lagi tanpa melihat-lihat mungkin tadi ia akan terjatuh dan beruntung Zhio menariknya. Tapi kenapa Zhio malah menarik tanganya seharusnya biarkan saja ia terjatuh tadi, maka kalau sampai Ify menjadi Mayat sudah pasti ia akan menjadi bintang dan bergabung bersama ke tiga bintang itu.
Ify mendongakan kepalanya ke atas. Mencari 3 bintang itu, kenapa mereka tiba-tiba hilang padahal Ify belum puas melihat ke tiga bintang itu.
"Tuan..apa punggung mu terluka?" Ify berniat menyentuh punggung Zhio yang seperti terluka.
"Jangan menyentuh saya!"Bentak Zhio penuh tekanan sehingga menimbulkan rasa takut bagi Ify.
"Maafkan saya tuan, ini salah saya,"
__ADS_1
"Wanita seperti mu memang pembawa sial,harusnya tadi saya biarkan saja kau jatuh ke bawah. Lama-lama saya muak melihat wanita seperti mu!"
Ify termenung dengan pikiran kosong yah benar Ify mengakui jika dirinya pembawa sial.
Zhio yang tak ingin berlama-lama berada di sini akhirnya memutuskan beranjak ia sudah dua langkah meninggalkan wanita itu.sepertinya Zhio melupakan sesuatu yang belum sempat ia katakan, Zhio pun berhenti melangkah ia berbalik lalu menatap tajam ke arah wanita yang masih tertunduk sedih itu.
"Tubuh saya sudah kotor maka dari itu saya berniat mandi berulang-ulang kali untuk menghilang kan noda kotor dari seorang wanita pembunuh seperti mu!"
setelah itu Zhio pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah.
"Astaga Zhio apa sekotor itu kah aku di mata mu?"Ujar Ify bergumam sedih.
Zhio telah selesai mandi hingga bersih sesuai keinginanya, namun ia masih merasakan sakit di punggungnya. Hingga Zhio berada di depan kaca besar di kamarnya, ia dapat melihat lukanya sendiri yang ada di balik punggung.
__ADS_1
Semua ini gara-gara wanita itu, lihatlah aku akan memberinya pelajaran lagi...